Semangat Religius Bukan Sekadar Taat Aturan

Renungan Harian Misioner
Senin, 26 April 2021
P. S. Kletus & Marselinus

Kis. 11:1-18; Mzm. 42:2-3; 43:3,4; Yoh. 10:1-10

BACAAN PERTAMA: KISAH PARA RASUL 11:1-18

Sudah sejak waktu Tuhan Yesus masih secara jasmaniah bersama dengan para Rasul, sering kita dengar, bagaimana orang-orang Yahudi berpegang teguh pada Taurat, menurut huruf dituliskannya. Sebab, mereka ingin bahwa mereka mau mengikuti perintah Muda, sebagai perintah Allah, secara seteliti mungkin. Kalau kita memahaminya secara positif, dapatlah kita mengertinya sebagai keinginan untuk taat dengan teliti, agar tidak menyeleweng dari perintah Allah. Kalau kita memahaminya secara negatif, dapat pula kita mengertinya, seakan-akan mereka mau tunduk dengan kaku. Perbedaan cara itu menyebabkan sering terjadinya konflik antara Tuhan Yesus dengan orang Yahudi pada umumnya, dan dengan Ahli Kitab secara khususnya. Itulah latar belakang protes mereka kepada Petrus, ketika pemimpin ‘arus baru’ itu bersedia ‘semeja-kursi dengan orang yang tidak mengikuti peraturan Yahudi (sunat, dsb)’. Oleh sebab itu, baiklah kalau kita mencoba memahaminya sebagai ‘semangat religius’, dan bukan sekadar ‘taat aturan’. Namun Petrus mencoba menjelaskan posisinya juga tidak untuk menentang aturan Yahudi, melainkan berusaha menjelaskannya dengan menunjukkan ‘urut-urutan jalan pikiran’nya, bahkan ‘diskusinya dengan Tuhan’. Sementara itu, dia menunjukkan juga, betapa ia akhirnya mengikuti ‘jalan pikiran Tuhan’. Cara menjelaskan itu masih dikuatkan lagi, betapa ia masih mengikuti bisikan Roh. Rujukan kepada Roh itu penting, karena dalam dunia Yahudi, Roh Kudus adalah Penyelenggara Ilahi, yang selama berabad-abad juga senantiasa membantu umat Israel melintasi ketegangan-ketegangan dalam masyarakat Yahudi. Apalagi, ketika para Rasul dapat menunjukkan arah serupa dengan para leluhur, yang menunjukkan, bahwa ‘orang yang beriman lain’ juga akan mengikuti iman mereka sendiri. Untuk kita sekarang: marilah kita memohon terang Roh Kudus, agar dalam ketegangan dan perselisihan paham, kita selalu mencari Kehendak Allah. Discernment seperti itu amat penting.  

BACAAN INJIL: YOHANES 10:1-10

Bacaan ini merupakan salah satu kunci penting untuk memahami peran Tuhan Yesus dari latar belakang dunia Yahudi, yang mempunyai warna ‘dunia peternakan’. Bagi para peternak, hidup bersama ternak-ternak menempatkan pemilik ternak sebagai gembala, yang menentukan hidup-matinya domba-sapi dan menegaskan perkembangan persekutuan mereka sebagai gembala-gembala, yang menciptakan ‘tata-layan’ peternakan. Kecuali itu, gambaran yang dipakai di sini juga mencerminkan penghargaan pada Mazmur, yang antara lain, pada Mazmur 23 memperlihatkan iman pada Allah sebagai bakti kepada Gembala. Oleh sebab itu, bagian ini kerap dipergunakan untuk menjelaskan peran ‘pastor’ dan ‘imam’, yang harus menggembalakan umat; serta uskup sebagai gembala agung. Itulah pula sebabnya, mengapa Uskup memakai lambang ‘tongkat kegembalaan” berikut pelbagai kemungkinan rumusannya. Dalam pada itu, baik pastor maupun Uskup berorientasi batin kepada Tuhan Yesus, Sang Gembala Agung, sebagaimana ditegaskan di sini. Lalu lebih tegas lagi diterangkan, bahwa seluruh orientasi adalah ‘persekutuan dalam Allah Bapa’, yang merupakan ‘kandang domba’. Dalam kerangka yang lebih luas lagi, ‘gambaran domba dan Allah itu’ kelak bermakna ‘soteriologis’, yakni, dalam kaitan dengan Paskah: Tuhan Yesus sebagai Anak Domba, yang dikorbankan untuk menebus dosa manusia. Seluruh iklimnya adalah iklim penggembalaan.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s