“AKU dan BAPA adalah Satu”

Renungan Harian Misioner
Selasa, 27 April 2021
P. S. Zita, S. Lydia Longley

Kis. 11:19-26; Mzm. 87:1-3,4-5,6-7; Yoh. 10:22-30

BACAAN PERTAMA: KISAH PARA RASUL 11:19-26

Bacaan dari Kisah para Rasul ini melanjutkan ceritera Stefanus. Orang Yahudi tidak menghentikan permusuhan terhadap para murid Yesus Kristus. Namun justru karena itu, para murid Kristus semakin tersebar ke luar Palestina, sampai ke Pulau Siprus dan kota-kota Yunani, seperti Antiokhia. Oleh sebab itu, pengejaran itu menyebabkan para murid Kristus justru terdorong untuk menyebarluaskan pengaruh dan tempat tinggal mereka. Ajaran Tuhan Yesus Kristus juga semakin dikenal luas. Yang sangat menarik adalah, bahwa orang-orang Yunani itu kembali ke Asia Kecil dan ke Palestina, sehingga pada gilirannya menguatkan hati rekan-rekan yang di ‘sumber’. Barnabas menjadi tokoh penting dalam hal itu. Nama itu akan kembali menjadi penting, karena akan menjadi pembela bagi ‘orang-orang yang tidak asli Yahudi’ namun menjadi murid Yesus yang penting. Salah satu yang nantinya akan menjadi berharga, adalah perjumpaan mereka dengan aneka persekutuan dari kebudayaan beraneka, yang akan menjadi sumber kekayaan gerejawi, walau kadang kala juga dengan masalah. Sementara itu, dari kelompok inilah muncul kesadaran, bahwa mereka adalah mengimani seorang Pribadi, yang diurapi oleh Allah. Pengurapan itu dari satu sisi melanjutkan tradisi Israel, yang berpangkal dari Daud menandai ‘pilihan penting Allah’ dengan ‘pengurapan’ dan dari sisi lain ‘menggunakan bahasa Yunani’. Muncul nama mereka melengkapi ‘Messias’ (diurapi) dengan nama ‘Christos’ (diurapi dalam bahasa Yunani). Oleh sebab itu, orang-orang yang percaya kepada “Sang Terurapi” (Christos) itu disebut ‘Christianoi’: dari situlah asal nama ‘Christianoi’ dan kemudian menjadi ‘Christianus’ (istilah Latinnya), yang menjadi sumber dari “Christian” dan juga ‘Kristen’.

BACAAN INJIL: YOHANES 10:22-30

Berkaitan dengan yang sudah disebut dalam renungan dari Bacaan Pertama, di sini hal penting yang dibicarakan adalah ‘Messias’, namun ada kaitan juga dengan renungan tanggal 26 April, ketika disebut mengenai Yesus, sebagai Gembala. Dengan demikian, Messias dikaitkan dengan Gembala dan Keduanya dihubungkan dengan relasi antara Yesus dengan Allah Bapa. Mari kita lihat. Lokasi pembicaraan adalah serambi Salomo sedang Momentumnya adalah Penahbisan Bait Allah di Yerusalem. Kita tentu belum lupa, bahwa ketika Daud mau mendirikan Bait Allah (menggantikan Tenda Kudus), dijelaskan kepadanya, bahwa Salomo yang akan mendirikan Bait Allah. Hal ini menunjukkan bahwa Salomo adalah Pribadi terpilih (terurapi). Kejadian di serambi Salomo untuk menunjukkan, betapa pentingnya ‘tema’ hari ini: yaitu ‘bagaimana Yesus menegaskan kepada orang-orang Yahudi, bahwa Diri-Nya adalah Messias. Untuk itu, Ia menunjukkan tindakan-tindakan kudus-Nya, maupun kesaksian Bapa. Selain itu, Ia menunjuk pada ‘para Domba yang mengikuti-Nya sebagai Gembala Agung’ untuk mendapat ‘hidup kekal’. Oleh sebab itu, sesungguhnya, cukup sudah bukti ungkapan yang menegaskan bahwa “Dialah Messias“. Hal itu sebenarnya merupakan bagian penting dalam seluruh Pewartaan Yesus Kristus. Yesus masih lebih jauh lagi: Ia juga menyatakan, betapa Ia bersatu dengan Allah Bapa. Seharusnya hal itu merupakan pembuktian penting. Namun kita tahu, bahwa justru hal itu pula, yang nantinya akan dipakai oleh musuh-musuh Yesus, untuk menunjukkan, bagaimana Yesus menodai keagungan Allah Bapa; dan karena itu akan menyebabkan Dia pantas dihukum mati. Namun pada bagian ini, tekanan baru sampai pada “Aku dan Bapa adalah satu”. MARILAH KITA MEMBARUI IMAN KITA: “TUHAN KAMI MENGIMANIMU BERSATU DENGAN BAPA”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Hak asasi: Kita berdoa bagi mereka yang mempertaruhkan hidupnya dengan memperjuangkan hak asasi di bawah kepemimpinan yang diktator, rezim otoriter dan bahkan negara demokrasi yang sedang krisis. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para petugas bidang kesehatan: Semoga para petugas medis dan para peneliti bidang kesehatan dikaruniai keutamaan untuk selalu waspada, siap sedia, serta rela menolong sesama, terlebih dalam situasi darurat kesehatan. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Perkenankanlah kami dilimpahi rahmat, seperti Santo Yoseph, untuk mengimani Sang Putera, yang diutus untuk memulihkan Kerajaan Allah, sampai menderita, Wafat dan Bangkit melampaui segala kenyamanan dunia. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s