Sengsara yang Membawa Kepada Kemuliaan

Renungan Harian Misioner
Selasa Pekan Paskah V, 04 Mei 2021
P. S. Gemma Galgani

Kis. 14:19-28; Mzm. 145:10-11,12-13ab,21; Yoh. 14:27-31a


Wejangan yang kita baca hari ini adalah salah satu dari serangkaian wejangan yang disampaikan Yesus setelah membasuh kaki para murid-Nya menjelang Ia beralih dari hidup di dunia ke hidup surgawi dengan maksud menyingkapkan tujuan hidup Yesus yang terdalam.

Ungkapan “Damai sejahtera bagimu” atau Shalom dalam Bahasa Ibrani merupakan sapaan yang lazim digunakan orang-orang Yahudi. Inilah warisan yang terutama yang ditinggalkan-Nya bagi kita. Suatu pesan dari Yesus sebagai Mesias yang mengandung arti: kesehatan jasmani, kebahagiaan dan kebebasan sempurna yang dimungkinkan karena Roh Kudus yang telah dijanjikan-Nya akan datang dan tinggal di dalam diri manusia yang percaya dan berharap pada-Nya. Damai sejahtera yang dikaruniakan ini meliputi suasana damai dengan Allah dan sesama yang dapat memperkaya jiwa untuk kekekalan dan dapat melenyapkan kegelisahan dan kegentaran hati. Damai sejahtera ini tidak dapat diberikan dunia yang berfokus pada soal tubuh dan waktu, bukan bersumber dari kedudukan, kekuasaan dan kekayaan, melainkan damai sejahtera yang berasal dari Kristus; damai sejahtera yang adalah Diri-Nya sendiri dan telah menjadikan kita manusia baru di dalam diri-Nya. Manusia baru yang memiliki ketenangan batin yang timbul dari rasa dibenarkan di hadapan Allah karena pengampunan yang kita terima dari-Nya (Ef. 2:14-15).

Nasihat itu disampaikan Yesus karena setelah Ia pergi, para pengikut-Nya akan menghadapi berbagai penderitaan demi mengembangkan Kerajaan Allah. Sebagaimana pengorbanan besar yang dialami oleh Paulus, semua orang yang percaya kepada Kristus akhirnya akan memasuki Kerajaan Allah dengan mengalami banyak sengsara, karena mereka hidup di dalam dunia yang bermusuhan dengan mereka. Mereka berhadapan dengan penguasa dunia, sehingga mau tidak mau harus ikut serta dalam peperangan rohani melawan dosa dan kuasa Iblis itu. Penderitaan mengiringi pemberitaan Injil dan bagi kita yang sungguh-sungguh menjalankan panggilan untuk bersaksi, maka penderitaan itu bukanlah penghambat kesaksian Injil. Kita yang dikasihi Allah, bersyukur atas segala yang dijadikan-Nya bagi kita. Teruslah mengumumkan kemuliaan kerajaan-Nya, memberitakan keperkasaan-Nya. Bertahanlah dalam pencobaan, dan berbahagialah sebab apabila kita sudah tahan uji, kita akan menerima mahkota kehidupan yang dijanjikan-Nya kepada siapa saja yang mengasihi Dia. Jangan takut terhadap apa yang harus engkau derita! Hendaklah engkau setia sampai mati, dan Tuhan akan mengaruniakan kepada kita mahkota kehidupan (Mzm. 145:10-12; Yak. 1:12; Why. 2:10).

Kita semua dipanggil untuk menyadari bahwa Roh Kudus hadir karena diutus oleh Yesus dan Allah Bapa. Ketika Yesus kembali kepada Bapa, Yesus pergi ke tempat di mana Dia (dan nanti kita juga) seharusnya berada. Tanpa kepergian Yesus, Roh Kudus tidak mungkin datang. Dengan kepastian penyertaan Allah melalui Roh Kudus, kita telah beroleh jaminan keselamatan kekal melalui karya sempurna Kristus di salib. Dan sebagai orang yang mengasihi Kristus, kita pun harus memikul salib kita, serta memberi diri kepada Kristus dengan sukarela. Setialah kepada Injil, pekalah akan keinginan jemaat, andalkan kuasa Allah, waspada terhadap Iblis, jadilah hamba Allah yang benar, dan alamilah perlindungan Allah senantiasa. Segala kesusahan-kesusahan ini jangan sampai menggoyangkan iman kita, sebab kita ditentukan untuk itu dan kita akan melewatinya untuk masuk ke dalam Kerajaan Allah (1Tes. 3:3). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggungjawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s