Berganda Hasil Dalam Kasih Kristus

Renungan Harian Misioner
Rabu Pekan Paskah V, 05 Mei 2021
Pesta S. Hilarius dr Aries

Kis. 15:1-6; Mzm. 122:1-2,3-4a,4b-5; Yoh. 15:1-8

Misi: Menjalankan Tradisi iman dan Hukum Agama sebagai jalan dan sarana yang dapat menghantar kita mencapai Sumber Keselamatan Kekal yakni Kristus.

Ketika banyak orang sedang berjuang mencari kekuatan khusus sebagai misal menomorsatukan harta, jabatan dan kuasa untuk meraih kesuksesan dan popularitas, justru penegasan iman kita melalui Sabda Tuhan hari ini mengajak kita agar tetap berpegang pada sumber keselamatan kita yakni Kristus.

Sabda Tuhan melalui Kisah Para Rasul hari ini mengisahkan sebuah ketidaksepahaman di antara para Rasul dalam mewartakan keselamatan, karena ada kelompok para Rasul yang mengedepankan peran hukum Musa serta tradisi Yahudi sebagai syarat untuk menjadi pengikut Kristus. Sementara Rasul Paulus dan Barnabas lebih melihat karya luar biasa Allah dalam Diri Kristus untuk memberi keselamatan kekal, bukan karena tradisi, budaya ataupun hukum iman.

Ketika itu para murid Yesus berada dalam dilema tentang keselamatan bagi kaum non-Yahudi yang baru saja bertobat. Haruskah mereka mengikuti tradisi Yahudi dan Hukum Musa yakni tradisi persunatan agar diselamatkan? Rasul Paulus dan Barnabas justru memberi kesaksian tentang karya Allah yang begitu agung di tengah-tengah orang non-Yahudi. Bagi Rasul Paulus, orang-orang non-Yahudi pun telah menerima Roh Kudus. Maka hukum Musa dan tradisi Yahudi bukanlah sebagai sumber keselamatan melainkan sarana dan cara untuk tiba pada sumber keselamatan yakni Yesus Kristus.

Teks Injil Yohanes yang kita dengar hari ini memberikan jawaban kepada para muridNya dan kita semua tentang Yesus yang adalah pokok keselamatan. Yesus memberikan alegori tentang pokok anggur dan ranting-rantingnya. Dia mengundang para murid-Nya untuk tinggal di dalam Dia. Yesus menegaskan bahwa para muridNya tidak akan mampu melaksanakan sesuatu pun oleh kemampuan mereka sendiri, kecuali mereka berada di dalam Dia, menyatukan diri dengan-Nya.

Yesus pun dengan jelas menunjukkan kepada kita bahwa bukan karena kesetiaan dan kepatuhan pada hukum dan tradisi tertentu maka kita akan diselamatkan melainkan ketegasan iman untuk tinggal di dalam Yesus dan menyatukan diri sepenuhnya dengan Yesus. Penegasan iman demikian artinya keterbukaan kita untuk mendengarkan, menyimpan, merenungkan, mengerti serta melaksanakan Sabda dan Perintah Yesus di dalam kehidupan kita sehari-hari. Di sinilah kita masuk dalam kehendak Allah, menyerahkan seluruh kehendak kita pada Allah, untuk dijernihkan dan dimurnikan agar kehendak kita selaras dengan kehendak Allah.

Menjadi murid Kristus yang menghasilkan buah berlimpah di tengah situasi dan realitas saat ini berarti menerima Kristus sebagai sumber kekuatan untuk meraih keberhasilan, mengakui Kristus sebagai pedoman untuk melakukan perbuatan-perbuatan baik yang bermanfaat bagi banyak orang.

Menjadi murid Kristus di tengah situasi sekarang adalah kesempatan untuk bersaksi bahwa kemajuan teknologi dan ilmu pengetahuan, budaya, tradisi, hukum, struktur sosial, kepandaian manusia, kelimpahan harta, jabatan serta kuasa hendaknya menjadi jalan dan sarana bagi kita untuk:
• melekatkan diri pada Kristus serta tinggal tetap dalam Kristus;
• melakukan segala sesuatu yang berguna bagi kepentingan banyak orang terutama mereka yang sedang membutuhkan pertolongan.

Semua yang ada pada kita digunakan di dalam Kristus untuk berpikir maju, baik dan benar, bercita rasa lembut dan penuh kasih, bertutur kata yang sederhana dan penuh persaudaraan, bertindak adil, jujur dan bijaksana.

Semoga kita boleh mengalami sukacita dan menghadirkan perbuatan-perbuatan baik kepada sesama karena kita tinggal di dalam Kristus dan Kristus di dalam kita. Amin.

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s