Kebencian Dunia Terhadap Para Murid YESUS

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Paskah V, 08 Mei 2021
P. S. Severinus

Kis. 16:1-10; Mzm. 100:1-2,3,5; Yoh. 15:18-21

Yesus adalah seorang Guru yang jujur. Kepada para murid-Nya Ia tidak hanya menjanjikan sukacita yang sejati, melainkan juga mengingatkan para murid-Nya akan risiko yang harus mereka alami, yakni dibenci oleh dunia. Ada beberapa alasan yang sangat mendasar mengapa dunia akan membenci mereka:

1.Dunia Tidak Mengenal Allah
Dunia yang dimaksud Yesus bukanlah dunia alam ciptaan yang sangat indah dan permai ini, melainkan kuasa kegelapan yang berinkarnasi dalam berbagai aspek kehidupan. Di dalam hati manusia: egoisme dan kerakusan. Di dalam relasi: iri hati dan kebencian. Di dalam kehidupan sosial: ketidakadilan. Di dalam sistem: ekslusivisme dan korupsi. Di dalam budaya: deskriminasi. Di dalam agama: kemunafikan. Di dalam ekologi: perusakan alam ciptaan demi keuntungan pribadi.

Dunia semacam ini yang dikatakan Yesus sebagai dunia yang tidak mengenal Allah. “Akan datang saatnya bahwa setiap orang yang membunuh kamu akan menyangka bahwa ia berbuat bakti bagi Allah. Mereka berbuat demikian karena mereka tidak mengenal baik Bapa maupun Aku” (Yoh. 16:2-3). Dalam permulaan Injilnya, St. Yohanes sudah menegaskan bahwa Ia telah ada di dalam dunia dan dunia pun dijadikan oleh-Nya, tetapi dunia tidak mengenal-Nya (Yoh. 1:10).

2.Proses Identifikasi
Identik adalah sama atau tidak berbeda. Proses identifikasi terjadi ketika seseorang menerapkan identitas individu yang satu pada individu lain, atau bahkan pada dirinya sendiri. Dalam Injil hari ini, Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa proses ini akan terjadi: “Jika dunia membenci kamu, ingatlah bahwa ia telah lebih dahulu membenci Aku”.
Sudah sejak awal hidup-Nya Yesus dibenci oleh Herodes Agung sehingga harus diungsikan ke Mesir oleh Yusuf dan Maria (Mat. 2:13-15). Dalam seluruh hidup dan karya-Nya, Ia mengalami berbagai macam bentuk kebencian dari para imam Yahudi, ahli Taurat dan orang-orang Farisi. Pada akhir hidup-Nya Ia pun berhadapan dengan: Hanas dan Kayafas, yang merupakan simbol dari pemimpin agama yang korup dan munafik (Yoh. 18:19-24, Mat. 26: 57-67) ; Herodes Antipas, simbol kekayaan dan kemuliaan duniawi (Luk. 23: 6-12); Pilatus, simbol pemimpin politik yang mengorbankan kaum lemah demi kekuasaan; dan akhirnya Ia berhadapan dengan rakyat banyak yang telah dimanipulasi oleh para pemimpin mereka yang jahat (Yoh. 18: 38-19:1).

Proses identifikasi menjadi kenyataan ketika orang-orang bertanya kepada Petrus: “Bukankah engkau juga seorang murid-Nya … bukankah engkau kulihat di taman itu bersama-sama dengan Dia” (Yoh. 18:25-26). Ketika Paulus, dalam keadaan rebah di tanah mendengar suara, bukan: “Saulus, Saulus mengapa engkau menganiaya para murid-Ku”, melainkan: “Saulus, Saulus, mengapa Engkau menganiaya Aku” (Kis. 9:4). Lebih jelas lagi, proses ini terjadi pada diri Maria yang diperingati hari ini sebagai Bunda dan Pengantara Rahmat. Dalam “Stabat Mater”, ia dilukiskan sebagai seorang Ibu yang berdiri di kaki salib dan meratapi Anak-nya yang sedang tergantung di sana.

3.Perbedaan
Tidak tahan terhadap perbedaan merupakan permulaan dari kebencian (Bdk. Kej. 4:5). Para murid berasal dari dunia, tetapi mereka dipilih oleh Yesus sendiri sebagai murid-Nya, dididik dalam pengajaran tentang nilai-nilai Kerajaan Allah. Memang dalam perjalanan waktu, mereka mengalami sendiri bagaimana kuasa kegelapan mulai memengaruhi mereka. Mereka masih bertanya siapa yang terbesar dalam Kerajaan Sorga. Yakobus dan Yohanes ingin menduduki tempat utama dalam Kerajaan-Nya. Petrus menyangkal-Nya dan Yudas mengkhianati-Nya. Namun setelah mengalami peristiwa kebangkitan-Nya dan dibekali dengan kuasa Roh Kudus, mereka menjadi manusia baru yang yang hidup seturut nilai Kerajaan Allah, dicintai banyak orang dan jumlah mereka semakin bertambah. Perbedaan inilah yang membuat dunia membenci mereka.

(RP. Anton Rosari, SVD – Imam Keuskupan Bogor)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s