Tuhan Berkenanlah Membuka Hati Kami!

Renungan Harian Misioner
Senin, 10 Mei 2021
P. S. Antonius

Kis. 16:11-15; Mzm. 149:1-2,3-4,5-6a,9b; Yoh. 15:26 – 16:4a

Menjelang Yesus kembali kepada Bapa-Nya, Ia memperingatkan murid-murid tentang dunia yang membenci Dia dan mereka yang percaya kepada-Nya. Nasib mereka tidak akan jauh berbeda dengan Sang Guru, karena dunia akan terus mengejar Kristus yang ada di dalam diri mereka dengan ancaman penganiayaan, bahkan pembunuhan. Yesus menasihati karena bahaya yang terbesar adalah iman yang goncang, kepercayaan dan kesetiaannya yang pupus, sehingga para murid menjadi murtad.

Maka Yesus menjanjikan Penghibur, yaitu Roh Kudus yang akan bersama-sama mengatasi segala kesusahan itu. Roh Kebenaran itu akan bersaksi tentang Kristus untuk mempertobatkan dunia, namun para murid juga harus bersaksi. Para murid, terutama mereka yang sejak semula berada bersama-sama dengan-Nya, secara khusus dipilih menjadi saksi kebangkitan Kristus. Roh Kudus akan memimpin mereka untuk bersaksi sesuai dengan kehendak Allah agar mereka tidak melakukan kesalahan dan mengandalkan pengetahuan mereka sendiri.

Roh Kudus yang diutus Yesus dari Bapa, adalah Roh yang sejak semula bersama-sama dengan Bapa, nafas hidup yang dihembuskan sehingga manusia menjadi makhluk hidup. Karena Pembaptisan, kita menjadi anak-anak Allah. Roh yang keluar dari Bapa melalui Anak, ialah Roh Anak yang disuruh Allah tinggal di dalam hati manusia (Gal. 4:6). Jadi, sejak semula kita diciptakan, kita telah bersama-sama dengan Dia menjalani kehidupan dalam persekutuan dengan-Nya melalui iman, pengharapan dan kasih, dan telah mengenal-Nya dengan baik lewat pergaulan dengan Injil-Nya, sehingga dapat bersaksi dengan mengatakan hal-hal yang terbaik tentang Allah karena kita mengalami-Nya sendiri.

Lidia, adalah seorang wanita penjual kain ungu yang dengan kesederhanaannya menyediakan waktu untuk beribadah di hari Sabat dan menyembah Allah sesuai dengan pengetahuan yang dimilikinya. Tuhan telah membuka hati Lidia sehingga ia memperhatikan Paulus yang memberitakan Injil, kemudian ia dan seisi rumahnya memberi diri untuk dibaptis. Perubahan terjadi di dalam hati. Hati Lidia tidak hanya tersentuh, tetapi juga terbuka. Karya pertobatan adalah pembaruan hati yang merupakan pekerjaan Allah. Kasih karunia Allah-lah yang membuat Lidia memberikan hatinya. Namanya dihormati dan dicatat dalam Kitab Suci, sehingga di mana pun Firman dibaca, kisah Lidia diwartakan juga.

Kita juga punya panggilan untuk bekerja, tetapi kita harus selalu menyediakan waktu untuk membangun relasi kita dengan Allah. Menyembah Allah saja tidak cukup. Kita juga harus percaya kepada Yesus, karena tidak seorang pun bisa menghampiri Allah sebagai Bapa selain melalui Dia (Yoh. 14:6). Bila hati kita belum bertobat, maka hati kita berada dalam keadaan tertutup, dan dikeraskan melawan Kristus. Ketika Kristus sedang berurusan dengan jiwa kita, Ia akan mengetuk pintu hati kita yang tertutup bagi-Nya (Why. 3:20). Jika pada akhirnya seorang pendosa tergerak untuk menerima Kristus, hatinya terbuka supaya Raja Kemuliaan itu masuk. Pikiran kita terbuka untuk menerima terang ilahi, kehendak kita terbuka untuk menerima hukum ilahi, dan perasaan kita terbuka untuk menerima kasih ilahi. Dan ketika hati terbuka bagi Kristus, telinga kita terbuka pada firman-Nya, mulut kita terbuka untuk berdoa, tangan kita terbuka untuk berbelas kasih, dan langkah kita diperluas untuk bersaksi tentang Injil dalam segala kesempatan. Kita tidak bisa mencatat nama kita dalam Alkitab, namun jika Allah membuka hati kita, nama kita akan tercantum di dalam kitab kehidupan, dan ini jauh lebih baik! (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s