Siapkan Diri Sambut Kehadiran Roh Kudus

Renungan Harian Misioner
Selasa, 11 Mei 2021
P. S. Ignasius Peis dr Lakoni

Kis. 16:22-34; Mzm. 138:1-2a,2bc-3,7c-8; Yoh. 16:5-11

Perpisahan selalu mendatangkan kesedihan atau duka yang mendalam bagi orang-orang yang ditinggalkan, atau pun sebaliknya. Perpisahan juga menunjukkan bahwa saat-saat kebersamaan itu akan berakhir, dan semua pengalaman kebersamaan hanya akan tinggal menjadi kenangan. Bacaan Injil hari ini mengungkapkan saat-saat Yesus mempersiapkan Para Rasul-Nya sebelum Ia meninggalkan mereka. Penginjil Yohanes menggambarkan perasaan Para Rasul pada saat itu. “Tetapi karena Aku mengatakan hal itu kepadamu, sebab itu hatimu berdukacita” (Yoh. 16:6). Yesus menyadari bahwa perpisahan akan mendatangkan kegelisahan, kesedihan, dan dukacita bagi para Rasul-Nya. Mengapa para Rasul masih berdukacita? Apakah mereka tidak mendengar nubuat yang disampaikan Yesus sendiri tentang penderitaan, wafat, dan kebangkitan-Nya, dan kemudian kembali kepada Bapa-Nya? Jelas bahwa Para Rasul telah mendengar nubuat tentang penderitaan-Nya, tetapi mereka tidak dapat menerimanya. Mereka masih menyangkal dan berharap bahwa nubuat tidak akan terjadi. Oleh karena itu, Yesus merasa perlu untuk mempersiapkan para Rasul dengan menjelaskan kepada mereka mengapa Ia harus pergi. “Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jika Aku tidak pergi, Penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jika Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu.” (Yoh. 16:7). Kita menyadari bahwa kepergian orang yang kita cintai terasa menyedihkan, tetapi dengan memahami alasan mengapa harus pergi, akan membantu kita untuk mengatasi rasa sakit karena kehilangan. Yesus menyadari ketergantungan para rasul pada diri-Nya, dan ketakutan mereka ketika Dia benar-benar meninggalkan mereka. Karenanya, Dia berusaha meyakinkan mereka bahwa kepergian-Nya adalah keuntungan bagi mereka yang tidak hanya bersifat sementara tetapi juga untuk jangka waktu yang panjang. Kepergian-Nya dan kemudian mengirimkan Roh Kudus akan membuat mereka menjadi lebih berani dan siap untuk memikul tanggung jawab yang Ia berikan, mewartakan Kabar Gembira kepada banyak orang.

Yesus juga menegaskan pentingnya kehadiran Roh Kudus yang dijanjikan-Nya itu. Pertama, kehadiran Roh Kudus memampukan kita untuk insaf akan dosa-dosa kita. “Kalau Ia datang, Ia akan menginsafkan dunia akan dosa”…”akan dosa karena mereka tetap tidak percaya kepada-Ku” (Yoh. 15:8-9). Dosa karena ketidakpercayaan kepada Yesus. Perjumpaan kita dengan Roh Kudus memampukan kita untuk menyadari dosa kita dan membarui iman kita akan Yesus. Dosa adalah gambaran ketidaklayakan manusia di hadapan Allah. Dengan bantuan Roh Kudus untuk menyadari kedosaan dan ketidaklayakan kita di hadapan Allah, maka rahmat keselamatan yang ditelah ditawarkan oleh Allah itu dapat terjadi. Tanpa menyadari bahwa kita adalah orang berdosa, maka kita tidak akan merasa membutuhkan seorang penyelamat.

Kedua, kehadiran Roh Kudus juga memampukan kita untuk mengetahui kebenaran yang sejati, yakni tentang Yesus Kristus. “…akan kebenaran, karena Aku pergi kepada Bapa, dan kamu tidak akan melihat Aku lagi” (Yoh. 15:10). Dengan kebangkitan-Nya, Yesus menunjukkan kepada kita bahwa Ia diutus oleh Bapa untuk karya penyelamatan, dan kini dengan kembali kepada Bapa menegaskan bahwa Ia dan Bapa adalah satu. Dalam kebangkitan-Nya juga, Yesus dibenarkan sebagai Anak Allah! Roh Kudus yang akan diutus-Nya membantu kita untuk memahami pribadi-Nya dengan lebih mendalam dan memberi kita karunia iman untuk mengenali keilahian-Nya, bahwa di dalam diri Yesus, Allah hadir secara utuh.

Ketiga, “…akan penghakiman, karena penguasa dunia ini telah dihukum” (Yoh. 16:11). Dengan kedatangan Roh Kudus, kita akan menyadari bahwa menolak Yesus berarti kita sudah dikutuk. Dengan menolak ajaran Yesus berarti kita telah memilih untuk tetap hidup dalam dosa, dan dengan menolak kehadiran Yesus, yang diutus Bapa untuk mengungkapkan kebenaran dan kasih-Nya kepada kita, maka kita telah memilih jalan penghakiman bagi diri kita sendiri, kita telah mengutuk diri kita sendiri. Penghakiman akan terjadi dan telah terjadi pada saat kita menolak Yesus. Dengan tidak menerima Yesus dalam hidup kita, berarti kita merampas kebenaran itu dari hidup kita. Pada akhirnya, bukan Allah yang menghukum kita, tetapi kita telah menghukum diri kita sendiri, karena kita memilih melawan Allah.

Dalam mempersiapkan diri merayakan kenaikan Tuhan dan Pentakosta, marilah kita memohon kehadiran Roh Kudus-Nya agar memampukan kita untuk mengakui keterbatasan dan kelemahan kita, semakin mengenal Yesus secara lebih mendalam sebagai utusan Bapa, dan memotivasi kita untuk hidup secara benar sesuai ajaran Yesus sendiri dan menjadi pewarta kebenaran yang tangguh seperti Paulus dan Silas. Dengan terang Roh Kudus, kita pada akhirnya memilih jalan kehidupan, hidup bersama Allah sendiri!

(RP. Gabriel Joseph, CSsR – Imam di Manila)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s