Aku Telah Mengalahkan Dunia!

Renungan Harian Misioner
Senin Paskah VII, 17 Mei 2021
S. Paskalis Baylon

Kis 19:1-8; Mzm. 68:2-3.4-5ac.6-7ab; Yoh 16:29-33

Ketika Yesus mengajar para murid-Nya, Ia kerap berbicara dalam perumpamaan-perumpamaan dan kisah-kisah singkat untuk menggambarkan atau menjelaskan seperti apa Kerajaan Allah, dan bagaimana kekuatan Allah dapat mengubah dan memperbarui hidup kita untuk menjadi seperti diri-Nya. Perumpamaan-perumpamaan dan kisah-kisah singkat dimaksudkan untuk membuat para murid-Nya berefleksi dan berpikir mengenai kebenaran-kebenaran spiritual yang terdalam, karena Yesus memang menghendaki agar para murid memahami dan menerima pengajaran-Nya.

Sekarang Yesus mulai berbicara dengan terus terang kepada para murid mengenai misi dan tujuan Ia diutus ke dalam dunia. Yesus diutus ke dalam dunia bukan untuk menghakimi dunia, melainkan untuk menyelamatkan dunia (Yoh. 3:17). Para murid mengakui kepercayaan mereka akan Yesus bahwa Ia sungguh-sungguh datang dari Allah dan mengajar sebagai orang yang memiliki pengetahuan yang utuh akan Allah: “Karena itu kami percaya, bahwa Engkau datang dari Allah.” (Yoh. 16:30). Bagi para murid, saat itu sudah datang, tetapi Yesus mengetahui bahwa Dia masih harus disalibkan sebelum saat itu terjadi. Yesus sepertinya meragukan dan mempertanyakan iman para murid-Nya: “Percayakah kamu sekarang?” (Yoh. 16:31). Yesus memang rindu supaya para murid-Nya percaya, tetapi Dia juga tahu bahwa iman mereka masih sangat kurang. Tanggapan Yesus terhadap pengakuan iman para murid menunjukkan bahwa Ia mengenal mereka sepenuhnya dan memahami mereka dengan baik. Yesus dapat membaca hati mereka seperti membaca sebuah buku. Ia mengetahui kelemahan-kelemahan dan juga kekuatan-kekuatan mereka.

Meski para murid percaya diri, Yesus mengingatkan mereka bahwa mereka akan mengalami pencobaan dan akan gagal. Dia tahu mereka akan melarikan diri dan meninggalkan-Nya ketika Dia ditangkap dan dihukum mati di salib. Namun, Yesus juga tahu bahwa meski para murid akan mengkhianati dan meninggalkan-Nya, Ia tidak sendirian: “Aku tidak seorang Diri, sebab Bapa menyertai Aku” (Yoh. 16:32). Dengan mengatakan demikian, Yesus hendak memberi jaminan kepada para murid supaya mereka jangan takut. Sebaliknya, para murid akan beroleh damai sejahtera dalam diri-Nya. Yesus tahu bahwa para murid-Nya akan tercerai-berai masing-masing ke tempatnya sendiri dan mereka akan meninggalkan-Nya seorang diri. Yesus tahu pula bahwa selama di dunia para murid-Nya akan menderita penganiayaan sebagaimana yang akan dialami-Nya. Yesus tidak hanya mengingatkan para murid akan kelemahan iman mereka dan memberitahu penderitaan yang bakal mereka alami selama di dunia ini, tetapi Yesus juga menghibur dan memberikan kekuatan kepada mereka: kuatkanlah hatimu! (Yoh. 16:33). Yesus tidak ingin para murid-Nya berkecil hati dan menyerah karena kelemahan itu dan karena “kekalahan Yesus dalam sengsara-Nya”. Sebab itu, Yesus menegaskan: “Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33). Yesus meyakinkan kembali para murid akan damai-Nya, cinta-Nya yang tak pernah gagal, dan kemenangan-Nya atas dunia yang merupakan oposisi kekuasaan Allah. Perkataan Yesus: “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” menjadi kekuatan yang luar biasa bagi para murid dan Gereja Perdana sekaligus membuktikan bahwa Yesus memang telah mengalahkan dunia. Rasul Paulus memberi kesaksian: “Dalam segala hal kami ditindas, namun tidak terjepit; kami habis akal, namun tidak putus asa; kami dianiaya, namun tidak ditinggalkan sendirian, kami dihempaskan, namun tidak binasa” (2Kor. 4:8-9).

Apa makna perkataan Yesus bagi kita saat ini? Yesus berbicara kata-kata yang sama meyakinkan akan cinta abadi, kesetiaan dan kemenangan kepada kita para pengikut-Nya saat ini: “Aku tak pernah akan gagal demi kamu”. Ketika kita mungkin lupa Tuhan dan meninggalkan-Nya, Ia tidak pernah melupakan kita dan tidak pernah gagal untuk datang menolong kita. Yang dituntut dari kita adalah ketika kita mengalami pencobaan dan penderitaan, kita mencari Tuhan Yesus serta menaruh kepercayaan penuh terhadap bantuan dan belaskasih-Nya. Demikian pula, ketika kita tidak dapat menghindari rasa sakit dan penderitaan yang datang dalam kehidupan kita, Tuhan Yesus meyakinkan kita bahwa Dia telah mengalahkan dunia yang berusaha menjauhkan kita dari kehadiran-Nya yang menyelamatkan dan menyembuhkan kita. Yesus berjanji untuk menuntun kita dengan aman melewati berbagai pencobaan dan kesulitan kita. Tuhan Yesus menganugerahkan kita Roh Kudus yang memperkuat kita dengan iman, keberanian dan ketahanan untuk tetap berada di jalan yang telah Ia siapkan untuk kita. Roh Kudus memenuhi kita dengan suatu hidup yang penuh harapan dalam kekuatan kebangkitan Kristus (1Ptr. 1:3) dan meyakinkan kembali hati kita dengan suatu keyakinan diri akan kehadiran-Nya yang kekal.

Tak ada sesuatu pun yang dapat memisahkan kita dari kasih Kristus: “Siapakah yang akan memisahkan kita dari kasih Kristus? Penindasan atau kesesakan atau penganiayaan, atau kelaparan atau ketelanjangan, atau bahaya, atau pedang?” (Rm. 8:35). Siapakah yang akan memisahkan kita kemenangan yang telah Dia peroleh bagi kita? Roh Kudus memberikan kita kekuatan dan keberanian yang kita butuhkan untuk mengatasi setiap kesulitan serta untuk bertekun dalam iman dan harapan akan Allah. Oleh karena itu, ketika kita mengalami penolakan, fitnah, penindasan, penganiayaan, dan berbagai kesulitan karena iman kita akan Yesus dan karena ajaran-Nya yang kita hayati dengan sungguh-sungguh, kita mesti selalu ingat perkataan Yesus yang menjadi sumber kekuatan dan energi spiritual bagi kita: “Kuatkanlah hatimu, Aku telah mengalahkan dunia” (Yoh. 16:33).

(RP. Silvester Nusa, CSsR – Dosen STKIP Weetebula, NTT)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s