Kesatuan Misi antara Bapa, Anak dan Roh Kudus

Renungan Harian Misioner
Minggu, 23 Mei 2021
HARI RAYA PENTAKOSTA
Kis. 2:1-11; Mzm. 104:1ab,24ac,29bc,-30,31,34; Gal. 5:16-25; Yoh. 15:26-27; 16:12-15.

Setelah makan-bersama dalam Perjamuan Terakhir, Yesus langsung berbicara tentang tugas para Murid. Sebelum Dia pergi, Yesus mewarisi apa yang sampai saat itu menjadi tugas dan misi-Nya sendiri, yaitu: mewahyukan Bapa. Memperkenalkan Bapa, rencana dan kehendak-Nya kepada dunia. Penginjil Yohanes memakai kata-kunci “bersaksi”. Menjadi saksi tidaklah mudah: perlu mata yang sudah melihat, telinga yang sudah mendengar, dan keberanian untuk mengatakan yang benar. Bersaksi bukanlah propaganda kata ataupun dakwah agama, melainkan berbagi pengalaman perjumpaan dengan Tuhan, apapun risikonya. Hidup Yesus menjadi buktinya: Ia membagi pengalaman kasih-Nya dengan Bapa kepada dunia, sampai wafat-Nya. Tugas mulia ini tentu saja tidak mudah! Bagaimana mungkin menerima misi untuk menjadi saksi, dalam suasana pisah nan sedih. Para murid butuh peneguhan dan jaminan. Dalam konteks itulah, Yesus menjanjikan Sang Penolong dan Roh Kebenaran.

Pertama, Roh Kudus adalah “sang Penghibur”. Dalam Yohanes 14:16, Parakletos diterjemahkan dengan “Penolong”. Dalam injil Yohanes, Roh Kudus minimal punya tiga peran utama, sebagai: Saksi tentang Yesus, Guru dan Pendamping para murid, serta Penuntut terhadap dunia. Dalam ayat ini, Parakletos lebih dekat dengan konsep advokat atau penasihat/pembela hukum. Tugas-Nya adalah membela, mendampingi dan memberikan nasihat dalam tugas kita sebagai saksi Kristus. Dalam arti itulah, kedatangan Roh Kudus sungguh menghibur kita. Yesus menjamin: kendati Ia pergi, kita tidak akan pernah sendirian bersaksi. Selalu ada Roh Kudus yang mendampingi, menolong, menghibur, menasihati dan membimbing kita.

Kedua, Roh Kudus adalah “roh Kebenaran”. Dalam injil Yohanes, “kebenaran” bukan berarti ajaran yang benar (secara intelektual) atau cara-hidup yang lurus dan benar (secara moral). Kebenaran adalah Yesus sendiri yang sudah menegaskan “Akulah jalan, dan kebenaran dan hidup” (Yoh. 14:6). Yesus adalah “kebenaran” sebab Dialah yang menyingkapkan misteri kasih Allah kepada dunia, lewat perkataan dan tindakan-Nya, yang berpuncak pada wafat dan kebangkitan-Nya. Setelah Yesus kembali kepada Bapa, tugas ini dilanjutkan-Nya lewat Roh Kudus. Ia akan memandu dan membimbing kita ke dalam pemahaman dan pengenalan yang semakin mendalam akan Allah Bapa. Tetapi Roh Kudus tidak memberikan pewahyuan yang baru, seakan-akan yang diwahyukan oleh Yesus belum lengkap! Roh Kudus “tidak akan berkata dari diri-Nya”. Ia hanya meneruskan “segala sesuatu yang didengar-Nya” (ay. 13) dan “apa yang diterima-Nya” dari Yesus (ay. 14 dan 15b). Di sini ditegaskan kesatuan misi antara Bapa, Anak dan Roh Kudus. Yesus meneruskan apa yang didengar-Nya dari Bapa, Roh Kudus meneruskan apa yang didengar-Nya dari Yesus itu dalam diri kita. Karena itu, Yesus menjanjikan bahwa Roh Kudus “akan memberitakan kepadamu hal-hal yang akan datang” (ay. 13). Lewat kitalah, Roh Kudus “memberitakan kembali” pewartaan Yesus. Ia akan mendampingi kita untuk mengaktualkan kata-kata Yesus dalam pengalaman dan konteks yang baru. Ia membuat pewartaan kita menjadi bermakna, aktual dan menghidupkan. Itulah makna dan dampak kebangkitan Yesus bagi kita, itulah Pentakosta kita.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s