Apakah Kita Sungguh Menjadi Anak-Anak Bunda Maria?

Renungan Harian Misioner
Senin, 24 Mei 2021
PW. SP MARIA BUNDA GEREJA

Kej 3:9-15, 20 atau Kis 1:12-14; Mzm 87:1-2,3,5,6-7, R:3; Yoh. 19:25-34

BACAAN PERTAMA: Kej. 3: 9-15.20
Nas ini dipergunakan untuk menggarisbawahi pengakuan, bahwa peran Penebus dunia sudah digariskan sejak Kitab Kejadian, yaitu sesudah dosa pertama dilakukan oleh Adam dan Hawa. Dengan demikian, kasih Allah yang diperlihatkan pada Penciptaan tidaklah begitu saja hilang karena pengkhianatan manusia. Allah yang Maharahim sudah nampak sejak awal mula; dan bukan karena permintaan manusia atau karena laku puasa atau apa pun, yang dilakukan manusia. Jadi Allah Mahakasih tanpa batas. Hal itu dipadukannya dengan cinta kasih manusia, sebagaimana nampak dalam diri Ibu, yang dijanjikan-Nya akan memberi Anak, yang membersihkan noda dosa. Dengan demikian juga kelihatan, bahwa kasih Penciptaan akan berpadu dengan kasih Penebusan. Betapa besar cinta kasih Allah kepada manusia, melalui manusia dan demi kasih sayang-Nya kepada manusia pula.

Refleksi: siapkah kita menyambut cinta kasih Allah melalui kasih sayang saudari-saudara kita? Marilah kita mengimani, bahwa penyelamatan manusia dari dosa sudah sejak awal mula merupakan tanda kasih Allah, bukan jasa manusia.

BACAAN KEDUA: Kis. 1:12-14
Tatkala manusia diciptakan secara baru dengan Kebangkitan Sang Putera, umat manusia diundang kembali untuk menyatukan diri kepada Keluarga Allah. Undangan itu nampak dalam paguyuban yang dibangun ketika Sang Putera menyatu dengan Bapa kembali; tatkala Bunda Sang Putera menemani para Murid Kristus di Ruang Perjamuan, tempat Sang Kristus mewariskan Tanda Kasih, yang menyebabkan-Nya senantiasa hadir di tengah para murid-Nya dalam cinta Bunda-Nya pula. Suasana doa mau memperlihatkan, bahwa Bunda Maria menyatukan murid-murid Kristus, yaitu Gereja-Nya, bukan hanya dengan afeksi manusiawi belaka, tetapi terutama sebagai Persaudaraan dalam Sang Putera.

BACAAN INJIL: Yoh. 19:25-34
Kita semua mensyukuri cinta kasih Tuhan Yesus, yang secara lahir-batin menyatu dengan umat-Nya, termasuk Bunda-Nya. Persatuan itu mengenakan relasi, yang mengangkat cinta kasih “Ibu – Anak” manusiawi, menjadi-satu dengan Pemberian Diri Sang Penebus di Salib. Dalam diri Yohanes Pembaptis, kita diberi Bunda-Nya; dalam diri Maria, kita diberikan kepada Bunda-Nya. Oleh sebab itu, tradisi persahabatan yang memercayakan Ibu kepada sahabat-sahabat, yang ditinggal apabila seseorang dipanggil Allah Bapa, di sini diangkat menjadi “Maria Bunda Gereja”. Sepantasnyalah kita mensyukuri cinta kasih Tuhan Yesus Kristus, dengan ungkapan cinta di Salib ini; seyogianya kita menjunjung tinggi Maria, secara lahir-batin menjadi Bunda pribadi kita dan seluruh komunitas gerejawi.

Refleksi: apakah kita sungguh menempatkan diri sebagai anak dari Bunda Maria, dan bukan hanya selalu meminta-minta saja melalui Maria, Pengantara Rahmat? Apakah kita benar-benar berusaha menunjukkan bakti sejati kepada Bunda Maria, secara pribadi maupun sebagai komunitas murid-murid Kristus, Gereja-Nya? Apa sajakah tanda-tanda dan sarananya? Doakan “Salam Maria dengan sepenuh hati”.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Dunia Keuangan: Marilah kita berdoa bagi mereka yang bertanggung jawab dalam keuangan agar bekerja sama dengan pemerintah untuk mengatur bidang keuangan dan melindungi warga dari bahaya. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para buruh: Semoga pemerintah dan pengusaha dapat segera menemukan jalan untuk mengatasi krisis pengangguran dan berusaha untuk sedapat mungkin mencegah terjadinya Pemutusan Hubungan Kerja. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah menjadikan Santo Yoseph pelindung para pekerja kami, sehingga mampu melaksanakan tugas mereka dalam keluarga dan masyarakat luas, sehingga menemukan kebahagiaan dalam tugas mereka. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s