Siap Menjadi Saksi Iman?

Renungan Harian Misioner
Selasa, 01 Juni 2021
P. S. Yustinus

Yeh. 17:22-24; Mzm. 92:2-3,13-14,15-16; 2 Kor. 5:6-10; Mrk. 4:26-34.

Peringatan St. Yustinus Martir, seorang saksi iman, dari zaman Gereja Perdana. Di abad 21, masih ada peluang untuk menjadi saksi iman, baik sampai mati dibunuh karena iman, maupun dengan mengorbankan sebagian diri maupun harta karunia Tuhan. Siap?

BACAAN PERTAMA – TOBIT 2:9-14:
Tobit kurang mempercayai isterinya, berkaitan dengan hewan, yang diberikan orang kepadanya, karena pekerjaan baik yang dilakukan oleh wanita itu. Barangkali dapatlah kita belajar dari peristiwa itu, bahwa keutamaan tidak begitu saja sama dengan matiraga atau puasa atau sekedar mengorbankan uang. Menjadi martir, juga tidak begitu saja sama dengan ‘menderita sakit, mengalami lapar, menanggung bahaya maut’ tetapi dalam semuanya itu perlu ada isi mendalam, yaitu ‘kepercayaan’, yang pada ujung akhirnya ada ‘iman’, yaitu kepercayaan kepada Allah. Itulah sebabnya, mengapa tidaklah seyogianya kita menyamaratakan saja ‘kemartiran dengan penderitaan atau penyiksaan’, tetapi harus memandangnya dari ‘cermin cinta Allah, yaitu bahwa “di dalamnya harus ada kepercayaan dan iman, yang berpadu dengan mensyukuri cintakasih Allah, yang membersihkan dosa-dosa kita”. Intisari dari kemartiran Santo Yustinus adalah “kepercayaan dan iman kepada Allah yang berbelaskasih kepada kita semua”.

REFLEKSI KITA: sebagaimana orang-orang Yahudi perlu berjaga-jaga, jangan sampai melakukan perintah Musa dengan menjalankan huruf-huruf Taurat saja; tanyailah diri sendiri, sejauh manakah matiraga dan puasa serta pengajaran kita lebih merupakan pameran ‘jasa kita’ ataukah benar-benar merupakan ungkapan iman kepada Allah, yang mencintai kita, sehingga kita benar-benar menjadi saksi Kasih Allah.

BACAAN INJIL – MARKUS 12:13-17:
Sudut pandangan, yang dipergunakan oleh orang Farisi dan Herodian dalam menjebak Yesus, adalah menggunakan sentimen politis dan budaya: memancing pandangan orang-orang yang menanti-nantikan Mesias Politis, yang mencari pemenuhan harapan, bahwa anak cucu Abraham dibebaskan oleh Mesias Politis itu berupa kemerdekaan dari Raja Asing, entah Herodes, entah Kaisar Romawi. Untuk menjawabnya, Yesus mengajak para murid untuk tidak terjebak pada kemunafikan politis atau ketumpulan budaya, sehingga Dia dapat dijerumuskan pada ‘sebutan anti nasionalisme atau pro-penjajah’ dan ‘toh sekaligus juga setia kepada panggilan rohani’, yang ditugaskan Bapa, kepada Sang Putera, di tengah ‘Anak cucu Daud, yang memang menjadi kancah kehidupan Yesus dalam Menjelma. Kesediaan membayar pajak tidaklah bertentangan dengan bakti sepenuh hati kepada Yang Ilahi.

REFLEKSI KITA: siapkah kita menyambut pengutusan Allah untuk menjadi saksi-Nya dengan seluruh diri kita (termasuk sepenuhnya menjadi bagian nusa-bangsa, dan juga cerdas menemukan perpaduan bakti sesama dan Bakti Ilahi)? Marilah kita siap untuk menjadi putera/i Pertiwi dari Yang Ilahi.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keindahan Perkawinan: Marilah kita berdoa bagi kaum muda yang sedang mempersiapkan perkawinan dengan dukungan komunitas Kristiani: semoga mereka bertumbuh dalam cinta, dengan kemurahan hati, kesetiaan dan kesabaran. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pegiat dan pengguna media sosial: Semoga semua pegiat dan pengguna media sosial dikaruniai keutamaan untuk dapat terus berkreasi menebarkan hal-hal positif dan terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berkenanlah memberi kami hati, seperti Hati Putera dari Bapak Yoseph, untuk mengambil bagian secara tulus dalam membangun Paguyuban Umat Beriman dalam keluarga-keluarga dan komunitas-komunitas kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s