Identitas Murid-Murid Kristus

Renungan Harian Misioner
Selasa, 08 Juni 2021
P. S. William

2Kor. 1: 18-22; Mzm. 119:129,130,131,132,133,135; Mat. 5:13-16

Ketika mengutus murid-murid-Nya untuk pergi memberitakan Injil, Yesus menyatakan bahwa mereka adalah garam dunia. Mereka bukan diminta hanya menggarami, karena tujuan mereka bukan untuk mendapat pujian pribadi. Meski jumlah mereka kecil, pernyataan bahwa mereka adalah garam dunia membesarkan hati mereka; sebab garam yang sedikit saja, tidak kelihatan namun dapat menyedapkan rasa dan mengawetkan seluruh masakan, seperti Injil yang diwartakan memberi rasa kehadiran Kristus dalam hidup dan mencegah manusia membusuk karena kebobrokan dunia. Mewartakan Injil dan melayani hendaknya seperti segenggam garam yang disebarkan, justru semakin memperluas daerah jangkauan mereka. Setiap pewarta hendaklah selalu mempunyai garam dalam dirinya, tidak hambar dalam berkata-kata dan senantiasa penuh kasih, sehingga pengetahuan akan Kristus membawa pada perjanjian garam, perjanjian kekal, yaitu ketetapan untuk selama-lamanya di hadapan Tuhan bagi semua yang percaya serta bagi keturunannya (Kol. 4:6; Mrk. 9:50; Bil. 18:19).

Siapa saja yang menjadi garam, memperoleh identitas sebagai murid Kristus, orang-orang Kristiani yang adalah anak-anak terang di dalam Tuhan, di dalam-Nya kita dipenuhi Api Kasih-Nya sehingga dapat menjadi pelita yang menerangi kehidupan orang-orang yang berada di dalam kegelapan maut. Para murid adalah anak-anak Allah yang bercahaya seperti bintang-bintang penerang, rekan sekerja Sang Terang Dunia itu sendiri. Melalui pemberitaan Firman, tampak terang kebenaran yang membuat mata orang tertuju kepada-Nya. Firman yang tersingkap memberi terang dan pengertian kepada orang lain dengan kesaksian cara hidup yang baik, nasihat yang bijak, memberikan semangat dan penghiburan bagi sesama lewat tutur kata yang lemah lembut, penuh kasih dan ketulusan hati (Ef. 5:8; Flp. 2:15; Yoh. 8:12).

Ketika Paulus mengubah jadwal kunjungannya ke Korintus, sebagian jemaat menganggapnya telah ingkar janji, sehingga mereka meragukan kerasulannya. Lewat suratnya Paulus dapat dengan berani dan jujur menjelaskan hal itu karena dia yakin bahwa jemaat masih berpandangan baik tentang dirinya dan masih mempercayainya. Dia menegaskan ketulusan niatnya mengunjungi mereka karena kekuatan kasih karunia Allah dan tindakannya itu tidak serampangan seturut kehendaknya sendiri. Paulus tidak ingin jemaat menganggap Injil yang disampaikannya itu juga dianggap salah dan tidak pasti, bahkan tidak sesuai dengan kebenaran. Untuk menegaskan hal itu, Paulus menyampaikan adanya saksi-saksi lain yang sepakat bahwa Allah yang mereka beritakan itu adalah Allah yang setia dan kekal, yang di dalam Kristus semua janji-Nya adalah ‘ya’ dan ‘amin.’

Sebagai rasul Kristus, kita harus menyesuaikan diri dengan karakter Allah yang setia dan kekal. Semua rencana pelayanan pewartaan kita harus melibatkan doa dan pemikiran yang matang. Walau selalu saja ada tantangan yang berusaha meredupkan cahaya kita dan menggagalkan fungsi kita sebagai garam, ingatlah bahwa Allah yang memimpin setiap langkah kita. Rencana yang terbaik adalah ketika kita terus-menerus peka akan kehendak Allah dalam menjalankan perintah dan perubahan-Nya, dengan demikian maka Tuhan nyata dalam hidup kita dan kesaksian ini menyehatkan iman sesama kita.

Dengan menjadi garam dan terang kita membawa orang-orang yang berjumpa dengan Kristus ke dalam suatu keyakinan bahwa Yesus bukan sekedar nama, tetapi juga harus mengakui dan tinggal di dalam-Nya sehingga menjadi saksi-saksi yang penuh kuasa, yang merasa dan melihat bahwa Allah adalah Bapa semua orang dan kita semua memuliakan Allah Bapa di dalam segala sesuatu karena Yesus Kristus (1Ptr. 4:11). (ek)

(Antonius Ekahananta – Awam Katolik Pengajar Misi Evangelisasi)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keindahan Perkawinan: Marilah kita berdoa bagi kaum muda yang sedang mempersiapkan perkawinan dengan dukungan komunitas Kristiani: semoga mereka bertumbuh dalam cinta, dengan kemurahan hati, kesetiaan dan kesabaran. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pegiat dan pengguna media sosial: Semoga semua pegiat dan pengguna media sosial dikaruniai keutamaan untuk dapat terus berkreasi menebarkan hal-hal positif dan terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berkenanlah memberi kami hati, seperti Hati Putera dari Bapak Yoseph, untuk mengambil bagian secara tulus dalam membangun Paguyuban Umat Beriman dalam keluarga-keluarga dan komunitas-komunitas kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s