Allah Turun Tangan, Jika Kita Bersedia Lepas Tangan!

Renungan Harian Misioner
Minggu, 13 Juni 2021
HARI MINGGU BIASA XI

Yeh. 17:22-24; Mzm. 92:2-3,13-14,15-16; 2 Kor. 5:6-10; Mrk. 4:26-34.

Di bawah penjajahan Roma, kebanyakan orang Yahudi mengharapkan seorang Mesias yang membebaskan dan memerdekakan mereka secara sosial-politik. Itulah tanda nyata bahwa TUHAN mereka berkuasa dan memerintah, sebagaimana dahulu kala. Kebanyakan murid Yesus juga mengharapkan Yesus sebagai Mesias politis seperti itu. Tidak mudah mengubah pola pikir dan settingan yang sudah membeku. Maka, dengan pelbagai cara Yesus menjelaskan dan menghadirkan Kerajaan Allah yang berbeda. Manusia harus diyakinkan bahwa Kerajaan Allah itu berasal dari Allah, bukan dari manusia ataupun agama! Allah memerintah dunia dan manusia dengan cara-cara yang mengejutkan dan tak terduga. Beberapa segi dari misteri itulah yang Yesus jelaskan dengan bantuan dua perumpamaan kecil dari dunia pertanian, konteks nyata para pendengar-Nya.

Perumpamaan pertama tentang benih (ay. 26-29). Perhatikan bahwa si petani hanya aktif di awal dan di akhir: waktu menabur dan saat menyabit/menunai. Di antara dua titik ini, si petani pasif. Ia tidur dan bangun, tanpa menyadari apa yang terjadi. Justru benihlah yang aktif bertumbuh “dengan sendirinya”. Ini pesan pertama: Allah turun tangan, jika kita bersedia lepas tangan! Bukan berarti kita apatis atau bermalasan, tetapi karena kita percaya bahwa Allah tengah aktif dan bekerja. Hanya satu tugas Anda dan Saya: teruslah menabur benih Firman-Nya. Benih Kerajaan Allah yang Yesus wartakan dan kita lanjutkan itu pasti bertumbuh dengan sendirinya. Pertumbuhan itu di luar kontrol dan pemahaman kita. Tak seorang manusia pun mampu memperlambat atau mempercepat proyek Allah! Saat panenpun bukanlah urusan kita. Itu pesan kedua. Benih yang sudah matang itulah yang menentukan kapan saatnya ia harus dipanen. Ini jelas dari frasa “apabila buah itu sudah cukup masak” (ay. 29a), yang secara harfiah berbunyi: “apabila buah mengizinkannya”. Masa tuaian tidak ditentukan oleh perhitungan dan kalkulasi manusia, tetapi oleh buah itu sendiri. Manusia hanya dapat menunggu dengan berharap dan percaya bahwa Kerajaan Allah itu akan sepenuhnya terjadi.

Perumpamaan kedua menekankan segi yang lain (ay. 30-32). Biji sesawi sebesar satu milimeter dapat menjadi pohon setinggi dua-tiga meter. Benih Kerajaan Allah di dunia ini tampaknya kecil dan sepele. Tetapi sekali ditanam di tanah yang baik, ia akan bertumbuh menjadi besar dan mampu menaungi semua orang yang menyambutnya. Ini pesan ketiga: janganlah kita takut karena berstatus minoritas di tengah agama lain atau dunia mayoritas yang semakin sekular. Tidak perlu kecewa karena pewartaan yang ‘kurang berhasil’ secara kuantitatif. Ketidakpahaman, penolakan bahkan kegagalan dalam pewartaan kita adalah bagian dari kesuksesan Allah sendiri di akhir. Ketika Anak-Nya dahulu ditolak oleh mayoritas agama Yahudi, Injil-Nya justru terbuka dan menyebar ke pelbagai suku dan agama lain. Hal yang sama berlaku untuk anak-anak-Nya sepanjang zaman. Kelambanan orang untuk menerima, ketidakpahaman mereka untuk mengerti, bahkan penolakan manusia atas pewartaan kita pastilah mempunyai fungsi dan maksud dalam karya besar Allah, yang akan Dia sendiri sempurnakan.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keindahan Perkawinan: Marilah kita berdoa bagi kaum muda yang sedang mempersiapkan perkawinan dengan dukungan komunitas Kristiani: semoga mereka bertumbuh dalam cinta, dengan kemurahan hati, kesetiaan dan kesabaran. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pegiat dan pengguna media sosial: Semoga semua pegiat dan pengguna media sosial dikaruniai keutamaan untuk dapat terus berkreasi menebarkan hal-hal positif dan terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berkenanlah memberi kami hati, seperti Hati Putera dari Bapak Yoseph, untuk mengambil bagian secara tulus dalam membangun Paguyuban Umat Beriman dalam keluarga-keluarga dan komunitas-komunitas kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s