Dia Mengetahui Keadaan Kita

Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan XI, 19 Juni 2021
P. S. Romualdus

2Kor. 12: 1-10; Mzm. 34:8-9,10-11,12-13; Mat. 6:24-34

Beberapa tahun lalu, saya membaca sebuah tulisan tentang filsafat dan spiritualitas orang Jepang tentang Wabi-Sabi (the beauty of imperfection). Wabi-Sabi adalah filsafat dan atau spiritualitas untuk melihat keindahan, kebaikan dan kekuatan dari dan dalam ketidaksempurnaan, ‘kelemahan’, ketidakabadian kita dll. Pandangan ini mengajak penganutnya untuk melihat dan menikmati dan memaknai apa yang ada sekarang, tanpa harus menyesalkan apa yang sudah terjadi dan mengharapkan yang berlebihan di kemudian hari.

Bacaan-bacaan suci hari ini mengatakan kepada kita bahwa Allah mengerti dan mengetahui keadaan kita. Sebagai Sang Pencipta, Dia mengetahui dengan sangat baik kondisi; kelebihan dan kelemahan dari semua ciptaan-Nya. Dalam bacaan pertama, Rasul Paulus dalam menjawab para lawannya, mengatakan bahwa Allah mengetahui kondisinya sebelum dan sesudah pertobatannya/pengalaman mistiknya. Namun, Paulus tidak ingin menyombongkan diri karena pengalaman mistiknya ini yang adalah kelebihannnya tetapi malah ia memilih untuk merendahkan diri/hatinya. Dalam pergulatannya untuk memahami kelemahannya-kelemahannya, Yesus mengatakan kepadanya bahwa dalam kelemahannya, kuasa Allah menjadi sempurna. “Sebab jika aku lemah, maka aku kuat”.

Bacaan Injil juga mengatakan kepada kita bahwa Allah mengetahui diri kita lebih dari kita mengetahui diri kita sendiri. Dia mengetahui kebutuhan kita. Jika Tuhan mampu menyediakan kebutuhan bagi burung dan tumbuhan lainya, Dia juga akan lebih berbelas kasih untuk meyediakan kebutuhan bagi kita, yang diciptakan menurut gambar dan rupa-Nya, berkat kerjasama kita dengan-Nya. Dalam bacaan Injil hari ini, Yesus mengajak kita untuk berserah diri kepada-Nya. Ketidakmampuan untuk mengontrol hidup dan menyediakan semua kebutuhan keseharian menjadikan kita berserah diri kepada-Nya.

Dalam hidup sehari-hari, terkadang kita terbebani dengan segala kelemahan dan tidak terpenuhinya kebutuhan spiritual, mental, material dan fisik. Melalui bacaan-bacaan Suci hari ini, kita diajak untuk berserah kepada Allah dan berkolaborasi dengan-Nya. Kita juga diajak untuk melihat, mencari dan menemukan-Nya dalam dan melalui kelemahan dan ketidakberdayaan untuk mengontrol hidup kita. Ajaran Yesus dan filsafat Wabi-Sabi dapat membebaskan kita dari kecemasan dan mentalitas untuk mengontrol, memanipulasi dan sikap serakah dalam hidup kita. Dalam sebuah lagunya, Leonard Cohen mengatakan “there is crack in everything, that’s how the light gets in”. Ketidakmampuan dan kelemahan kita menjadi pintu masuk bagi kita untuk berelasi dengan Allah dan sesama. Semoga Tuhan memberkati kita. Amin.

(RP. Erik Tjeunfin, SX – Misionaris Xaverian)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Keindahan Perkawinan: Marilah kita berdoa bagi kaum muda yang sedang mempersiapkan perkawinan dengan dukungan komunitas Kristiani: semoga mereka bertumbuh dalam cinta, dengan kemurahan hati, kesetiaan dan kesabaran. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Pegiat dan pengguna media sosial: Semoga semua pegiat dan pengguna media sosial dikaruniai keutamaan untuk dapat terus berkreasi menebarkan hal-hal positif dan terhindar dari hal-hal yang merugikan diri sendiri, keluarga, maupun masyarakat. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berkenanlah memberi kami hati, seperti Hati Putera dari Bapak Yoseph, untuk mengambil bagian secara tulus dalam membangun Paguyuban Umat Beriman dalam keluarga-keluarga dan komunitas-komunitas kami. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s