Dipanggil Untuk Diutus

Renungan Harian Misioner
Rabu, 7 Juli 2021
P. S. Odo

Kej. 41:55-57; 42:5-7a,17-24a; Mzm. 33:2-3,10-11,18-19; Mat. 10:1-7

Sejak permulaan karya-Nya di dunia, Yesus telah memilih kedua belas murid-Nya. Mereka yang dipilih bukanlah orang-orang hebat dan bermulti talenta, melainkan orang -orang yang sederhana. Mereka yang terpilih bahkan mempunyai keterbatasan dan kelemahannya tersendiri. Itulah rahasia Kerajaan Allah.

Bagi Matius, Yesus adalah Raja, mempunyai kerajaan. Hanya kerajaan-Nya bukanlah seperti yang dimengerti oleh banyak orang. Kerajaan-Nya bukan berasal dari dunia ini melainkan dari atas. Kasih menjadi landasan dasar pemerintahan-Nya. Demikian pula halnya dengan pemuridan. Menjadi murid berarti pertama-tama menjadi anggota komunitas Kerajaan, selalu duduk di dekat meja perjamuan dan memiliki semangat delapan sabda bahagia yang menjadi ciri khas Kerajaan.

Mereka yang dipilih akhirnya diutus untuk ikut ambil bagian dalam memperluas lingkaran Kerajaan Allah. Kerajaan Allah akan tiba ketika kasih meraja dalam hati manusia. Lebih terperinci lagi: ketika orang mendengar firman dan melaksanakannya (Mat. 13:23); ketika orang berani berkurban untuk sebuah nilai yang lebih tinggi (Mat. 13:44-45); ketika orang berusaha mencari yang hilang (Mat. 18:12-14), ketika ada pengampunan (Mat. 14: 21-35); ketika ada kemurahan hati (Mat. 20:1-16); ketika orang menghasilkan buah-buah kebaikan (Mat. 21:33-43); dan ketika orang hadir dalam perjamuan dengan pakaian “pesta” (Mat. 22:1-14).

Tugas perutusan tidak berhenti pada zaman para Rasul, melainkan terus berlangsung sampai akhir jaman. Kita semua yang telah terbaptis dalam nama-Nya adalah orang-orang yang terpilih dan mendapat tugas yang sama, yakni melanjutkan karya-Nya di dunia ini sesuai dengan kasih karunia yang diberikan kepada kita. Evaluasi tugas perutusan juga menjadi sangat indah ketika kita mengerti apa yang dikatakan oleh Sang Raja sendiri: “Segala sesuatu yang kamu lakukan untuk salah seorang dari saudara-Ku yang paling hina ini, kamu telah melakukannya untuk Aku” (Mat. 25:40).

(RP. Anton Rosari, SVD – Imam Keuskupan Bogor)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s