Taruhlah Harapanmu Pada ALLAH

Renungan Harian Misioner
Senin, 19 Juli 2021
P. S. Arsenius Agung

Kel. 14:5-18; MT Kel. 15:1-2,3-4,5-6; Mat. 12:38-42

Antiphona pembukaan dipetik dari Bacaan Pertama dan menunjukkan sari pati Perjanjian Lama, yaitu bahwa umat Israel menaruhkan harapan mereka pada Allah, yang mereka imani telah menciptakan bangsa manusia dan bangsa Israel serta selalu menyelenggarakan ziarah mereka. Sayangnya, kerap kali anak cucu Abraham ini sering digoyahkan imannya, karena pelbagai mara bahaya dalam perjalanan hidup mereka. Sangat mungkin terjadi, bahwa umat Allah pada Abad 21 ini juga mengalami keraguan iman kepada Allah, karena wabah yang tidak berhenti-henti juga. Tidak sedikit orang kehabisan harapan dan sangsi, apakah wabah akan berakhir: apakah duka derita akan menyusut. Di beberapa daerah diceritakan, bahwa mereka itu lalu meninggalkan iman kepada Tuhan. Bacaan hari ini semoga menguatkan iman kita. Berdoalah “mohon kekuatan iman”.

BACAAN PERTAMA – KITAB KELUARAN 14:5-18:
Riwayat anak cucu Abraham serupa dengan banyak kisah hidup kita. Ketika mulai wabah, banyak yang menganggap enteng. Lalu di tengah tahun 2020 masih tenang, berangkat menyusuri masa depan yang tak jelas. Musa sudah meyakinkan saudara-saudarinya untuk meninggalkan Mesir, menuju Tanah Terjanji. Begitu menghadapi laut, mereka groggy. Sulit mengatasi gelombang pasang. Kesulitan itu ditambah lagi ketika orang-orang Mesir mengejar dan membuat banyak rekan Musa membanding-bandingkan banyak kebaikan Tanah Mesir yang pernah mereka alami (walau dengan mengorbankan kebebasan keturunan Yakub-Israel) dibandingkan dengan keindahan Tanah Perjanjian, yang masih di ujung cakrawala. Keutamaan Pengharapan bukanlah keutamaan waktu itu. Ancaman tentara Mesir jauh kebih menakutkan. Musa terus menerus menegaskan, bahwa keselamatan sejati akan mereka peroleh dari Allah, yang sudah sekian lama selalu menyelenggarakan hidup mereka.

Marilah kita merefleksikan: APAKAH DALAM SITUASI KINI, kita sering juga mengkhawatirkan, kalau-kalau Tuhan melupakan kita dan membiarkan kita binasa dilindas oleh bahaya yang seakan-akan tidak bakal kelihatan ujungnya dan pangkalnya? Tidak kita dengar lagi nyanyian mengenai “Mukjizat itu nyata” dan diperlukan lebih sering lagi kita mendoakan “Aku Percaya?!”

BACAAN INJIL – MATIUS 12:38-42:
Begitu penuhnya ruangan setiap kali ada pemimpin renungan yang menjanjikan adanya penyembuhan fisik dan mukjizat sehingga begitu mencolok perbedaannya dengan saat ketika orang diajak secara langkah demi langkah membangun iman mendalam kepada Allah. Padahal kita semua mengikuti perjalanan komunitas Gereja Perdana, yang membutuhkan beberapa tahun untuk menaruh harapan kepada Tuhan Yesus. Perlahan-lahan para murid, termasuk para Rasul, sampai dengan Tomas, untuk menaruhkan kepercayaan kepada Allah Bapa, yang mengutus Putera-Nya melalui Jalan Salib dan Wafat di Golgota untuk dimakamkan sehingga baru di hari ketiga menganugerahkan Kebangkitan yang Mulia. Pada zaman yang sering menggoda manusia untuk “memetik buah serba instan” ini, kadang enggan pula menyusuri jalan iman dalam mengikuti Perjalanan Pengutusan Tuhan Yesus Kristus.

Refleksi: kita mendaraskan doa Aku Percaya yang disusun selama berabad-abad mengungkapkan inti hidup Paguyuban Umat Beriman.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s