Menjadi Tanah yang Baik

Renungan Harian Misioner
Jumat, 23 Juli 2021
P. S. Birgitta

Kel. 20:1-17; Mzm. 19:8,9,10,11; Mat. 13:18-23

Menjadi Tanah yang Baik, Menumbuhkembangkan Kasih & Kepedulian ALLAH pada Umat-Nya

Renungan Harian Misioner dari Yung-Fo, Pangkalpinang

Saudara/i yang terkasih di dalam Yesus Kristus, Tuhan dan Juruselamat kita: Shalom! Ketika memasuki Hari Pertama Pekan XVI Tahun B/I (HMB 18 Juli 2021), Firman Tuhan menghadirkan kepada kita, bahwa Allah sembahan kita adalah Allah yang selalu peduli dan berbelas-kasih kepada umat-Nya. Bahkan di dalam situasi di mana para gembala yang diutus-Nya tidak peduli dan membiarkan umat-Nya hilang dan terserak (Yeremia 23:1), kepedulian dan belas-kasih Allah terhadap umat-Nya tidak pernah berhenti. Melawan para gembala yang tidak setia itu, Allah menghadirkan Putera-Nya sendiri, yang datang dengan kepedulian dan belas-kasih kepada umat yang bernasib seperti domba yang tidak bergembala tersebut (Markus 6:34). Kepedulian dan belas-kasih Allah kepada umat-Nya ini, menjadi poin pewartaan yang berulang sepanjang pekan ini. Sejumlah tindakan yang mengungkapkan wujud kepedulian dan belas-kasih Allah kembali dibukakan kepada kita melalui Firman-Nya pada hari ini: Hari Keenam dalam Pekan XVI Tahun B/I ini!

1.Menjadikan diri-Nya “Allah bagi Israel” & Israel sebagai “Umat milik-Nya”
Melalui Firman-Nya dalam bacaan Pertama hari ini, Allah yang telah mendengarkan keluh-kesah Israel atas perbudakan yang mereka alami di Mesir (Keluaran 3:9-10), dan menyatakan kepedulian dan belas-kasih-Nya melalui Musa dan harus hamba-Nya, dengan membawa umat itu keluar dari Mesir hingga mencapai Gunung Sinai, Allah yang satu dan sama ini, kembali menegaskan kepedulian dan kasih-Nya kepada umat-Nya ini. Allah mengadakan “perjanjian” dengan umat Israel, di mana Allah dan Umat Israel memberikan diri untuk “saling memiliki satu sama lain.” Allah menerima Israel sebagai umat milik-Nya, dan Israel menerima Yahweh sebagai Tuhan Allah mereka. Karena perjanjian ini mengikat Allah dengan Isreal secara khusus, maka Israel tidak boleh sujud menyembah kepada apapun yang lain, selain kepada Tuhan Allah mereka.

Perjanjian ini harus diwujudkan dalam cara hidup dengan kewajiban untuk menguduskan Sabat sebagai “Hari Tuhan.” Selain relasi dengan Tuhan, perjanjian ini juga menegaskan tentang relasi dengan sesama, yang harus dijaga dan dihormati, khususnya relasi dengan ayah dan ibu (Keluaran 20).

2.Kerajaan Allah: ditawarkan kepada semua orang
Wujud lain dari kasih dan kepedulian Allah kepada umat manusia, adalah menawarkan Kerajaan-Nya kepada semua orang. Melalui Firman-Nya di dalam Bacaan Injil, Yesus mengajarkan kepedulian dan kasih Allah ini melalui perumpamaan tentang penabur dan benih. Yesus sendiri merupakan penaburnya dan Kerajaan yang ditawarkan kepada semua orang itu adalah “benih” dari kerajaan tersebut. Berbagai “jenis tanah” yang ada melambangkan semua orang yang mendapatkan kesempatan untuk mendengarkan warta tentang Kerajaan Allah ini.

De facto, memang Kerajaan Allah ini ditawarkan kepada semua orang. Inilah wujud kepedulian dan belas-kasih Allah, yang membuka diri-Nya untuk merangkul semua orang ke dalam rancangan keselamatan yang Dia kerjakan. Lalu, hasilnya? Ada berbagai jenis tanah seperti “pinggiran jalan”, “tanah yang berbatu-batu”, “tanah yang bersemak duri”, tanah-tanah inipun mendapat kesempatan untuk menerima “benih Kerajaan Allah” namun tidak mampu menumbuhkembangkannya. Hanya tanah yang baik, yang dapat menumbuhkembangkan “benih Kerajaan Allah” itu hingga berlipat ganda hasilnya!

Melalui Sakramen Baptis, kita telah dimateraikan untuk menjadi “tanah yang baik” yang mendapat kesempatan untuk menumbuhkembangkan benih Kerajaan Allah ini. Selanjutnya melalui berbagai Sakramen Gereja, Tuhan Allah terus-menerus memelihara dan merawat “benih Kerajaan-Nya, yang ada di dalam diri kita.” Terhitung dari saat baptisan kita, sejauh mana kita telah menumbuhkembangkan Kerajaan Allah itu di dalam hati dan hidup kita? Adakah hasil yang berlipat ganda, yang telah memberi berkat untuk diri kita sendiri dan untuk orang-orang lain di sekitar kita? Mari kita berefleksi sambil berdoa memohon pertolongan Tuhan, agar apapun yang terjadi, kita tetap menjadi tanah yang baik untuk tetap setia menumbuhkembangkan Kerajaan Allah itu. Amin. (RMG)

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s