YESUS, Pemberi Kehidupan Abadi

Renungan Harian Misioner
Minggu, 25 Juli 2021
HARI MINGGU BIASA VII

2Raj. 4:42-44; Mzm. 145:10-11,15-16,17-18; Ef. 4:1-6; Yoh. 6:1-15

Cerita ini berfokus pada jati-diri Yesus dan kegagalan manusia untuk memahami “tanda”-Nya. Pertama, Yesus yang proaktif dan berinisiatif. Melihat orang banyak datang, Ia ingin memberi mereka makan. Ada problem dan krisis, langsung Ia carikan solusi. Yohanes menekankan sosok Yesus sebagai Mesias yang prihatin dengan nasib umat-Nya. Yesus sendiri bahkan yang membagi-bagikan roti dan ikan kepada begitu banyak orang. Para murid hanya dilibatkan di akhir, saat mereka mengumpulkan kelebihan roti. Cerita berfokus pada Yesus sebagai Pemberi kehidupan. Kehidupan yang Yesus berikan itu sifatnya abadi. Itulah sebabnya para murid harus mengumpulkan 12 bakul roti yang lebih, agar “tidak ada yang binasa” (ay. 12). Ini berbeda dengan roti manna dalam PL yang pasti hancur jika disimpan (Kel. 16:19-20).

Kedua, Yesus mirip dengan Musa dan Elisa, sekaligus melampaui keduanya. Umat Israel mengharapkan kedatangan seorang nabi seperti Musa (Ul. 18:15-18). Seperti Musa naik ke gunung Sinai, Yesus juga naik ke atas gunung, baik di awal (ay. 3) maupun di akhir cerita ini (ay. 15). Saat umat Israel dahulu meminta makanan, Musa harus bertanya dan mohon petunjuk TUHAN (Bil. 11:13). Sebaliknya, Yesus “sudah tahu, apa yang hendak dilakukan-Nya” (ay. 6). Ia lebih besar dari Musa. Ia menghadirkan TUHAN yang senantiasa memberi hidup bagi umat-Nya. Nabi Elisa dahulu memberi 20 roti-jelai untuk mengenyangkan 100 orang (2Raj. 4:24-44, bacaan pertama!). Sekarang, Yesus tampil mirip nabi Elisa, sekaligus jauh melebihinya. Bayangkan, hanya dengan 5 roti dan 2 ikan, Yesus mengenyangkan 5000 orang, dan masih ada kelebihan 12 bakul penuh.

Ketiga, Filipus dan Andreas gagal-paham. Duet murid Yesus asal Betsaida ini sering tampil dalam injil Yohanes. Yesus menge-test iman Filipus: melihat kebutuhan pangan yang begitu besar, apa atau siapa yang dia andalkan? Filipus melihat terlalu banyak orang, sehingga makanan seharga 200 dinar sekalipun tidak akan cukup! Perlu lebih banyak dana. Andreas, sebaliknya, melihat jumlah makanan yang terlalu sedikit. Lima roti dan dua ikan mustahil untuk mengenyangkan 5000 orang! Filipus dan Andreas gagal paham, sebab mereka terpaku pada kalkulasi: menghitung dan andalkan kemampuan sendiri. Mereka sama sekali tidak memperhitungkan Yesus. Setiap kali Yesus “menguji” kita: siapa yang kita andalkan? Jangan sampai kesalahan Filipus dan Andreas terus berulang: terlalu mengandalkan dana atau selalu mengeluhkan ketidakberdayaan!

Keempat, orang banyak pun tidak paham. Dari dahulu sampai kini, aspirasi agama dan politik selalu bercampur-sari. Yesus yang tampil seperti Musa dan Elisa sekaligus melebihi keduanya, ternyata tetap saja ingin dijadikan raja. Banyak pengikut Yesus, dahulu dan kini, masih mengharapkan Dia sebagai Nabi yang dapat melakukan pelbagai mukjizat saja, atau sebagai Raja yang memenuhi kepentingan jasmani atau kepentingan duniawi para pengikut-Nya. Yesus senantiasa mengambil jarak dari aspirasi politis seperti itu. Merebut dan mengelola kuasa bukanlah tujuan kedatangan-Nya. Hendaknya itu juga bukan menjadi ciri Jemaat-Nya.

(Hortensius Mandaru – Lembaga Alkitab Indonesia Jakarta)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Persahabatan Sosial: Kita berdoa agar dalam situasi konflik sosial, politik dan ekonomi, kita berani dan penuh semangat menjadi sarana dialog dan persahabatan. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Para pendidik: Semoga para pendidik semakin hari semakin kreatif, dengan berusaha mengembangkan materi pendidikan melalui media sosial dan teknologi. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Sudilah melimpahkan Roh Sukacita, agar kami boleh merasakan sukacita dalam mendidik para muda, seperti Santo Yoseph, yang bersama Bunda Maria mendampingi pertumbuhan Sang Putera, dalam Keluarga Nasaret. Kami mohon…

Amin

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s