Misi: Bijaksana dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

Hari ke-2 Sabtu Imam
Sabtu, 2 Oktober 2021
Peringatan : Para Malaikat Pelindung

Bacaan : Bar. 4:5-12.27-29
Injil : Luk. 10:17-24

Misi: Bijaksana dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

“Pada waktu itu juga bergembiralah Yesus dalam Roh Kudus dan berkata: ‘Aku bersyukur kepada-Mu, Bapa, Tuhan langit dan bumi, karena semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu’.”
(Luk. 10:21)

Surat Apostolik Patris Corde: Allah Israel adalah Allah kelemahlembutan, yang baik kepada setiap orang, dan yang “penuh rahmat terhadap segala dijadikan-Nya.” (Mzm. 145:9)

Situasi hidup kurang lebih dua tahun belakangan ini tidaklah mudah. Pandemi bukan hanya telah merampas banyak nyawa dan kehidupan, namun terlebih merampas rasa aman kita. Kita melihat begitu banyaknya kejadian yang menggentarkan iman, perubahan situasi hidup, kehilangan yang mendadak, seakan-akan tidak ada lagi kepastian hidup. Siapakah yang masih dapat merasa aman dalam kondisi seperti ini? Masih adakah yang mampu merasakan perlindungan-Nya?

“Sesungguhnya Aku mengutus seorang malaikat berjalan di depanmu, untuk melindungi engkau di jalan dan untuk membawa engkau ke tempat yang telah Kusediakan” (Kel. 23:20). Ini firman Tuhan yang dapat kita temukan di Kitab Keluaran, yang merupakan bacaan lain pada hari ini. Ini janji Tuhan pada manusia.

Hari ini kita memperingati para malaikat pelindung. Mari kita ingat kembali janji Tuhan itu akan perlindungan. Tidak mudah memang berusaha untuk tetap tegak dalam iman akan janji Tuhan ketika batin, pikiran dan fisik kita diguncang dengan peristiwa-peristiwa pahit dan sedih. Bayangkan, bagaimana mungkin kita dapat tetap bersukacita ketika orang yang kita kasihi tiba-tiba meninggal? Atau, bagaimana mungkin kita tidak jatuh dalam kekhawatiran ketika pekerjaan, income dan usaha kita yang selama ini menghidupi keluarga kita, hilang dalam sekejap? Bagaimana kita dapat merasa aman, bisa tidur dalam lelap ketika kita gelisah memikirkan kejutan buruk seperti apa lagi yang akan datang esok hari?

Kesulitan, penderitaan, kesedihan, kehilangan, selalu datang bersama dengan keraguan iman. Namun baiklah kita mengingat bahwa dasar iman bukan nalar, tetapi hati. Kita takkan dapat keluar dari kubangan kesulitan dan rasa putus asa, jika kita hanya menggunakan nalar, memeras otak kita, apalagi di saat semuanya tampak mustahil. Kita harus memusatkan diri pada hati kita, menghidupkan kembali cinta Tuhan, perjumpaan pertama dengan-Nya, momen di mana kita tersadar penuh bahwa kita dicintai-Nya, dan mampu merasakan sentuhan-Nya.

Yesus dalam ucapan syukur-Nya berkata bahwa, “…semuanya itu Engkau sembunyikan bagi orang bijak dan orang pandai, tetapi Engkau nyatakan kepada orang kecil. Ya Bapa, itulah yang berkenan kepada-Mu” (Luk. 10:21). Untuk bisa memahami segala sesuatu yang terjadi saat ini, kesulitan hidup kita ini, tidak membutuhkan kepandaian atau kebijakan. Yang diperlukan adalah menjadi “orang kecil”, karena orang seperti inilah yang berkenan kepada Allah.

Orang kecil bisa berarti orang biasa, yang sederhana baik dalam pola pikir maupun situasi hidup. Orang kecil bisa berarti orang yang rendah hati, masih polos baik dalam pengetahuan dan pengalaman. Orang kecil bisa juga berarti hamba, bawahan, pelayan, orang yang siap disuruh-suruh. Hakikat seorang bawahan atau hamba adalah taat dan setia menuruti kehendak dan perintah atasannya.

Itulah yang dikehendaki Tuhan dari kita, ketaatan dan kesetiaan pada-Nya, terutama di masa-masa sulit ini. Percaya bahwa janji perlindungan-Nya melalui para malaikat pelindung akan berlaku selamanya, bagi orang-orang yang setia. Tak ada yang perlu kita takutkan, bahkan kematian sekalipun, karena sang Anak telah mengalahkan maut. Kita perlu mengangkat syukur pada Bapa, Tuhan langit dan bumi, serta bergembira dalam Roh Kudus, karena kita tahu Allah kita, “…adalah Allah kelemahlembutan, yang baik kepada setiap orang, dan yang “penuh rahmat terhadap segala dijadikan-Nya” (Mzm. 145:9).

Misi: Zaman ini dibutuhkan pribadi yang bijaksana dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam pikiran, perkataan dan perbuatan. (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA GEMBIRA

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel
    “Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk. 1:28b.30b-31)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ke hadapan-Mu, memohon kasih karunia-Mu atas hidup kami, masa depan kami, dan khususnya benua tempat kami berada saat ini, Benua Asia. Kirimkanlah para malaikat-Mu seperti halnya dulu Engkau mengutus Malaikat Gabriel untuk mewartakan kabar gembira kelahiran Putra-Mu kepada Bunda Maria. Mampukanlah kami senantiasa dapat mensyukuri kehidupan yang Engkau berikan dan bersukacita dalam menjalani tugas perutusan yang Engkau berikan kepada kami masing-masing, sehingga kami dapat menjadi saksi kabar sukacita-Mu, seperti halnya Malaikat Gabriel. Semoga sukacita-Mu memenuhi muka bumi ini. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria mengunjungi Elisabet saudaranya
    “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk. 1:42-43)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami ingin berdoa khusus untuk Benua Australia dan Oceania. Ketika Maria mengunjungi Elisabet, ia datang membawa kasih sayang dan kabar gembira mengenai kehadiran Sang Juruselamat. Perjumpaan itu akhirnya menjadi berkat bagi kedua janin yang berada di dalam rahim, serta juga bagi kedua calon ibu. Kami pun berharap, Engkau berkenan datang mengunjungi umat-Mu di benua Oceania-Australia. Penuhilah hati umat-Mu di benua ini dengan harapan, agar mereka dapat saling menguatkan dan berbagi kabar gembira, khususnya di masa pandemi ini. Dan semoga umat-Mu di benua ini dapat saling menjaga satu sama lain, sebagaimana Engkau selalu melindungi kami semua. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dilahirkan di Bethlehem
    Maria “melahirkan seorang anak laki-laki, lalu dibungkusnya bayi itu dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk. 2:7)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ingin mempersembahkan Benua Eropa. Seperti halnya Maria dan Yusuf tidak dapat menemukan tempat di rumah penginapan, banyak di antara saudara-saudari kami pun saat ini terlantar dalam kesulitan dan ketidakberdayaan. Bungkuslah benua yang mengalami banyak kehilangan dan pencobaan ini dengan selimut cinta kasih-Mu, yang sanggup menghangatkan setiap jiwa. Sediakanlah tempat perlindungan yang aman bagi semua orang yang membutuhkannya. Limpahkanlah juga rahmat sukacita dalam hati setiap orang, sehingga setiap mulut dapat memuji nama-Mu sebagai Allah sumber hidup dan sukacita sejati. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dipersembahkan di Bait Allah
    Simeon berkata kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” (Luk. 2:34-35)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa khusus untuk Benua Amerika. Kami bawa benua ini ke hadirat-Mu sebagaimana dulu bayi Yesus dipersembahkan kepada-Mu di dalam Bait Allah. Semoga Benua Amerika dan orang-orang yang berada di sana Engkau barui dengan Roh-Mu. Tumbuhkanlah rasa solidaritas, belas kasih, persaudaraan, dan persatuan di antara mereka. Jauhkan mereka dari arogansi, egoisme dan keinginan untuk menguasai pihak lain. Mampukanlah benua ini membangun pilar-pilar kesejahteraan demi seluruh ciptaan dan perdamaian bagi dunia, sehingga sorak-sorai sukacita dapat bergaung ke seluruh dunia. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus ditemukan di Bait Allah
    “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.” (Luk. 2:49-50)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa untuk saudara-saudari kami yang berada di Benua Afrika. Semoga setiap jiwa yang rindu dan mencari-Mu dapat menemukan-Mu. Bagi mereka yang telah hilang dan jauh dari pada-Mu karena penderitaan dan permasalahan hidup yang mereka alami, semoga dapat menemukan jalan kembali kepada-Mu. Tuntun dan rahmatilah setiap langkah agar memiliki kekuatan, terang pengharapan dan sukacita hidup. Ajarilah setiap orang untuk senantiasa bersandar pada kehendak dan rencana-Mu. Jadikanlah mereka semua saksi-saksi-Mu yang hidup agar nama-Mu semakin dimuliakan, dan semakin banyak jiwa yang dapat diselamatkan. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

One thought on “Misi: Bijaksana dalam Pikiran, Perkataan, dan Perbuatan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s