Misi: Menjaga Kesucian dan Keutuhan Keluarga

Hari ke-3
Minggu, 3 Oktober 2021
Peringatan : S. Ewaldus Bersaudara, Martir

Bacaan : Kej. 2:18-24
Injil : Mrk. 10:2-16

Misi: Menjaga Kesucian dan Keutuhan Keluarga


“Sebab pada awal dunia, Allah menjadikan mereka laki-laki dan perempuan, sebab itu laki-laki akan meninggalkan ayahnya dan ibunya dan bersatu dengan isterinya, sehingga keduanya itu menjadi satu daging. Demikianlah mereka bukan lagi dua, melainkan satu.”
(Mrk. 10: 6-8)

Surat Apostolik Patris Corde: Yusuf tampil sebagai tokoh laki-laki yang penuh hormat dan peka, meskipun tidak memiliki segala informasi, dan memutuskan untuk melindungi nama baik, martabat, dan hidup Maria.

Perkawinan bukanlah sekadar sebuah perayaan atau kesepakatan dua pihak (laki-laki dan perempuan) untuk hidup bersama. Perkawinan juga bukan puncak dari rasa cinta apalagi pernyataan kepemilikan. Makna perkawinan jauh melebihi semuanya itu. Bisa dimulai dengan emosi atau rasa, namun untuk bisa menjadikan perkawinan sebagai sebuah ikatan suci yang tak terpisahkan, dibutuhkan niat, komitmen dan usaha bersama, serta membiarkan Tuhan ikut campur tangan di dalamnya.

Perkawinan dalam Gereja Katolik dikuduskan melalui sakramen. Bukan lagi hanya janji antar manusia, namun Tuhan dilibatkan. Tuhanlah yang menguduskan janji itu. Dikatakan bahwa sesuatu yang dikuduskan atau mereka yang dikuduskan berasal dari Yang Satu (bdk. Ibr. 2:11).

Namun dalam mengarungi kehidupan bersama tidaklah selalu mudah. Ibarat kapal berlayar, lautan tak selalu tenang dan teduh. Terkadang ombak besar datang dan badai menghantam. Begitupun dengan kehidupan berkeluarga. Ada banyak hal yang bisa muncul dan berpeluang menjadi ombak dan badai. Mulai dari hal-hal sepele hingga ke hal-hal krusial yang menyangkut prinsip.

Emosi dan rasa yang dulu mungkin menjadi titik awal ketertarikan dan akhirnya memunculkan niat untuk mengarungi kehidupan bersama, bisa pudar sejalan waktu. Cinta bisa menjadi tawar, seakan kehilangan makna. Perbedaan pendapat, minat, kepentingan, kesibukan juga bisa menyebabkan rasa kagum luntur dan akhirnya membuat masing-masing pihak hanya memikirkan diri sendiri, lupa akan esensi perkawinan. Belum lagi dengan kehadiran orang ketiga, yang pada umumnya selalu tampak lebih menyenangkan dan menggoda.

Yusuf dan Maria adalah teladan pasutri yang benar di hadapan Allah. Sebenarnya kehidupan perkawinan mereka tidaklah mulus dan normal, bahkan sebelum perkawinan itu terjadi cobaan sudah menghadang. Bayangkan, baru berstatus tunangan, Maria sudah mengandung. Jika di zaman sekarang, di era modern ini, mendengar seorang perempuan yang belum bersuami hamil, kita pasti langsung bergosip dan nyinyir. Apalagi di zaman itu, bukan hanya malu saja, tapi aib itu bisa berakhir dengan kematian yang tragis. Tapi Yusuf, lelaki sederhana yang tampaknya biasa-biasa saja itu, punya kualitas luar biasa sebagai pasangan hidup dan pelindung perempuan yang akan dinikahinya. Dikatakan dalam dokumen Patris Corde: Yusuf tampil sebagai tokoh laki-laki yang penuh hormat dan peka, meskipun tidak memiliki segala informasi, dia memutuskan untuk melindungi nama baik, martabat, dan hidup Maria.

Dari awal perjalanan bersama, Yusuf telah tampil dengan sikap dan tindakan yang benar. Ketaatannya pada Allah membuatnya percaya penuh pada Maria. Ia meletakkan rasa hormat dan kepedulian akan sosok dan hidup Maria. Baginya, Maria bukan lagi orang lain, namun sedaging dengannya, karena mereka disatukan, bukan lagi dua tetapi satu.

Jika hidup berkeluarga didasarkan pada kesatuan ini, pada rasa hormat dan saling menjaga ini, maka ombak dan badai sebesar apapun takkan menenggelamkan kapal. Sedaging berarti seperasaan, ketika engkau tersakiti, aku pun ikut kesakitan, karena itu kita tidak akan saling menyakiti. Dan kalau pun tanpa sengaja atau dengan kesengajaan sudah menyakiti, haruslah cepat-cepat dihentikan rasa sakit itu dengan pengampunan, bukan pembalasan.

Bercermin pada keluarga kudus Nazaret, pondasi hidup berkeluarga adalah rasa hormat, ikatan kesatuan, saling melindungi, kesetiaan dan yang terutama adalah taat pada Allah. Karena manusia yang taat kepada perintah dan kehendak Allah seperti halnya Yusuf dan Maria lah, yang akan sanggup menjaga kesucian dan keutuhan keluarga.

Misi: Setiap keluarga Kristiani dipanggil untuk meneladan keluarga kudus di Nazaret, saling menjaga kesucian dan keutuhan keluarga. (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA MULIA

  1. Yesus bangkit dari antara orang mati
    “Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya.” (Mat. 28:5-6)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa bagi diri kami dan semua orang di Benua Asia. Situasi hidup saat ini tak menentu, dan seakan-akan kami kehilangan kepastian hidup. Seringkali kami jatuh dalam ketakutan dan kekhawatiran karena perubahan hidup yang terjadi secara mendadak. Mampukanlah kami untuk dapat bangkit, seperti halnya Yesus bangkit mengalahkan kematian. Semoga kami pun dapat bangkit dari rasa takut, khawatir, putus asa dan keterpurukan iman kami akan hari esok yang lebih baik. Semoga kehidupan baru, menerangi seluruh Benua Asia dengan terang pengharapan dan keselamatan-Mu. Dan pada akhirnya kami juga Engkau izinkan beroleh kemuliaan dalam nama-Mu. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus naik ke surga
    “Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. ‘Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit?’ Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.” (Kis. 1:9-11)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami semua mengarahkan tatapan kami saat ini hanya kepada-Mu. Secara khusus kami mendoakan Benua Oceania-Australia. Semoga setiap orang yang mengimani-Mu dalam perjuangan dan pergumulan hidup mereka saat ini, Engkau berikan kekuatan dan perlindungan. Engkau telah mengangkat Anak-Mu, Yesus ke surga, dan memuliakan-Nya setelah melalui penderitaan, sengsara dan kematian. Semoga Engkau juga mau mengangkat setiap hati dan jiwa umat-Mu di Benua Oceania-Australia, meringankan segala kesulitan dan derita hidup mereka, serta menguatkan harapan dan iman mereka akan kemuliaan yang kelak akan Engkau anugerahkan kepada semua orang yang tetap setia pada-Mu. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Roh Kudus turun atas para rasul
    “Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk […] lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberitakan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.” (Kis. 2:2.4)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon kehadiran Roh Kudus-Mu, khususnya di Benua Eropa. Semoga di tengah situasi sulit pandemi Covid-19 ini, umat-Mu di Benua Eropa senantiasa mendapatkan tuntunan Roh Kudus, agar dapat tetap teguh beriman, dan memiliki belas kasih kepada sesama yang membutuhkan. Berikanlah Roh Pengetahuan dan Kebijaksaaan, yang membantu mengarahkan pikiran dan hati untuk menjadikan-Mu sebagai pusat pengharapan dan sukacita dalam segala kesulitan dan pencobaan di dunia. Semoga Roh-Mu selalu membarui setiap hati dan menuntun iman umat-Mu di Benua Eropa. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria diangkat ke surga
    “Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita juga percaya bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” (1 Tes. 4:14.17)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami persembahkan Benua Amerika ke dalam tangan-Mu. Seperti Bunda yang diangkat ke surga, angkatlah juga setiap hati manusia yang berada di Benua Amerika, sehingga menyatu dalam persekutuan yang utuh dengan-Mu melalui iman yang teguh. Berikanlah penghiburan kepada mereka yang ditinggal oleh orang-orang yang mereka kasihi. Kuatkanlah iman mereka sehingga mereka tetap percaya bahwa bersama Yesus yang telah mati dan bangkit, orang-orang yang telah lebih dulu meninggalkan dunia ini juga akan dibangkitkan dan diangkat ke surga. Sambil menantikan waktu di mana kami semua juga akan kembali dikumpulkan bersama-Mu selama-lamanya. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria dimahkotai di surga
    “Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.” (Why. 12:1)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ke hadirat-Mu untuk mempersembahkan Benua Afrika. Pandanglah umat-Mu di benua ini, yang sering mengalami banyak masalah, konflik, ketidakadilan, kemiskinan, dan sakit-penyakit. Berikanlah tanda harapan untuk dapat meneguhkan iman yang rapuh dan hati yang tenggelam dalam keputusasaan. Semoga dengan teladan Bunda Maria, umat-Mu di Benua Afrika sanggup menjalani hidup mereka dengan ketaatan dan kepasrahan penuh akan kehendak-Mu. Kami berharap mahkota kemuliaan Engkau anugerahkan juga di atas setiap hati yang menjerit dan menangis. Semoga mereka mendapatkan kembali harkat dan martabat mereka sebagai manusia yang Engkau kasihi dan ciptakan setara satu dengan yang lainnya. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s