Misi: Berlaku Sabar untuk Membangun Kebaikan

Hari ke-23
Sabtu, 23 Oktober 2021
Peringatan : S. Yohanes Kapestrano

Bacaan : Rm. 8:1-11
Injil : Luk. 13:1-9

Misi: Berlaku Sabar untuk Membangun Kebaikan

“Jawab orang itu: Tuan, biarkanlah dia tumbuh tahun ini lagi, aku akan mencangkul tanah sekelilingnya dan memberi pupuk kepadanya, mungkin tahun depan ia berbuah; jika tidak, tebanglah dia!”
(Luk. 13:8-9)

Surat Apostolik Patris Corde: Pribadi yang bekerja, apa pun pekerjaannya, bekerjasama dengan Allah sendiri, menjadi pencipta-pencipta kecil dunia di sekeliling kita. 

Kita hidup dalam dunia yang serba instan. Aktivitas kehidupan bisa mulai dan selesai dengan satu “klik” saja. Ingin hiburan? Tinggal klik beragam aplikasi gratis maupun berbayar. Mau makan? Tinggal klik aplikasi “food delivery” yang menawarkan diskon-diskon menggiurkan. Tak usah berlelah-lelah membeli dan mengolah bahan makanan lagi. Perlu berkomunikasi dengan teman, keluarga, atau sang kekasih? Tinggal klik telepon genggam, dengan bermacam pilihan: video call? voice call? chatting? Hidup manusia menjadi lebih mudah dan cepat, walaupun belum tentu berbobot.

Hal ini juga terjadi pada alam dan isinya. Eksploitasi terjadi di sana sini untuk hasil yang cepat, jumlah yang banyak, dalam tempo sesingkat-singkatnya. Tanah diperas, ternak disuntik, bahan makanan dipalsukan, segala cara dilakukan untuk capaian hasil instan dan tentu saja fulus yang berlimpah. Proses bukan lagi patokan hasil. Kualitas juga bukan lagi prioritas. Makanan, berita, hiburan, bisnis, bahkan relasi, semua serba ekspres. Manusia menjadi pencipta-pencipta instan tanpa bobot dan makna.

Ritme kehidupan yang berubah telah ikut mengubah manusia. Awalnya manusia berusaha beradaptasi sebagai upaya bertahan hidup. Lalu manusia tergiring pada kebiasaan-kebiasaan baru yang mengubah bukan hanya pola pikirnya, namun juga respon, ekspektasi dan kemampuannya. Fokus berkurang, relisiensi atau ketahanan hidup melemah. Manusia masa kini lebih mudah stres dan depresi dibandingkan manusia zaman dulu. 

Kecepatan dapat menyebabkan kita mudah kehilangan kesabaran dan kerap tergelincir dalam amarah, intrepretasi yang salah, kesimpulan dan keputusan yang gegabah serta konflik yang sebenarnya bisa kita hindari. Kesabaran bukan lagi sebuah kata emas yang mesti dijaga dan diupayakan, sebaliknya kesabaran sering kali dianggap sebagai kelemahan yang harus disingkirkan, bahkan dimatikan.

Kita sering lupa bahwa besi harus ditempa melalui proses panjang dan baik agar menjadi pedang yang tajam dan berkualitas. Sebuah relasi atau hubungan yang kuat dan harmonis harus dibangun di atas pondasi kepercayaan dan kebersamaan yang memerlukan waktu yang panjang untuk bisa saling mengenal dan menyesuaikan. Seorang bayi tidak dapat langsung menjadi dewasa. Ia perlu orang tua dan pengasuh yang mau sabar merawatnya, melewati proses perkembangan tahap demi tahap, sampai tiba masanya ia mampu hidup mandiri.

Allah pun bersabar pada umat pilihan-Nya, Israel, 40 tahun lamanya. Ia menunggu mereka bertobat dan mengerti akan besar cinta-Nya. Proses yang panjang memberi pelajaran yang berharga pada umat Israel dan juga kita, yang akhirnya belajar melalui sejarah hidup mereka. Betapa Allah setia dan punya kesabaran, lalu mengapa kita tidak?

Kesabaran tak boleh hilang dalam diri dan kehidupan manusia. Dalam kesabaran kita membiarkan waktu dan proses mengajar kita. Dalam kesabaran melalui doa kita memupuk harapan serta mengembangkan iman. Melalui kesabaran kita ditempa menjadi manusia-manusia yang mampu untuk hening, menyelam ke dalam, berefleksi untuk menemukan kekuatan serta kebijaksanaan Roh Kudus untuk menghadapi tantangan-tantangan kehidupan. Melalui kesabaran, kita merendahkan diri dan hati kita, mengakui belas kasih Sang Penciptalah yang memampukan kita hidup. Dengan memandang-Nya, kita pun bisa belajar untuk menjadi pencipta-pencipta yang mau memakai hati dan sabar membiarkan campur tangan ilahi dalam segala pekerjaan kita di dunia, terutama dalam mengelola alam, dan tidak menjadi manusia yang serba instan.

Misi: Kita belajar dari Allah untuk bersikap sabar demi kebaikan bersama. Kesabaran menjadi kunci dalam menghadapi berbagai tantangan.  (BIL)

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Evangelisasi:

Rasul-rasul misionaris: Kita berdoa agar setiap orang yang dibaptis terlibat dalam pewartaan Injil, menyediakan diri untuk menjalankan misi, dengan siap menjadi saksi yang menghidupi semangat Injil. Kami mohon…

Ujud Gereja Indonesia:

Air bersih: Semoga kita semua makin bijaksana dalam menggunakan air bersih. Kami mohon…

Ujud Khusus Tahun Santo Yoseph:

Berilah kami keterbukaan hati, seperti Santo Yoseph, sehingga mengasihi Bunda Maria dan Sang Putera demi terlaksananya “missio”/pengutusan memulihkan cintakasih manusia menjawab belaskasih Bapa. Kami mohon…

Amin

DOA ROSARIO MISIONER

PERISTIWA GEMBIRA

  1. Maria menerima kabar gembira dari Malaikat Gabriel
    “Salam hai engkau yang dikaruniai, Tuhan menyertai engkau; jangan takut, hai Maria, sebab engkau beroleh kasih karunia di hadapan Allah. Sesungguhnya engkau akan mengandung dan melahirkan seorang anak laki-laki dan hendaklah engkau menamai Dia Yesus.” (Luk. 1:28b.30b-31)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ke hadapan-Mu, memohon kasih karunia-Mu atas hidup kami, masa depan kami, dan khususnya benua tempat kami berada saat ini, Benua Asia. Kirimkanlah para malaikat-Mu seperti halnya dulu Engkau mengutus Malaikat Gabriel untuk mewartakan kabar gembira kelahiran Putra-Mu kepada Bunda Maria. Mampukanlah kami senantiasa dapat mensyukuri kehidupan yang Engkau berikan dan bersukacita dalam menjalani tugas perutusan yang Engkau berikan kepada kami masing-masing, sehingga kami dapat menjadi saksi kabar sukacita-Mu, seperti halnya Malaikat Gabriel. Semoga sukacita-Mu memenuhi muka bumi ini. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria mengunjungi Elisabet saudaranya
    “Diberkatilah engkau di antara semua perempuan dan diberkatilah buah rahimmu. Siapakah aku ini sampai ibu Tuhanku datang mengunjungi aku?” (Luk. 1:42-43)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami ingin berdoa khusus untuk Benua Australia dan Oceania. Ketika Maria mengunjungi Elisabet, ia datang membawa kasih sayang dan kabar gembira mengenai kehadiran Sang Juruselamat. Perjumpaan itu akhirnya menjadi berkat bagi kedua janin yang berada di dalam rahim, serta juga bagi kedua calon ibu. Kami pun berharap, Engkau berkenan datang mengunjungi umat-Mu di benua Oceania-Australia. Penuhilah hati umat-Mu di benua ini dengan harapan, agar mereka dapat saling menguatkan dan berbagi kabar gembira, khususnya di masa pandemi ini. Dan semoga umat-Mu di benua ini dapat saling menjaga satu sama lain, sebagaimana Engkau selalu melindungi kami semua. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dilahirkan di Bethlehem
    Maria “melahirkan seorang anak laki-laki, lalu dibungkusnya bayi itu dengan kain lampin dan dibaringkannya di dalam palungan, karena tidak ada tempat bagi mereka di rumah penginapan.” (Luk. 2:7)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami datang ingin mempersembahkan Benua Eropa. Seperti halnya Maria dan Yusuf tidak dapat menemukan tempat di rumah penginapan, banyak di antara saudara-saudari kami pun saat ini terlantar dalam kesulitan dan ketidakberdayaan. Bungkuslah benua yang mengalami banyak kehilangan dan pencobaan ini dengan selimut cinta kasih-Mu, yang sanggup menghangatkan setiap jiwa. Sediakanlah tempat perlindungan yang aman bagi semua orang yang membutuhkannya. Limpahkanlah juga rahmat sukacita dalam hati setiap orang, sehingga setiap mulut dapat memuji nama-Mu sebagai Allah sumber hidup dan sukacita sejati. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus dipersembahkan di Bait Allah
    Simeon berkata kepada Maria, “Sesungguhnya Anak ini ditentukan untuk menjatuhkan atau membangkitkan banyak orang di Israel dan untuk menjadi suatu tanda yang menimbulkan perbantahan. Kelak suatu pedang akan menembus jiwamu sendiri.” (Luk. 2:34-35)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa khusus untuk Benua Amerika. Kami bawa benua ini ke hadirat-Mu sebagaimana dulu bayi Yesus dipersembahkan kepada-Mu di dalam Bait Allah. Semoga Benua Amerika dan orang-orang yang berada di sana Engkau barui dengan Roh-Mu. Tumbuhkanlah rasa solidaritas, belas kasih, persaudaraan, dan persatuan di antara mereka. Jauhkan mereka dari arogansi, egoisme dan keinginan untuk menguasai pihak lain. Mampukanlah benua ini membangun pilar-pilar kesejahteraan demi seluruh ciptaan dan perdamaian bagi dunia, sehingga sorak-sorai sukacita dapat bergaung ke seluruh dunia. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus ditemukan di Bait Allah
    “Mengapa kamu mencari Aku? Tidakkah kamu tahu, bahwa Aku harus berada di dalam rumah Bapa-Ku? Tetapi mereka tidak mengerti apa yang dikatakan-Nya kepada mereka.” (Luk. 2:49-50)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)
Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa untuk saudara-saudari kami yang berada di Benua Afrika. Semoga setiap jiwa yang rindu dan mencari-Mu dapat menemukan-Mu. Bagi mereka yang telah hilang dan jauh dari pada-Mu karena penderitaan dan permasalahan hidup yang mereka alami, semoga dapat menemukan jalan kembali kepada-Mu. Tuntun dan rahmatilah setiap langkah agar memiliki kekuatan, terang pengharapan dan sukacita hidup. Ajarilah setiap orang untuk senantiasa bersandar pada kehendak dan rencana-Mu. Jadikanlah mereka semua saksi-saksi-Mu yang hidup agar nama-Mu semakin dimuliakan, dan semakin banyak jiwa yang dapat diselamatkan. Dengan pengantaraan Kristus Tuhan dan Juruselamat kami. Amin.

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Google

You are commenting using your Google account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s