Kamu Adalah Saksi-Ku – Penutupan Pernas KKI IX

Hotel Atanaya, Kuta Bali

Misa Penutupan Pernas KK IX

Minggu, 07 Agustus 2022 Pernas KKI IX ditutup. RD. M Nur Widipranoto memimpin Ekaristi bersama RP. Martin Nule, SVD, RD. Isaias Pius Titirloloby, RP. Petrus Maman Suparman, OSC, dan RP. Hiasinthus Ikun, CMF. Tema Pernas KKI IX: “Kamu Adalah Saksi-Ku”, merupakan tema yang ditentukan oleh Paus Fransiskus untuk Hari Minggu Misi 2022. Romo Nur dalam homilinya mengatakan, “Karena tema inilah selama empat hari ini kita mencoba untuk membekali diri, untuk belajar bersama dan untuk membarui komitmen kita sebagai misionaris-misionaris, yang siap untuk menjadi saksi-saksi Tuhan.”

Misa Penutupan Pernas KKI IX

Dirdios yang Agresif Mengembangkan 4 Serikat Kepausan

Berbicara mengenai bagaimana “menjadi saksi”, Romo berpendapat bahwa ini lahir dari relasi dengan Tuhan. Karena relasi inilah mereka harus semakin menyadari tugas mereka sebagai Direktur Diosesan, yang tidak lain adalah saksi-saksi karya Tuhan sendiri. Dan untuk menjadi saksi dibutuhkan kualitas-kualitas tertentu. Salah satunya adalah agresivitas, harus berani menjadi Dirdios yang agresif dalam mengembangkan karya empat Serikat Kepausan, yaitu: Serikat Kepausan Pengembangan Iman, Serikat Kepausan Pengembangan Panggilan, Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner dan Serikat Kepausan Persekutuan Misioner. Tidak boleh gampang menyerah dan hanya menjadi follower, sebaliknya harus menjadi leader missioner. Romo mengingatkan, untuk menjadi leader missioner dibutuhkan keberanian untuk mengambil risiko.

Menutup homilinya, Romo mengajak para Dirdios untuk membarui komitmen mereka, sehingga ketika kembali ke keuskupan masing-masing dapat menjadi saksi-saksi dan leader-leader missioner yang agresif dan berani mengambil risiko.

Remaja T-SOM Angkatan ke-2
Remaja T-SOM Angkatan ke-2
Pemberian sertifikat dan bekal misi oleh Dirnas Karya Kepausan Indonesia

Penutupan T-SOM Angkatan Ke-2

Selesai misa dilanjutkan dengan acara penutupan T-SOM Angkatan ke-2. Para peserta diberikan sertifikat dan bekal rohani sebagai misionaris. Setelah itu seluruh Dirdios kembali pulang ke keuskupan masing-masing, kecuali untuk remaja T-SOM, pendamping dan para Dirdios mereka masih melanjutkan acara hingga malam hari.

Praktik Bermisi di Paroki Nusa Dua

Para remaja T-SOM angkatan kedua diajak ke Puja Mandala, Nusa Dua Bali. Kunjungan tersebut untuk mendampingi kegiatan anak-anak SEKAMI di Paroki Maria Bunda Segala Bangsa. Kelompok dibagi dua, yaitu kelas 1-3 SD dan kelas 4-6 SD, di dua ruangan berbeda. Anak-anak SEKAMI diajak bernyanyi, berdoa, bermain, mewarnai, bercerita, mengisi kuis dan juga membaca Kitab Suci. Semuanya dipimpin oleh remaja T-SOM, sementara para pendamping dan Dirdios hanya ikut menemani dan mengawasi jalannya kegiatan. Kegiatan berlangsung kurang lebih selama dua jam.

Ingat, Bukan Aku Tetapi TUHAN!

Setelah itu para remaja T-SOM diajak berkeliling, mengunjungi beberapa pantai wisata dan diakhiri dengan makan malam di Canggu. Sebelum makan malam, diadakan ibadat yang dipimpin oleh RD. Yosef Irianto Segu, Dirdios Keuskupan Bogor. Dalam pesannya kepada para remaja, Romo Segu mengatakan bahwa memang secara psikologis remaja memiliki kebutuhan untuk dilihat dan dipuji, namun Romo mengingatkan agar jangan sampai hal itu mendominasi perilaku. Mereka tidak boleh lupa bahwa pokok yang utama adalah Tuhan sendiri, dan bukan diri sendiri. Remaja misioner yang gembira, cerdas dan tangguh adalah ranting Tuhan, alat yang Tuhan pakai untuk mewartakan Injil. Kegiatan kemudian ditutup dengan makan malam bersama sebelum rombongan kembali ke hotel.

(Angel – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s