Cinta Ria

Renungan Harian Misioner
Selasa Biasa XXXIV, 22 November 2022
P. S. Sesilia

Why. 14:14-20; Mzm. 96:10,11-12,13; Luk. 21:5-11; atau dr RUybs

Banyak sekali nyanyian disusun dan menyebabkan penyanyi maupun pendengarnya bersukaria. Namun Sesilia, menyanyikan sukarianya dalam suasana tidak serba gembira. Justru karena itulah St. Sesilia memikat kita untuk menjadi teladan sekitar Kabar Gembira Yesus Kristus, yang memuncakkan cinta-Nya di Golgotha. Di sanalah juga cinta-Nya kepada Ibu Maria dan Yohanes dipadukan.

Refleksi kita: apakah cinta kita dengan duka? Kita sebagai murid Kristus diajak bersama-Nya memanggul salib pemberian diri. Mau?

Wahyu 14:14-20: memadukan tindakan menyabit dengan tindakan panen. Kegembiraan panen berpadu dengan tindakan yang nadanya menyakitkan, namun maknanya memetik buah karya. Dalam peristiwa itu, seluruh peristiwa penciptaan, penjelmaan dan penebusan menyatu erat. Oleh sebab itu, Kitab Wahyu menolong kita mewahyukan kerahiman Allah menebus dosa kita. Tengoklah peristiwa Sesilia mengorbankan dirinya, sebagai “tanda dan sarana” menampakkan imannya kepada Tuhan Yesus Kristus. Bagi kita sekarang: siapkan kita jadi tanda cinta Tuhan?

Lukas 21:5-11 melukiskan juga, bagaimana Perjanjian Baru menjadi ungkapan cinta Tuhan kepada kita semua, walaupun langkah dan kata kita sering menyakitkan-Nya. Oleh sebab itu, pengorbanan Diri Sang Kristus merupakan panggilan yang mengesankan bagi Sesilia: bukan dengan sedih dan sakit, melainkan dengan gembira. Cinta Yesus membebat segala lukanya, meriangkan segala erang-sakit, membuahkan DUKACINTA. Sesilia menyanyi dalam duka. Maka dari itu, Sesilia dimohon untuk menjadi pelindung bagi Murid Kristus, yang mengungkapkan imannya dengan sukaria. Marilah kita mempersembahkan iman kita kepada Allah dengan sepenuh kegembiraan, dengan Sesilia. Secara pribadi dan secara komunal, kita diutus untuk menjadi Pewarta Dukacinta tanpa tara. Apakah kita sanggup menjadi “tanda dan sarana Kabar, bahwa melalui Duka-Nya, Cinta Yesus kepada kita diberikan, sehingga Allah Bapa membangkitkan-Nya di Hari Paskah”? Marilah kita berdoa kepada Santa Sesilia, agar dapat menjadi Rasul Nada riang demi Kemuliaan Allah berkat Roh Sukacita. Alleluia. Alleluia. Alleluia.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Anak-anak yang menderita

Kita berdoa untuk anak-anak yang menderita, terutama tuna wisma, yatim piatu, dan korban perang; semoga mereka mendapat jaminan untuk memperoleh pendidikan dan kesempatan merasakan kehangatan kekeluargaan.

Ujud Gereja Indonesia: Mengenang mereka yang meninggal karena Covid-19

Kita berdoa untuk mereka yang meninggal karena Covid 19, semoga Tuhan menganugerahkan belas kasih-Nya pada mereka, dan arwah mereka beristirahat dalam ketentraman kekal.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s