Perjumpaan di Dalam Terang Yang Menyelamatkan

Renungan Harian Misioner
Kamis, 29 Desember 2022
P. S. Tomas Becket

1Yoh. 2:3-11; Mzm. 96:1-2a,2b-3,5b-6; Luk. 2:22-35

Misi: menemukan jalan baru untuk berjalan dalam terang dan kasih, yang melenyapkan kegelapan dan membawa kita pada keselamatan serta kemuliaan Tuhan.

Lantunan sabda Allah yang kita dengar hari ini mengajak kita untuk selalu berada dalam perintah dan firman Allah. Tinggal dalam terang untuk menghalau kegelapan, serta bermateraikan kasih Kristus untuk menyingkirkan kebencian.

Sesama sahabat misioner yang terkasih, pada bacaan pertama, rasul Yohanes menandaskan kepada komunitasnya agar memperkuat kesetiaan pada perintah dan firman Allah. Menaati firman Allah berarti menyatu dengan kasih Allah dan selalu dipandu oleh kebenaran. Bagi rasul Yohanes Kristus adalah sumber kasih dan kebenaran; Dialah asal pancaran cahaya yang menghalau kegelapan.

Kisah terang dan keselamatan pada surat pertama rasul Yohanes juga terdapat dalam injil Lukas yang kita dengar hari ini. Terang dan keselamatan itu dialami Simeon ketika berjumpa dengan Kanak-Kanak Yesus, Sang Cahaya dan Kemuliaan Allah. Yesus hadir di bait Allah pada masa bayi untuk mematuhi perintah dan hukum Allah yang termuat dalam Taurat. Bersama Maria dan Yusuf, Yesus tampil sebagai tokoh utama yang taat kepada perintah dan hukum Allah, serta masuk dalam realitas manusia. Maka sekalipun Yesus adalah Putra Allah, Dia rela taat dan tunduk pada tradisi-tradisi yang telah dikuduskan dan disucikan oleh Allah Bapa-Nya. Dia hadir sebagai Pribadi yang lemah, dan mengikuti alur hidup Maria dan Yusuf untuk hadir di bait Allah, padahal sesungguhnya Yesus sendiri adalah Bait Allah itu sendiri.

Sesama sahabat misioner yang terkasih, pada perayaan natal kali ini kita diminta untuk menemukan jalan baru dalam ziarah iman kita. Sehingga kita tetap setia pada firman, perintah, hukum dan kehendak Allah yang telah diteladankan Kristus, Maria dan Yusuf. Tinggal dalam perintah dan firman Allah berarti berada dalam terang dan bimbingan Tuhan. Agar kita mampu menemukan jalan baru untuk mencapai hidup baru, dan bebas dari sergapan perbuatan dosa yang menggelapkan hidup kita.

Kita hendaknya berjalan di dalam cahaya Kristus, sebagaimana yang dilantunkan oleh Simeon; agar terang Kristus menuntun kita pada perbuatan kasih yang dapat menghancurkan kebencian dan keserakahan yang telah membatu dalam hati kita.

Sesama sahabat misioner yang terkasih, tinggal di dalam terang, kasih dan kebenaran kristus berarti datang pada Tuhan apa adanya untuk diselamatkan. Datang seraya mempersembahkan dan menyerahkan diri pada kasih dan kemuliaan Tuhan. Mempersembahkan diri kepada Allah artinya membangun perjumpaan di bawah terang dan kasih Allah. Sehingga hati kita lepas bebas untuk mengalami keselamatan sebagaimana yang diserukan oleh Simeon.

Simeon dengan hati yang kokoh setia menanti kedatangan Kristus Sang Terang. Sementara Bunda Maria dalam kesetiaannya kepada Kristus mampu menghadapi tantangan dan kesulitan dalam hidupnya, yang bagaikan pedang derita yang menembusi berbagai perjuangan hidupnya.

Sesama sahabat misioner yang terkasih, marilah kita dengan sukacita menghadap Kristus sebagai terang dan keselamatan. Mari kita bangun perjumpaan dengan Dia agar kasih dan kebenaran-Nya menuntun kita pada jalan baru, jalan kebenaran dan kehidupan. Marilah kita mempersembahkan segala keterbatasan dan kelemahan kita di hadapan Kristus sebagai wujud perjumpaan kita dengan-Nya yang adalah Penyelamat kita. Amin

(RP. Hiasintus Ikun, CMF – Dirdios KKI Keuskupan Palangkaraya)

DOA PERSEMBAHAN HARIAN

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Sukarelawan dari organisasi yang tidak mencari keuntungan

Kita berdoa semoga organisasi-organisasi yang tidak mencari keuntungan yang berkomitmen pada perkembangan kemanusiaan dapat menemukan orang-orang yang berdedikasi terhadap kesejahteraan masyarakat dan tidak mengenal lelah mencari jalan untuk menjalin kerja sama internasional.

Ujud Gereja Indonesia: Memupuk sikap moderat

Kita berdoa, semoga Gereja membangun dan memupuk sikap moderat dan toleran bagi umatnya sendiri, sambil terus waspada terhadap bahaya fundamentalisme dan radikalisme baik yang ada di luar maupun di dalam Gereja sendiri.

Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s