Wanita Rasul

Renungan Harian Misioner
Senin, 10 April 2023
P. S. Vinsensius dr Lerins

Kis 2:14.22-32; Mzm 16:1-2a.5.7.8.9-10.11; Mat 28:8-15

Pada masa akhir-akhir ini, banyak kalangan berbicara mengenai “perlu ditingkatkannya peran wanita dalam masyarakat dan Gereja serta kegiatan apa pun”. Rupanya terasa sekali, bahwa sejak lama, kaum pria dipandang sebagai menguasai dunia,- termasuk Gereja. Ada lingkungan Gerejani, yang mulai memikirkan, bagaimana mengetengahkan peran perempuan dalam keluarga, Gereja dan politik. Baiklah, kalau kita merefleksikan, bagaimana sejarah hidup beriman menghadapkan seluruh kebersamaannya kepada Tuhan. Memang kerap kali orang terpesona pada Musa. Namun kita sering lupa, bahwa Putri Firaun adalah perempuan perkasa, yang menyelamatkan Musa. Perjanjian Lama mengenal Yudit dan banyak Perempuan Jaya. Lalu Gadis Nasaret, yang disapa Gabriel, berjasa (dalam berkat Allah) dengan, menjawab “YA” menyambut Penjelmaan Sang Putra. Catharina Sienna adalah pahlawan besar dalam Gereja Katolik Roma. Teresia Lisieux adalah perempuan rapuh yang penuh kekuatan dalam biara sampai ke daerah misi. Teresa Calcutta menjadi teladan iman yang penuh kerendahan hati dalam mengabdi Tuhan.

Matius 28:8-15 memaparkan kepada kita, bagaimana WANITA RASUL sungguh menjadi tokoh penting dalam mewartakan Kebangkitan Tuhan. Dasarnya adalah cinta kasih dan kerisauan Perempuan-Satu ini, dalam memikirkan, betapa Guru Nasaret telah dibantai habis-habisan dan diperam sendirian dalam makam, karena aneka aturan keagamaan dan kekhawatiran para murid sendiri. Dia melakukan, apa yang sungguh perkasa, di pagi buta di zaman itu: ke makam demi melayani Sang Tersalibkan. Ia benar merasakan kehilangan Tuhan. Namun, ia tidak bersembunyi atau mencari tempat aman. Ia merasakan hasrat disapa Tuhan. Itulah juga yang terjadi. Sang Kristus menyapanya; walau dengan cara yang amat mengejutkan. Tidak jarang Tuhan menyapa kita dengan cara yang kurang kita perhatikan.

Refleksi kita: betapa kita perlu membuka diri pada sapaan Tuhan yang tak terduga-duga. “PERGILAH”: Sapaan kasih Allah berlanjut dengan PENGUTUSAN BAGI WANITA yang penuh kasih ini. Guru Nasaret diketahuinya sebagai Seseorang, yang senantiasa mengarahkan Diri kepada orang banyak, yang membutuhkan Kabar Gembira: ya makanan, ya penyembuhan, ya penghiburan; dan kini Kabar Gembira Hidup Baru. Oleh sebab itu, WANITA ini diutus untuk menjadi RASUL HIDUP BARU DARI PASKAH. Dalam peristiwa ini, nampak sekali, bagaimana sejak awal Gereja, TUHAN MENGUTUS SIAPA PUN yang dikehendaki-Nya, untuk mewartakan Kabar Gembira. Mungkin sekali, urusan ekonomis atau tata-layan gerejawi atau tata-budaya, atau pemikiran politis, yang menyebabkan PEREMPUAN tidak cukup mendapat tempat dan perhatian dalam Gereja dan masyarakat. Kita boleh bersyukur, bahwa sudah sejak beberapa puluh tahun, wanita menjadi rasul nyata dalam Gereja dan masyarakat. Santa Angela Merici, Santa Margareta Maria Alacoque dan banyak Santa modern membuka Misteri Ilahi bagi banyak orang lain. Para Pelayan Tarekat Internasional, Para Pelayan Kesehatan, Para Dosen Wanita di banyak Perguruan Tinggi, merupakan tokoh-tokoh yang sejak lama menjadi UTUSAN AGUNG mewartakan Kabar Gembira.

Refleksi kita: Apakah kita siap untuk membuka Gereja kita pada peran Rasul Wanita di lingkungan kita sendiri? Sejauh manakah Bunda Maria menjadi teladan kita? Tuhan berkatilah kami semua, agar Kehendak-Mu terjadi: bahwa semua orang sejak Maria dan Magdalena menjadi Pewarta Kabar Gembira Paskah kami.

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Budaya perdamaian dan tindak non-kekerasan – Kita berdoa, semoga makin subur dan berkembanglah kedamaian dan budaya non kekerasan, yang dibarengi dengan upaya mengurangi penggunaan senjata baik oleh negara-negara maupun warganya.

Ujud Gereja Indonesia: Kepercayaan diri kaum muda – Kita berdoa, semoga kaum muda sadar, bahwa keasyikannya dengan dunia digital dan fasilitas online bisa membuat mereka terisolasi dalam dunianya sendiri; semoga mereka dianugerahi keberanian untuk menemukan kembali rasa percaya diri dan kemauan untuk memperluas relasi dan pergaulannya juga di dunia offline.

 Amin

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s