YESUS dalam Ekaristi adalah Sumber dan Puncak Misi 

Hari Ke-11
Rabu Biasa XXVII, 11 Oktober 2023
Peringatan: S. Yohanes XXIII, Paus

Bacaan: Yun. 4:1-11
Injil: Luk. 11:1-4

“[…] Tuhan, ajarlah kami berdoa, sama seperti yang diajarkan Yohanes kepada murid- muridnya.”
(Lukas 11:1)

Mengapa doa menjadi penting dalam kehidupan kita sehari-hari? Dalam Katekismus Gereja Katolik no. 2559 disebutkan bahwa doa adalah pengangkatan jiwa kepada Tuhan, atau satu permohonan kepada Tuhan demi hal-hal yang baik. Disebutkan juga bahwa untuk dapat berdoa dengan baik, posisi batin kita adalah merendahkan diri di hadapan Tuhan. Kerendahan hati menjadi dasar doa. 

Para murid Yesus memberikan teladan kerendahan hati itu. Mereka memohon, “Tuhan, ajarlah kami berdoa.” Atas permintaan itulah Yesus mengajarkan doa Bapa Kami. Doa yang terdengar sederhana ini adalah doa yang diajarkan oleh Tuhan sendiri. Maknanya sangat dalam dan luar biasa.

Bapa Paus Fransiskus pernah menulis satu buku berjudul: Our Father (Bapa Kami) yang secara khusus membahas tentang doa ini. Ia mengatakan bahwa Yesus sendirilah yang mengajar kita untuk memanggil Tuhan dengan sebutan “Bapa.” Ini adalah inti iman Kristiani kita, bahwa kita memiliki relasi yang intim dengan Allah Bapa, Putra dan Roh Kudus. Penggunaan kata Bapa yang merupakan sebutan universal, sekaligus menunjukkan janji Yesus sendiri bahwa kita tidak akan dibiarkan-Nya menjadi yatim-piatu (bdk. Yoh. 14:18). 

“Anak-anak memerlukan Bapa yang tetap menanti mereka meskipun jika mereka gagal dan malu untuk mengakui kesalahan mereka. Seorang Bapa memberikan rasa aman ini, karena ia adalah penjaga dan sekaligus penguat iman akan kebaikan, keadilan dan perlindungan Tuhan, seperti teladan yang ditunjukkan oleh Santo Yosef terhadap Yesus. Begitu pula Gereja hadir sebagai ibu yang mendukung dengan segenap kekuatannya akan kehadiran Bapa yang baik dan murah hati dalam keluarga” (Our Father, Pope Francis).

Bapa Suci juga mengatakan bahwa “Doa selalu hidup dalam kehidupan, seperti bara api… Bahkan ketika mulut tak bersuara, hati akan bicara” (Pope at Audience: We meet God in prayer in the ‘today’ that we live, Vatican News 10 February 2021). Mereka yang merasa tak pandai menyusun kata-kata dalam membuat sebuah doa yang baik, sebenarnya tak perlu risau. Ketika pun mulut kita tak mampu menemukan kata yang tepat, Tuhan mendengarkan hati kita. Yang kita perlu lakukan hanyalah mengarahkan hati pada-Nya, dan percaya sepenuh iman bahwa Ia mendengar pergumulan hati kita.

Tapi berdoa sendiri atau bersama keluarga dalam doa harian maupun devosi saja tidaklah cukup. Dalam sebuah audiensi lain, Bapa Suci mengatakan bahwa doa orang Kristiani terkait erat dengan iman yang konkret, yaitu: Kitab Suci, Sakramen dan Ritus Liturgi  (Pope at Audience: Liturgy and prayer unite us to Christ, Vatican News 03 February 2021). Yesus Kristus adalah jalan keselamatan kita. Dalam liturgi Ekaristi kita berjumpa dengan Kristus. Ia menghadirkan diri-Nya dalam Roh Kudus melalui tanda-tanda sakramental. Paus menegaskan bahwa kekristenan tanpa liturgi adalah kekristenan tanpa Kristus. Saat kita merayakan misa, terjadi internalisasi kehadiran sakramental Yesus. Ia masuk dan menjadi bagian dari diri kita melalui Roti yang kita santap. Ekaristi juga merupakan sumber dan puncak misi Gereja: ‘Gereja Ekaristi yang otentik adalah Gereja misioner’ (Sacramentum Caritatis, 84).

Misi kita hari ini: berdoa dan merayakan Ekaristi secara teratur sebagai bagian hakiki dari misi.

(Budi Ingelina – Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalUntuk Sinode – Kita berdoa, semoga Gereja mengadopsi keutamaan mendengar dan berdialog sebagai gaya hidup pada setiap tingkatan, dan membiarkan dirinya dibimbing oleh Roh Kudus sampai ke ujung-ujung dunia. 

Ujud Gereja IndonesiaPemberdayaan – Kita berdoa, semoga para penggerak pemberdayaan dianugerahi ketekunan, kegigihan, dan kreativitas dalam mendampingi masyarakat kecil demi memenuhi kebutuhan dan meningkatkan kesejahteraan hidup mereka. 

Amin

ROSARIO MISIONER
PERISTIWA MULIA

  1. Yesus bangkit dari antara orang mati

“Malaikat itu berkata, janganlah kamu takut; sebab aku tahu kamu mencari Yesus yang disalibkan itu. Ia tidak ada di sini, sebab Ia telah bangkit, sama seperti yang telah dikatakan-Nya.” (Mat. 28:5-6)

Intensi doa untuk Benua Asia (butiran manik warna kuning)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami memohon anugerah persatuan untuk benua Asia, khususnya negara kami Indonesia yang sebentar lagi akan menyelenggarakan pemilu. Semoga pemilu dapat dijalankan secara terbuka, transparan dan akuntabel sehingga menjadi instrumen yang mempersatukan seluruh bangsa Indonesia. Pimpinlah hati dan pikiran kami untuk memilih pemimpin negara yang bijaksana dan adil, sesuai dengan kehendak-Mu. Semoga iman kami pada-Mu dapat menjadi landasan yang menjadikan kami warga negara yang aktif, mau peduli dan mengambil peran dalam memajukan bangsa dan negara kami. Jauhkanlah segala konflik, kekerasan dan dampak negatif dalam pemilu ini, agar kami sungguh dapat bersukacita menyambut pemimpin baru kami. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Yesus naik ke surga

“Sesudah Ia mengatakan demikian, Ia diangkat ke surga disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka. ‘Hai orang Galilea, mengapa kamu berdiri melihat ke langit?’ Yesus ini, yang diangkat ke surga meninggalkan kamu, akan kembali dengan cara yang sama seperti kamu lihat Dia naik ke surga.” (Kis. 1:9-11)

Intensi doa untuk Benua Australia & Oceania (butiran manik warna biru)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami berdoa untuk benua Australia dan Oceania. Anugerahkanlah 

Roh kesetiaan pada masyarakat agar dapat menghargai sejarah dan akar kehidupan. Saat ini orang-orang Aborigin, penduduk asli benua Australia, tengah menghadapi penderitaan, tekanan dan ketidakadilan karena rasisme, perbudakan, kekerasan, dan perampasan hak atas tanah mereka. Lindungilah mereka, dan kembalikanlah kebebasan hidup mereka di tanah warisan nenek moyang mereka. Terangilah akal budi semua orang untuk memaknai penghormatan akan leluhur dan sejarah sebagai wujud iman akan sejarah penciptaan-Mu. Semoga karya cinta kasih-Mu menjadi nyata melalui upaya-upaya untuk menjaga dan merawat warisan dan kekayaan budaya, termasuk kehidupan suku-suku asli. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Roh Kudus turun atas para rasul

“Tiba-tiba terdengarlah bunyi dari langit seperti tiupan angin keras yang memenuhi seluruh rumah, di mana mereka duduk […] lalu mereka semua dipenuhi Roh Kudus, dan mulai berbicara dalam bahasa lain, seperti yang diberitakan oleh Roh itu kepada mereka untuk dikatakan.” (Kis. 2:2.4)

Intensi doa untuk Benua Eropa (butiran manik warna putih)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, berkatilah benua Eropa dengan Roh persaudaraan. Bebaskanlah hati setiap orang dari ketakutan terhadap pengungsi dan pencari suaka, yang mengakibatkan stigmatisasi, sikap bermusuhan dan diskriminasi. Tanamkanlah penghargaan akan kehidupan agar keadilan dan kemanusiaan dapat ditegakkan terutama bagi kaum lemah dan terpinggirkan, yang membutuhkan rasa aman dan perlindungan. Banyak anak korban perang yang tidak dapat bertemu orang tua mereka karena aturan pembatasan. Semoga mereka segera dapat berkumpul kembali dan memperoleh hak untuk hidup bebas di bumi ciptaan-Mu ini. Dan semoga perbedaan dapat dijembatani, solusi baru dapat ditemukan untuk mencapai rekonsiliasi yang menjamin hak hidup dan perlindungan yang setara bagi semua orang. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria diangkat ke surga

“Jikalau kita percaya, bahwa Yesus telah mati dan telah bangkit, maka kita juga percaya bahwa dengan perantaraan Yesus, Allah akan mengumpulkan bersama-sama dengan Dia, mereka yang telah meninggal. Sesudah itu kita yang hidup, yang masih tinggal, akan diangkat bersama-sama dengan mereka dalam awan menyongsong Tuhan di angkasa. Demikianlah kita akan selama-lamanya bersama-sama dengan Tuhan.” (1 Tes. 4:14.17)

Intensi doa untuk Benua Amerika (butiran manik warna merah)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon anugerah pembebasan untuk semua orang yang menjadi korban perdagangan manusia dan perbudakan, khususnya di benua Amerika. Berikanlah keselamatan kepada para korban, karena Engkaulah Sumber keselamatan hidup kami. Semoga mereka yang pernah jatuh dalam kejahatan sesama, Kau angkat kembali dan Kau penuhi hidup mereka dengan sukacita-Mu. Bebaskanlah juga para pelaku kejahatan dari kuasa gelap dan tuntunlah mereka kepada pertobatan. Semoga kasih karunia-Mu menyertai segala upaya individu, kelompok dan organisasi, dalam memerangi perdagangan manusia dan perbudakan di mana pun juga. Sehingga suatu hari nanti penghormatan terhadap harkat dan martabat setiap manusia dapat ditegakkan di muka bumi ini. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

  1. Maria dimahkotai di surga

“Tampaklah suatu tanda besar di langit; seorang perempuan berselubungkan matahari, dengan bulan di bawah kakinya dan sebuah mahkota dari dua belas bintang di atas kepalanya.” (Why. 12:1)

Intensi doa untuk Benua Afrika (butiran manik warna hijau)

Ya Bapa, bersama Maria Bunda Evangelisasi, Bunda segala bangsa, kami mohon rahmatilah benua Afrika agar dapat terbebas dari bencana alam dan kekerasan. Krisis pangan akibat dari kekeringan, banjir dan konflik yang berkelanjutan menyebabkan angka kematian yang tinggi. Anak-anak menjadi korban: terbunuh dan meninggal karena kekurangan gizi. Curahkanlah rahmat-Mu ya Bapa Maha Pemurah dan Pengasih, berkatilah alam benua ini sehingga dapat memberi kelimpahan yang menopang kehidupan masyarakatnya. Bebaskanlah mereka dari jeratan kemiskinan dan ancaman kelaparan ekstrem yang menjadi sumber penderitaan mereka. Semoga semangat solidaritas terus tumbuh dalam diri kami semua, sehingga seluruh dunia mau peduli dan bekerjasama untuk memberikan pertolongan pada saudara-saudari kami di benua Afrika. Dengan pengantaraan, Yesus Kristus, Tuhan kami. Amin. 

Ya Maria Bunda evangelisasi, Bunda segala bangsa, doakanlah dan lindungilah kami, anakmu!

Tinggalkan komentar