Renungan Harian Misioner
Sabtu Pekan Biasa XXXI, 11 November 2023
P. S. Martinus dr Tours
Rm. 16:3-9,16,22-27; Mzm. 145:2-3,4-5,10-11; Luk. 16:9-15; atau dr RUybs
“Jikalau kamu tidak setia mengenai harta orang lain, siapakah yang akan memberikan hartamu sendiri kepadamu?”(Lukas 16:12)
Bacaan Injil Lukas 16:9-15 yang kita dengarkan hari ini merupakan kelanjutan dari perumpamaan sebelumnya tentang bendahara yang tidak jujur (Lukas 16:1-8). Dikisahkan sebelumnya bahwa posisi sang bendahara sedang terancam dan akan diberhentikan, terutama ketika tuannya meminta laporan keuangan. Mengingat rekam jejaknya sebagai bendahara sekaligus tukang tagih hutang (Debt Collector) tuannya, bendahara ini menjadi kuatir akan masa depannya sendiri. Ia pun putar otak, mencari cara agar bisa memperoleh bantuan di kemudian hari. Dengan cerdik ia mengambil hati orang yang berhutang kepada majikannya, dengan mengurangi jumlah hutang orang tersebut, yang mungkin saja adalah komisi/bonus dari pekerjaannya. Si bendahara berharap telah menanam budi sehingga suatu saat bisa memperoleh bantuan dari orang-orang yang berhutang pada tuannya. Bendahara yang tidak jujur ini telah belajar dari kegagalannya. Ia mengorbankan miliknya dan kemudian memberikannya pada orang lain supaya ia dapat mengambil keuntungan dari pemberian itu di kemudian hari.
Dalam Injil hari ini Yesus menekankan maksud di balik perumpamaan tentang bendahara yang tidak jujur itu, agar kita bijaksana dalam mengelola karunia dan rahmat duniawi yang dipercayakan kepada kita. Yesus mengajarkan agar kita menggunakan harta benda dengan bijak dan adil, mengutamakan nilai-nilai kerajaan Allah daripada memperkaya diri dan jatuh dalam dosa.
Pernyataan: “jikalau kamu tidak setia menegnai harta orang lain, siapakah yang akan memberikan hartamu sendiri kepadamu?” (ayat 12) menggarisbawahi pentingnya integritas dalam segala hal, termasuk dalam urusan keuangan. Allah menginginkan kita menjadi orang yang dapat dipercayai, dan adil dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam mengelola harta milik kita sendiri. Tak satu pun harta atau kepemilikan yang ada pada kita dalam hidup ini adalah milik kita. Kita hanya dipercayai untuk mengelolanya. Kita diajak untuk tidak berpegang erat pada barang milik sebagai kekayaan atau jaminan pribadi, tetapi dipergunakan bagi kemuliaan nama Tuhan dan untuk mendukung misi-Nya di dunia ini.
Sebagaimana Tuhan telah begitu murah hati dan dermawan di dalam hidup kita, hendaknya kita pun memandang diri kita sebagai pengurus barang milik Tuhan, serta bersikap baik, murah hati, tidak pelit, dan siap sedia untuk membantu orang lain serta menjadi semakin kaya dalam kebajikan.
Misi kita hari ini adalah berusaha menggunakan harta yang kita punya untuk membantu sesama yang sedang kesusahan, dan membantu karya misi.
(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Untuk Bapa Suci – Kita berdoa untuk Bapa Suci, semoga dalam menjalankan tugas perutusannya, Beliau dapat terus menemani umat yang dipercayakan kepadanya dengan pertolongan Roh Kudus.
Ujud Gereja Indonesia: Kekerasan seksual – Kita berdoa, semoga institusi-institusi gerejani dapat menciptakan suasana dan rasa aman serta mampu menegakkan protokol yang bisa menjauhkan dan mencegah terjadinya kekerasan seksual terhadap mereka-mereka yang lemah dan rentan.
Amin
