Tetap Rendah Hati dan Penuh Iman

Renungan Harian Misioner
Selasa, 02 Jan 2024
P. S. Basilius Agung & Gregorius dr Nazianze

1Yoh. 2:22-28; Mzm. 98:1,2-3ab,3cd-4; Yoh. 1:19-28, atau dr RUybs

Sang Sabda diresapi oleh Basilius Agung maupun Gregorius Nazianze dengan kesetiaan iman murid Kristus secara lahir-batin. Kesetiaan itu dilihat Gereja, sebagai nampak dalam kata-kata, upacara ibadat maupun dalam bakti karyanya di tengah umat Gerejawi, demi kemuliaan Allah. Dengan demikian, secara lisan, tertulis maupun tindakan, perseorangan maupun dalam kebersamaan mereka jadi saksi. 

Bacaan I: 1 Yoh. 2:22-28 sebagai surat “Murid yang dikasihi Yesus” meng-kalimat-kan secara mendalam dan meluas, apa ajaran Yohanes, yang diresapinya sejak “berjalan bersama” (sinodalitas) dengan Guru dari Nazaret: langkah demi langkah. Karunia agung itu dinikmatinya, berupa pelbagai relasi mendalam antara doa, pengajaran, santap bersama maupun berkelana di tengah Keduabelasan, sebagaimana Dua Belas Suku Israel mencoba menghayati iman kepada Allah, demi Kemuliaan-Nya.  

Refleksi: iman kita menjangkau melampaui pengertian tulisan dan kata-kata dalam Alkitab ataupun Aturan Hukum seluruh umat: menjadi relasi dari Hati ke Hati yang benar-benar menyusup sampai lubuk hati terdalam. Maka tidak akan terlupakan; sampai kapan pun dan  dengan risiko apa pun. Sebab iman, cinta kasih menyatu dan berharap mengekal. 

Mazmur Tanggapan: Mzm. 98:1.2-3ab.3cd-4 mengeratkan murid Kristus dengan Tradisi Daud, sehingga relasi manusia beriman dengan Tuhan  meresapi seluruh panca indra mereka, seraya menjiwai segala segi kehidupan. Maka relasi dengan Sang Sabda, sejak awal tahun diharapkan menguatkan pribadi maupun kehidupan bersama kaum beriman sedalam-dalamnya. Keselamatan Allah diresapi sampai seutuh pribadi manusia. 

Bacaan Injil: Yoh. 1:19-28: di depan publik, yang tidak senantiasa bersikap simpati kepada keyakinan imannya, Yohanes Pembaptis sekaligus memberi Pengajaran Iman dan menyatakan Keyakinan imannya secara terbuka, tanpa takut akan tuntutan pertanggungjawaban hukumnya. Sementara itu dia juga tidak berpura-pura mengaku luhur, sehingga menyombongkan diri, tetapi dengan rendah hati menempatkan dirinya di bawah Sang Kristus. Justru karena itu, orang dibimbingnya menuju kepada iman dari Allah bagi Utusan Agung-Nya. 

Refleksi kita: “marilah para murid Kristus yang diutus mewarta, dari satu sisi penuh iman, dari sisi lain mewartakan dengan rendah hati perihal iman akan Sang Putra. Marilah kita berdoa: “Roh Allah, kuatkanlah iman kami dan berilah kami kerendahan hati dalam mewartakan Sang Sabda sejak dini dalam Berjalan bersama mewartakan SANG kRISTUS”. 

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik. 

Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat. 

Amin.

Tinggalkan komentar