Hidup sebagai Anak Pemberian TUHAN Bagi Sesama

Renungan Harian Misioner
Rabu, 03 Jan 2024
P. Nama YESUS yang Tersuci

1Yoh. 2:29 – 3:6; Mzm. 98:1,3cd-4,5-6; Yoh. 1:29-34

Para Pembaca Ren-Har KKI yang terkasih, Selamat Tahun Baru dan Shalom!

Firman Tuhan yang dihadirkan melalui tokoh-tokoh seperti Rasul Yohanes, Penginjil Yohanes, berikut Yohanes Pembaptis, mengingatkan kita bahwa Tuhan Allah sedang mngerjakan keselamatan-Nya melalui “proses adopsi Ilahi”, dan bahwa setiap orang yang telah masuk ke dalam proses ini, diutus-Nya untuk membawa orang-orang lain ke dalam proses adopsi Ilahi yang sama ini, sehingga keselamatan Tuhan boleh menjangkau semakin banyak orang melalui kita, anak-anak Allah!

  • Adopsi Ilahi: Pengangkatan kita menjadi Anak Allah!

Sejak Hari Kedua dalam Tahun Baru 2024 ini, Firman Tuhan yang kita baca dan renungkan diambil dari Surat Rasul Yohanes untuk Bacaan Pertama dan Injil Yohanes untuk Bacaan Injil. Selain untuk Sang Rasul dan Sang Penginjil, Bacaan Firman Tuhan dalam Injil hari ini menghadirkan seorang tokoh lain, dengan nama Yohanes Pembaptis, Putra Zakharia dan Elisabeth. Nama Yohanes, menurut ahli tafsir Inggris William Barclay, diambil dari kata “Jehohannan” yang berarti “Pemberian atau Hadiah dari Allah” atau “Allah adalah Kasih.” 

Mengikuti tradisi pemberian nama dari orang-orang Yahudi ini, kita akan melihat apa wujud pemberian atau hadiah dari Allah, untuk kita yang membaca dan merenungkan Firman Tuhan, yang disampaikan oleh Sang Rasul berikut berita Injil dari Sang Penginjil ini?

Merujuk kepada Surat Yohanes 2: 29 – 3:6 yang menjadi Bacaan Pertama kita hari ini, maka “Hadiah” atau “Pemberian dari Allah” bagi kita adalah “Kasih-Nya, yang menerima dan mengangkat kita menjadi anak-Nya,” sesuai dengan kata-kata Sang Rasul ini, “Lihatlah, betapa besarnya kasih yang dikaruniakan Bapa kepada kita, sehingga kita disebut anak-anak Allah, dan memang kita adalah anak-anak Allah” (1 Yohanes 3:1; Bdk. Yohanes 1:13-14).

  • Memperluas Proses Adopsi Ilahi

Rasul Yohanes telah mengingatkan bahwa proses adopsi ilahi telah dilakukan oleh Tuhan terhadap kita! Dan Penginjil Yohanes, yang menghadirkan tokoh Yohanes Pembaptis, mengingatkan kita juga, bahwa setelah diangkat menjadi anak-anak Allah, tugas kita tidak berhenti di situ. Tetapi bahwa ada misi atau tugas-perutusan, seperti yang dilakukan oleh Yohanes Pembaptis, yaitu “memperkenalkan Yesus dan mempertemukan Dia dengan orang-orang lain lagi” (Bdk. Yohanes 1:29-31). 

  • Melanjutkan Proses Adopsi Ilahi!

Selanjutnya, ketika dibaptis dalam Nama Bapa dan Putra dan Roh Kudus, kita juga telah memperoleh kesempatan untuk menjadi “Jehohannan” alias “Anak (Pemberian) Tuhan” dengan tugas-perutusan kami untuk ikut-serta menjadikan orang-orang lain menjadikan orang-lain juga sebagai “Jehohannan” alias “Anak (Pemberian) Tuhan”. Tugas-perutusan untuk membawa orang lain kepada keselamatan di dalam Kristus ini, secara kanonik ditegaskan sebagai berikut, “Kaum beriman kristiani ialah mereka yang, karena melalui baptis diinkorporasi pada Kristus, dibentuk menjadi umat Allah dan karena itu dengan caranya sendiri mengambil bagian dalam tugas imam, kenabian dan rajawi Kristus, dan sesuai dengan kedudukan masing-masing, dipanggil untuk menjalankan perutusan yang dipercayakan Allah kepada Gereja untuk dilaksanakan di dunia” (Kan. 204 – § 1).

Semoga Tuhan kita Yesus Kristus menguatkan kita, untuk menghayati hidup kita dengan baik sebagai “Anak-anak Allah” agar supaya melalui sikap dan tindakan serta tutur-kata dan perilaku kita, orang-orang lain dapat menemukan jalan kepada Yesus Kristus, dan menerima serta mengakui-Nya sebagai Tuhan dan Juruselamat. Amin!

(RD. Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkalpinang)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik. 

Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat. 

Amin.

Tinggalkan komentar