Tugas Menjadi Saksi TUHAN

Renungan Harian Misioner
Kamis dalam Oktaf Paskah, 04 April 2024
P. S. Benediktus Moor

Kis 3:11-26; Mzm 8:2a,5,6-7,8-9; Luk 24:35-48

Bacaan Kitab Suci hari ini ingin mengungkapkan kepada kita rencana ilahi Allah yang tidak diketahui oleh manusia. Santo Petrus seperti yang dikisahkan dalam bacaan pertama mengambil kesempatan terjadinya mukjizat penyembuhan terhadap orang cacat untuk membantu orang-orang agar fokus pada makna mukjizat tersebut dan bukan pada aspek sensasional dari mukjizat tersebut seperti yang dilakukan oleh para penyembuh yang lain. Seperti Petrus, yang lebih utama adalah mengarahkan umat menuju Penyembuh sejati, yaitu Yesus Kristus, Tuhan kita. Santo Petrus mengalihkan kuasa mukjizat dari dirinya kepada Tuhan kita. Kesembuhan orang lumpuh meneguhkan bahwa apa yang dikatakan Petrus dan Yohanes adalah benar karena mereka menyembuhkan bukan dalam nama mereka tetapi dalam nama Yesus, Tuhan yang Bangkit. Dengan peristiwa ini, identitas Yesus juga ditegakkan dalam kebangkitan. 

Dalam perspektif ini, terpenuhilah apa yang dinubuatkan dalam Perjanjian Lama. Penginjil Lukas mengungkapkan bagaimana Yesus dalam penampakan-Nya selalu memberi petunjuk kepada mereka yang melihat-Nya bahwa kematian dan kebangkitan-Nya adalah bagian dari rencana Allah dalam penggenapan Kitab Suci; (lih. Luk 24:5-7; Luk 24:25-27). Dan penampakan hari ini di hadapan Rasul-rasul-Nya sekali lagi diikuti oleh pengulangan-Nya mengenai fakta kesinambungan dan penggenapan Kitab Suci; dalam Hukum Musa, Kitab Para Nabi, dan Mazmur. Hal ini jugalah yang ditegaskan oleh Petrus dan Yohanes setelah menyembuhkan orang lumpuh. Mereka berupaya memberikan pencerahan kepada orang-orang Yahudi tentang bagaimana Yesus benar-benar merupakan penggenapan kitab suci yang mereka yakini. Tuhan tidak hanya menampakkan diri-Nya kepada para Rasul dan berhenti di situ. Yesus menuntun mereka juga untuk sampai pada pemahaman yang lebih dalam tentang misteri Paskah dan panggilan hidup mereka yang lebih tinggi. Dan kepada para Rasul, Yesus menegaskan bahwa “kamu adalah saksi dari semuanya ini.” Pesan Yesus ini menyiratkan misi untuk melanjutkan pewartaan tentang Yesus yang bangkit dan apa yang telah dilakukannya selama hidup-Nya.

Bagaimana dengan kita? Yakinkah kita bahwa Dia yang kita yakini sebagai Tuhan dan Juru Selamat adalah Dia yang ditakdirkan Tuhan sebagaimana ditegaskan dalam Kitab Suci? Apakah kita juga percaya bahwa Yesus adalah pemenuhan janji Allah sejak awal yang datang untuk menyelamatkan manusia? Memang benar, iman kita kepada Kristus tidak hanya didasarkan pada kesinambungan Perjanjian Lama tetapi juga diperkuat oleh kematian dan kebangkitan-Nya. Iman kita tidak hanya didasarkan pada apa yang disaksikan para rasul tentang melihat Tuhan yang bangkit, namun juga ditegaskan oleh perluasan karya penyembuhan Yesus melalui Para Rasul. Iman kepada Kristus adalah satu-satunya hal yang diperlukan untuk mendapatkan keselamatan. Karenanya, kita harus memperkuat iman kita dengan membaca dan merenungkan Kitab Suci sehingga kita dapat menghargai keindahan rencana keselamatan Allah di dalam Kristus, dan memahami lebih mendalam misteri Paskah. Selanjutnya, sebagaimana Yesus juga memberi pesan kepada Para Rasul-Nya, kini kita pun mendapat tugas yang sama untuk menjadi ‘saksi-Nya’ di mana pun kita berada. Hidup kita menjadi pewartaan akan Dia yang kita imani yang tertuang dalam Kitab Suci dan ajaran Gereja Katolik. Kita mungkin tidak melakukan karya-karya besar seperti mukjizat yang dilakukan oleh Petrus dan Yohanes, tetapi tindakan-tindakan kasih yang mendatangkan damai bagi banyak orang adalah bentuk kesaksian kita akan Yesus yang mengajarkan dan memberi teladan kepada kita untuk melakukan seperti yang telah Ia lakukan! Semoga!

(RP. Joseph Gabriel, CSsR – Studentat Redemptoris, Yogyakarta)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalPeran perempuan – Semoga martabat dan nilai tinggi perempuan diakui di setiap budaya, dan semoga diskriminasi yang mereka alami di berbagai belahan dunia diakhiri. 

Ujud Gereja IndonesiaKesehatan mental – Semoga masyarakat kita memiliki kepekaan untuk mengenali orang dengan masalah kesehatan mental dan orang dengan gangguan jiwa, serta melakukan upaya nyata untuk membantu mereka agar tetap memelihara imannya.  

Amin

Tinggalkan komentar