Mengenal TUHAN

Renungan Harian Misioner
Jumat dalam Oktaf Paskah, 05 April 2024
P. S. Yuliana dari Kornillon

Kis 4:1-12; Mzm 118:1-2,4,22-24,25-27a; Yoh 21:1-14

“Lalu murid yang dikasihi Yesus itu berkata kepada Petrus, ‘itu Tuhan’.”
(Yohanes 21:7)

Bacaan dari Injil Yohanes 21:1-14 yang kita dengarkan hari ini mengisahkan tentang Yesus yang menampakkan diri kepada murid-murid-Nya di pantai Danau Tiberias. Setelah mengalami beberapa penampakan Yesus yang bangkit, para murid bersukacita. Namun, mereka juga masih perlu makan. Mereka pun pergi ke danau untuk menangkap ikan. 

Saat para murid hendak menangkap Ikan, Yesus pun menampakkan diri dan berbicara dengan para murid. Yesus memberi perintah kepada para murid-Nya untuk melemparkan jala mereka ke sebelah kanan perahu, dan para murid itu mendengarkan kata Yesus. Ketika para murid mematuhi perintah Yesus, mereka mengalami mukjizat. Banyak ikan yang berhasil masuk ke dalam jalan mereka. Pada momen ini, salah satu dari mereka menyadari bahwa yang berbicara dengan mereka adalah Yesus. Yesus pun mengajak para murid untuk duduk bersama dalam perjamuan bersama-Nya di tepi pantai. 

Dalam kehidupan kita setiap hari, kita pun layaknya para murid harus bisa mengenali kehadiran Yesus dalam pekerjaan dan aktivitas sehari-hari. Dalam bacaan Injil hari ini, kita mendengar kisah Yesus yang tidak saja menampakkan diri dalam persekutuan/kelompok, tetapi juga menampakkan diri kepada murid-murid-Nya ketika mereka sedang melakukan pekerjaan rutin; membanting tulang mencari nafkah, menebarkan jala untuk mencari ikan. Seringkali kita menganggap sepele semua yang rutin, hal-hal yang kita kerjakan setiap hari, sehingga tidak ada waktu untuk mendengarkan suara Tuhan, ketika Tuhan memberikan petunjuk, ke arah mana seharusnya kita “menebarkan jala”. Seringkali juga, kita lupa bahwa Yesus selalu ada bersama kita. Kita hanya berpaling kepada Yesus di saat hidup menekan kita ke bawah.

Yesus hadir di dalam kehidupan kita sehari-hari, di tempat-tempat dan dalam situasi-situasi yang paling sederhana sekalipun. Yesus hanya meminta kita mengikuti Sabda-Nya. Layaknya para murid yang dengan patuh mengikuti kata-kata Yesus untuk menebarkan jala di sebelah kanan perahu, kita pun diajak untuk mendengarkan Sabda Yesus dalam kehidupan kita tanpa banyak mengeluh dan protes. Terkadang, ketaatan kita dalam hal-hal kecil dapat membawa berkat besar yang tidak terduga. Ini menjadi pengingat bahwa ketika kita mematuhi perintah-perintah Tuhan, Dia akan memberkahi kita melampaui apa yang kita harapkan atau bayangkan. Bagaimana cara kita mengenali Tuhan yang berbicara kepada kita seperti para murid?

Kita dapat mengenali Tuhan dengan mengenal pribadi Tuhan secara mendalam melalui Sabda Allah, kurban ekaristi, dalam doa-doa yang tidak pernah putus, dan dalam tindakan kasih kepada sesama. Saat kita berhasil mengenal pribadi Kristus, kita dapat berharap agar kita pun diundang oleh Yesus untuk makan bersama dengan-Nya di dalam satu meja perjamuan.  Semoga kita dapat semakin mendalami hubungan kita dengan Kristus, mengikuti-Nya dengan setia, dan merasakan kehadiran-Nya dalam setiap aspek kehidupan kita. 

Misi kita hari ini: Membangun relasi yang mendalam dengan Tuhan dalam doa pribadi dan doa komunitas.

(Ignasius Lede – Komisi Karya Misioner KWI)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalPeran perempuan – Semoga martabat dan nilai tinggi perempuan diakui di setiap budaya, dan semoga diskriminasi yang mereka alami di berbagai belahan dunia diakhiri. 

Ujud Gereja IndonesiaKesehatan mental – Semoga masyarakat kita memiliki kepekaan untuk mengenali orang dengan masalah kesehatan mental dan orang dengan gangguan jiwa, serta melakukan upaya nyata untuk membantu mereka agar tetap memelihara imannya.  

Amin

Tinggalkan komentar