Mewartakan Paskah

Renungan Harian Misioner
Sabtu dalam Oktaf Paskah, 06 April 2024
P. S. Notker ‘Penggagap’

Kis 4:13-21; Mzm 118:1,14-15,16ab-18.19-21; Mrk 16:9-15

Sudah pada dini hari, Tuhan Yesus tampil sebagai Sang Kristus, yaitu “Yang Diurapi”, karena bangkit sesudah wafat di salib dan kemudian diturunkan dari salib serta diletakkan di makam. Menurut St. Ignatius dari Loyola, Yesus yang bangkit pertama kali mengunjungi Bunda Maria yang dicintai-Nya. Disebutkan, bahwa Ia “tampil”, karena sebelum itu, Ia ada dan teberkati, walau tidak tampil di dalam panca-indra siapa pun, yang diberitakan. 

Dalam tradisi Paskah, tersimpan cinta-kasih Allah Pencipta dari anak cucu Abraham-Ishak-Yakub, Belas-kasih Allah yang dilawan Adam, sambutan Musa dan kawan kawan atas kasih sayang Allah untuk Penyelenggaraan Kebahagiaan anak-cucu Abraham-Ishak-Yakub. Pessah berarti “Melewati”. Ceritanya berkaitan dengan pesan bagi Israel, yang dikatakan oleh Utusan Allah, agar Keluarga Israel menyembelih anak domba jantan serta darahnya diusap di ambang pintu. Bila malam itu malaikat akan menyingkirkan anak-anak lelaki Mesir, maka dalam keluarga yang ambang pintunya ada coretan darah merah, di situ MALAIKAT AKAN MELEWATINYA (Pessah) DAN MENYELAMATKAN ANAK-ANAK ISRAEL. 

Kesetiaan para Abdi Allah di tengah keburukan dosa serta BERKAH ALLAH untuk kesiagaan umat Allah dalam MEWARTAKAN PASKAH: itu karena bisikan Roh. Karena para saudara yang menghunjukkan iman kepada Allah dengan Salib dan Kebangkitan Tuhan, mau menjadi saksi Tuhan, maka kita semua boleh, menjadi satu Keluarga Allah, di tengah duka derita lahir dan batin serta kesiapan untuk bertobat, kembali kepada Roh Kasih, yang melimpah kepada kita semua, tanpa kecuali. 

Dengan demikian, dengan sikap batin,  kita menyesali dosa, dilingkupi oleh Kemurahan Hati Ilahi. Betapa kita terdorong untuk saling mendukung dalam menyambut Kasih Sayang Ilahi dan Kerjasama dalam meninggalkan dosa, menyambut beban salib serta bertobat! Sementara itu, karunia Paskah menjadi terang dalam hidup kita maupun sesama, tanpa kekecualian seutuhnya, maka Terang adalah lukisan peran Tuhan Yesus Kristus (dalam Lilin Paskah) demi Cahaya yang membersihkan dosa. 

Bacaan Injil Mrk. 16:9-15 melukiskan Yesus, yang mengasihi para murid dan mempercayai pertobatan Maria Magdalena. Oleh sebab itu, di hari Paskah, mereka dikunjungi oleh Sang Kristus, Sang Terurapi dalam Kebahagiaan yang tidak dapat dilukiskan sehingga mereka mewarta Paskah yang berasal dari Tradisi. Murid siapa pun, seberapa pun besar cacat yang pernah dilakukannya, namun senantiasa diberi kesempatan bertobat dan diterima permohonan ampunnya bila  sungguh bertobat. Dari riwayat itu, marilah kita meninggalkan dunia dosa dan menengadahkan diri untuk meminta ampun dan menyambut belas kasih-Nya yang berlimpah. Dalam pada itu, kita semua diutus untuk mewartakan Kabar Gembira. Evangelisasi adalah panggilan semua murid Yesus yang mau bertobat dan memohon pengampunan. Namun kita diikutsertakan dengan semua Rasul, untuk membuka mulut guna bertukar kata dengan siapa pun untuk menyampaikan kesaksian mengenai iman akan Paskah, yaitu bahwa Malaikat Maut melewatkan kita dari kematian dalam dosa serta mendapat janji untuk dilingkupi Berkah Allah Roh Kudus demi Kemuliaan Bapa, sampai Kedatangan Sang Putra kembali menyongsong kita ke dalam Keluarga Allah. 

Marilah berseru: “Tuhan, limpahilah kami dengan Roh Kebenaran Iman dan dampingilah kami dengan Tuhan Sang Kebenaran, supaya Kasih Kerahiman-Mu boleh kami sambut dan wartakan. Syukur Tuhan. Alleluia.”

(RP. B.S. Mardiatmadja, SJ – Dosen STF Driyarkara)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalPeran perempuan – Semoga martabat dan nilai tinggi perempuan diakui di setiap budaya, dan semoga diskriminasi yang mereka alami di berbagai belahan dunia diakhiri. 

Ujud Gereja IndonesiaKesehatan mental – Semoga masyarakat kita memiliki kepekaan untuk mengenali orang dengan masalah kesehatan mental dan orang dengan gangguan jiwa, serta melakukan upaya nyata untuk membantu mereka agar tetap memelihara imannya.  

Amin

Tinggalkan komentar