Renungan Harian Misioner
Selasa, 10 September 2024
P. S. Theodardus
1Kor 6:1-11; Mzm 149:1-2.3-4.5-6a.9b; Luk 6:12-19
Dalam perikop Injil hari ini diceritakan bahwa sebelum memilih para rasul-Nya, Yesus berdoa semalam-malaman kepada Allah. Di bagian Injilnya yang lain, Lukas beberapa kali menyebutkan bahwa Yesus sedang berdoa (Luk. 3:21, 5:16, 9:18, 11:1). Di antara kita mungkin ada yang bertanya, “Mengapa sebagai Putra Allah, Yesus masih perlu berdoa?” Jawabnya ini: Yesus datang ke dunia bukan atas kehendak-Nya sendiri melainkan atas kehendak Bapa-Nya. Oleh sebab itu, Yesus perlu senantiasa mendengarkan Bapa-Nya melalui doa untuk mengetahui apa yang dikehendaki Bapa-Nya dalam situasi yang sedang Dia hadapi. Yesus tidak datang kepada Bapa-Nya hanya saat-saat mengalami kesulitan tapi Ia senantiasa berdoa untuk menangkap apa yang dikehendaki Bapa-Nya untuk Dia lakukan. Yesus berdoa bukan hanya untuk meminta-minta apa yang Dia perlukan tetapi untuk memahami kehendak Bapa-Nya.
Di sini kita bisa berhenti sejenak dan bertanya pada diri kita sendiri: saat aku berdoa apa yang kulakukan, sudahkah kugunakan kesempatan doaku untuk mengerti kehendak Allah bagiku? Kalau belum, inilah saatnya mengubah isi doa kita. Dalam doa-doaku, aku mesti bertanya kepada Tuhan apa yang mesti kulakukan hari ini berhadapan dengan peristiwa ini atau itu. Dengan demikian hidupku setiap hari merupakan perwujudan pelaksanaan kehendak Allah bagiku dan bukan hanya realisasi atas kehendak manusiawiku sendiri. Pada saat kita harus mengambil keputusan penting, kita mesti berdoa terlebih dahulu untuk memohon petunjuk dari Tuhan. Dengan bimbingan Roh Kudus, kita akan bisa mengambil keputusan yang sesuai dengan kehendak Allah.
Setelah berdoa semalam-malaman, Yesus memilih 12 murid yang disebut-Nya rasul. Boleh dikata mereka ini adalah murid-murid istimena Yesus namun mereka semua tetap sebagai pelayan-pelayan Tuhan. Dalam struktur Gereja saat ini ada juga penerus para rasul. Pada tempat pertama adalah para Uskup. Uskup dibantu oleh para imam dan para diakon. Mereka semua adalah pelayan-pelayan Tuhan. Jangan sampai jawabatan gerejawi digunakan sebagai alasan untuk bermegah diri!
Di lingkungan umat, ada juga peran-peran penting yang memungkinkan Gereja berfungsi dengan baik, seperti anggota Dewan Paroki, Pengurus Wilayah, Pengurus Lingkungan, Pengurus Kelompok Kategorial, dan sebagainya. Jangan sampai peran-peran ini menjadikan orang yang dipercaya memegang peran ini menjadi sombong, merasa diri lebih baik dan lebih suci dibandingkan umat lain. Kita semua setara di hadapan Allah. Kita ini hanyalah pelayan Tuhan. Peran-peran yang dipercayakan kepada kita hendaknya semakin membuat kita rendah hati karena kita menyadari meskipun kita ini tak pantas, Tuhan yang membuat kita pantas. ***
(RP. Yakobus Sriyatmoko, SX – Magister Novis Serikat Xaverian di Wisma Xaverian Bintaro, Tangerang)
Doa Persembahan Harian
Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:
Ujud Gereja Universal: Jeritan bumi – Semoga masing-masing dari kita akan mendengar dan mencamkan jeritan Bumi dan para korban bencana alam serta perubahan iklim, dan semoga semua orang akan berusaha secara pribadi untuk merawat dunia tempat kita tinggal.
Ujud Gereja Indonesia: Tokoh-tokoh Kitab Suci – Semoga anak-anak, remaja, dan orang muda Katolik dapat menemukan tokoh-tokoh Kitab Suci yang menjadi idola dan teladan mereka dalam menjalani hidup sehari-hari.
Amin
