Jadilah Hamba yang Taat dan Setia

Renungan Harian Misioner
Selasa 12 November 2024
P. S. Yosafat

Tit 2:1-8.11-14; Mzm 37:3-4.18.23.27.29; Luk 17:7-10; atau dr RUybs

Bacaan hari ini mengajak kita untuk menyadari diri “Siapakah kita?” Sebagai umat Tuhan, kita adalah hamba-Nya yang siap untuk melayani Tuhan. Setelah dibaptis, dan kita diangkat menjadi anak-anak Tuhan, perubahan apa yang terjadi dalam diri kita? Apakah sebagai anak-anak Tuhan, kita merasa diri lebih hebat dari yang lain, merasa punya hak untuk dilayani? Semoga tidak.

Mengikuti Yesus bukan berarti kita hebat melebihi dari yang lain, mereka yang tidak atau belum mengenal Yesus. Kita dipanggil mengikuti Yesus, setia menjadi hamba-Nya, untuk mewartakan kabar sukacita melalui tindakan dan ucapan. Dan kita beroleh keselamatan hanya karena kasih karunia Allah.

Sebagai ungkapan syukur atas Rahmat keselamatan serta anugerah kehidupan yang boleh kita terima, kita harus berusaha agar dapat hidup dalam kekudusan. Hidup seturut kehendak Tuhan dengan setia melaksanakan ajaran dan perintah Yesus.

Belajar dari Maria ibu Yesus, dengan kerendahan hatinya Maria berani menjawab “Sesungguhnya aku ini hamba Tuhan. Jadilah padaku menurut perkataanmu itu.” (Luk. 1:38). Gambaran seorang hamba menurut Yesus dalam Injil Lukas 17:7, hamba melayani tuannya dengan bekerja membajak atau menggembalakan ternak. Hamba itu selalu siap melaksanakan tugas meskipun pekerjaan berat. Setelah bekerja, ia masih menyediakan makanan dan minuman bagi tuannya, “Ikatlah pinggangmu dan layanilah aku sampai aku selesai makan dan minum.” Ayat selanjutnya menekankan: hamba hendaklah tulus melaksanakan perintah tuannya, dan tidak berdasarkan imbalan. Oleh karenanya ketika melayani, janganlah kita mengharapkan pujian.

Semua yang dipanggil menjadi pelayan Tuhan, mempunyai kewajiban untuk siap melayani dan bertanggung jawab pada tugas pelayanan yang diberikan. Yesus memberi teladan bagi kita, ketika Ia membasuh kaki para murid-Nya. Yesus tidak datang untuk memegahkan diri atau dilayani. Sebaliknya, Yesus datang untuk lebih dulu melayani. Yesus memberikan contoh agar kita pun saling melayani dalam kerendahan hati.

Apakah kita mau mengikuti teladan Yesus, dengan merendahkan diri dan bersikap sebagai hamba yang taat dan setia melayani sesama?

(Alice Budiana – Komunitas Meditasi Katolik Ancilla Domini, Paroki Kelapa Gading – KAJ)

Doa Persembahan Harian

Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini. Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka-dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putra-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi Pembimbing dan Kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi Kasih-Mu.

Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Bunda Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa Suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan ini:

Ujud Gereja UniversalOrang tua yang kehilangan anak – Semoga semua orang tua yang berduka karena meninggalnya putra atau putri mereka mendapatkan dukungan dari komunitas dan dianugerahi kedamaian dan penghiburan dari Roh Kudus. 

Ujud Gereja Indonesia: Para imam, bruder, dan suster usia lanjut – Semoga para imam, bruder, dan suster usia lanjut tetap menemukan api cinta Tuhan dalam hidup mereka, serta bersedia membagikan inspirasi serta kisah kasih Allah pada generasi muda. 

Amin

Tinggalkan komentar