DALAM NEGERI

“Ini aku Tuhan, pakailah aku”

20 Menit Pendampingan Iman Anak Bersama Keluarga

20 Menit Pendampingan Iman Anak Bersama Keluarga, begitulah nama video yang saya posting tiap minggu di channel youtube catatan sigal, milik saya. Semenjak awal bulan April, saya membuat video berdurasi kurang lebih 20 menit yang berisi: pengantar, video gerak dan lagu, doa, cerita Kitab Suci, penjelasan materi, dan bahan kreativitas. Sebelum pandemi virus corona ini, memang saya sudah sering secara rutin posting cara membuat bahan kreativitas di web catatansigal.com, dan untuk video cara pembuatannya di channel youtube catatansigal.

galih

Ide awal saya membuat postingan 20 Menit Pendampingan Iman Anak ini, sebenarnya mengalir begitu saja. Tak ada alat seperti kamera canggih yang memang sengaja disiapkan untuk keperluan  shooting. Saya hanya mengandalkan kamera smartphone saya. Merekam sendiri, mengedit sendiri dan posting sendiri. Lokasi perekamannya pun di kamar sendiri. Mengedit videonya pun juga memakai smartphone itu sendiri. Semuanya serba mengalir.

Dalam aktivitas merekam video, awalnya banyak kekurangan, dan semakin hari semakin dilengkapi oleh kuasa Tuhan sendiri. Terkadang terdengar suara motor lewat, orang berbicara, kicauan burung. Memang begitulah keadaannya, karena perekaman tidak dilakukan di studio atau ruangan yang kedap suara, melainkan di rumah sendiri.

Penentuan judul 20 Menit Pendampingan Iman Anak Bersama Keluarga, mempunyai harapan agar dalam menonton video ini, anak didampingi oleh anggota keluarga, sukur-sukur bersama kedua orang tuanya. Makanya saya selipkan video karaoke biar bisa dinyanyikan bersama keluarga yang di rumah.

Tiap minggu, saya upload video pendampingan iman anak ini. Tanpa saya duga, ada salah satu sekolah TK di Balikpapan-Kalimantan yang beberapa kali minta izin saya, untuk menggunakan postingan video untuk disebarkan ke orang tua anak-anak TK tersebut. Ada juga beberapa yang meminta video gerak dan lagu untuk dipakai Sekami online di beberapa paroki mereka. Berita yang lainnya, saya juga diberi tahu kalau materi saya juga di pakai untuk mengajar Bina Iman Anak secara online melalui aplikasi zoom di salah satu paroki di Surabaya. Apa yang tak pernah saya bayangkan dengan membuat postingan video di youtube, ternyata menjadi sarana dan saluran berkat bagi banyak orang.

Di balik terjadinya pandemi virus covid-19 ini, kita dapat mengambil pelajaran dengan situasi yang ada ini. Walaupun menyebabkan beberapa pelayanan yang sebelumnya berjalan menjadi terhenti sementara waktu, namun kita bisa mencoba cari jalan yang lain. Kuncinya: bergerak dan menanggapi panggilan-Nya….”Ini aku Tuhan, pakailah aku…”. Tuhan punya banyak cara, namun semuanya tergantung pada kita sendiri, mau atau tidak menanggapi panggilan-Nya. Saya dulu nggak pernah terbayang akan ngomong, menyanyi, menari di depan handphone sendiri, namun sekarang rasanya kok sudah terbiasa.

Untuk tatap muka secara langsung dalam mengajar di pendampingan iman anak mungkin belum bisa terlaksana, menunggu pandemi ini benar-benar berhenti. Namun jangan pernah berhenti untuk membantu para orang tua anak, memberikan alternatif-alternatif acara, kegiatan yang mampu menambah pengetahuan akan iman Katolik anak. Dalam masa-masa ini, memang banyak hal bisa dilakukan secara online, sebagai salah satu upaya memutus rantai penyebaran virus corona. Saatnya untuk kita menanggapi panggilan-Nya dengan talenta yang telah diberikan kepada kita masing-masing. Selamat melayani.

Galih Wirahadi
Aktivis dalam melayani pelatihan pendamping/pembina Bina Iman Anak –