FORMASI MISIONER

Kabar Sukacita bagi Serikat Pengembanga Iman

Seorang yang karena kesalehannya diakui oleh Gereja akan mendatangkan sukacita bagi para pengikutnya. Sukacita ini patut kita rayakan sebagai ungkapan syukur dan terima kasih kepada Tuhan, cinta kita kepada sang tokoh, dan Gereja.   


Gereja Bersukacita

Serikat Pengembangan Iman bersukacita. Mengapa bersukacita, di tengah pandemi covid-19 ini? Padahal kita tahu, hampir seluruh dunia mengalami kesulitan, penderitaan, di tengah krisis pandemi ini? Sukacita ini tidak lain karena seorang tokoh terkenal, pendiri Serikat Pengembangan Iman, Pauline Marie Jaricot memperoleh karunia khusus. Pada tanggal 26 Mei, Paus Fransiskus memberi wewenang kepada Kardinal Angelo Becciu, Prefek Kongregasi untuk Penyebab Orang-orang Suci, untuk mengumumkan dekrit mengenai mukjizat yang dikaitkan dengan perantaraan Hamba Tuhan Yang Terhormat Pauline Maria Jaricot, Pendiri Serikat Pengembangan Iman.

Sekretaris Jendral Serikat Pengembangan Iman, Pastor Tadeusz J. Nowak, OMI mengungkapkan rasa syukurnya atas peristiwa ini. “Pada dasarnya kami seluruh anggota Serikat Kepausan Pengembangan Iman dengan penuh syukur dan sukacita yang besar menyambut berita tentang mukjizat yang dikaitkan dengan perantaraan hambanya, Pauline Marie Jaricot”.

Siapakah Pauline Marie Jaricot?

Menurut Pastor Tadeusz J. Nowak, OMI, Pauline Marie Jaricot adalah seorang wanita dengan iman dan kebajikan Kristen yang mendalam, dengan cinta khusus untuk adorasi Ekaristi dan doa Rosario (Fides, 27/5/2020). Pauline diakui oleh Gereja sebagai pendiri Serikat Kepausan Pengembangan Iman dan pendiri Rosario Hidup. Ia lahir pada tanggal 22 Juli 1799 di Lyon (Prancis) dan meninggal juga di Prancis pada 9 Januari 1862.

Pastor Tadeusz J. Nowak, OMI, menjelaskan tentang Pauline, katanya: “Selama hidupnya Pauline mengalami banyak penderitaan, baik jasmani maupun rohani. Namun terlepas dari cobaan-cobaan itu, dia tetap teguh dan berdedikasi dalam pekerjaannya untuk karya misi. Ia membangun sebuah jaringan di seluruh dunia untuk karya misi. Semua yang ia lakukan atas nama Bapa Suci dan Gereja universal. Dia tetap menjadi seorang wanita awam yang didedikasikan untuk pelayanan Kristus dan Gereja-Nya, yang sangat berkomitmen untuk evangelisasi dunia.

Warisan apa yang ditinggalkan untuk Gereja?

Apa yang menjadi warisan misioner Pauline Marie Jaricot? Ada lima poin penting yang diwariskan Pauline kepada Gereja universal. Warisan misioner tersebut antara lain:

  1. Universal. Pikiran Pauline untuk membantu misi bukan hanya untuk satu wilayah tertentu saja, namun secara menyeluruh dan universal. Pauline memperhatikan kepentingan misi Gereja, dengan memberikan dukungan dalam doa dan dana. Pauline sebagai ibu pendiri Serikat Pengembangan Iman ini, telah menginspirasi Gereja untuk meneruskan karya misinya ini. Serikat ini membantu seluruh Gereja di Afrika, Asia, Amerika Latin, dan Oceania. Sumbangan doa dan dana mengalir ke lima benua, sehingga karya ini sungguh-sungguh menjadi karya yang universal dan aktual sepanjang zaman.
  2. Secara cuma-cuma. Apa yang telah dilakukan oleh Pauline dan kawan-kawannya dahulu, berdasarkan cinta. Dan karya ini, telah menjadi sangat besar. Persembahan dana-dana yang dikumpulkan secara cuma-cuma dan dibagikan pula dengan cuma-cuma. Seperti yang Tuhan Yesus ajarkan, “Kamu telah menerima dengan cuma-cuma maka berikanlah pula dengan cuma-cuma”. Sabda Tuhan inilah yang  menjadi patokan dalam karya amal kasih ini.
  3. Transparan-bertanggung jawab. Dana-dana yang dibagikan untuk kepentingan misi Gereja universal diberikan secara merata. Serikat Pengembangan Iman (POPF) memberikan sumbangan dana tepat sasaran, khususnya bagi Gereja yang sangat membutuhkan. Dan bagi mereka yang mendapatkan bantuan dana diharuskan untuk memberikan laporan sebagai bentuk pertanggungjawaban, setelah uang digunakan. Serikat ini bukanlah “bisnis uang” namun melihat secara jeli dan mengetahui jelas tentang situasi daerah tersebut, melalui laporan, media surat kabar, atau media sosial yang ada.
  4. Solidaritas universal. Bagaimana sebenarnya keberadaan Serikat Pengembangan Iman ini? Serikat ini membutuhkan keterlibatan seluruh umat beriman Kristiani, untuk ikut ambil bagian dalam doa dan dana. Doa dan dana sangatlah dibutuhkan bagi perkembangan misi Gereja yang sedang berjuang.  Gereja adalah Tubuh Kristus yang hidup: “cintailah satu dengan yang lainnya, sebagaimana Aku mencintai engkau.” Umat Kristiani harus menyadari bahwa mereka adalah misionaris Kristus.  Melalui perayaan Hari Minggu Misi Sedunia, Gereja mengundang seluruh umat beriman ikut ambil bagian dalam karya misi melalui doa dan dana. Karya Pauline tetap aktual sampai saat ini,  membantu misi Gereja universal. Pada hari Minggu Misi Sedunia, bersama umat Kristiani di seluruh dunia, kita berbagi dan membangun solidaritas misioner.
Yohana, SRM