FORMASI MISIONER

Mengapa Kita Menjadi

Perpanjangan Kasih Allah?


“Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma,” demikian pesan  Yesus  kepada kedua belas rasul-Nya.


Menerima dengan cuma-cuma

Betapa bahagianya ketika kita menerima hadiah dari orang lain. Kebahagiaan ini membuat kita melihat kebaikan orang yang memberi. Dan tentunya kita bersyukur atas pemberikan hadiah secara cuma-cuma ini. Bila kita renungkan dan bertanya pada diri sendiri, berkat apa yang sudah kita terima secara cuma-cuma dari Tuhan? Tentu ada banyak, yang sudah kita terima. Berkat kesehatan. Kita masih diberi kesehatan untuk dapat menghiburp udara dengan bebas, kita masih bisa melihat keindahan dunia dengan mata kita.

Ketika Yesus mengutus kedua belas rasul (Mat 10:5-15), Ia berpesan kepada mereka.  Salah satu pesan Yesus kepada para murid-Nya ialah, ”Kamu telah memperoleh dengan cuma-cuma, karena itu berikanlah pula dengan cuma-cuma.”  Kalimat yang diucapkan Yesus ini, mau mengingatkan kepada kita atau para misionaris, bahwa kita telah lebih dahulu menerima kasih karunia secara cuma-cuma dari Allah.  Apa yang telah kita terima secara cuma-cuma hendaknya kita bagikan juga kepada orang lain secara cuma-cuma.

Memberi dengan cuma-cuma

Padre Paolo Manna, pendiri Serikat Kesatuan Misioner menyadari akan kasih Allah. Ia telah menerima begitu banyak anugerah dan kasih Allah secara cuma-cuma dalam hidupnya. Kesadaran inilah yang membuat ia pun berani memberi dirinya secara cuma-cuma dalam pelayanan dan karya-karyanya. Paolo Manna seorang misionaris sejati, yang hidupnya dipersembahkan kepada Tuhan. Apa yang dilakukan Padre Paolo Manna untuk memberikan dirinya secara cuma-cuma?

Paolo Manna mewartakan Kerajaan Allah melalui tulisan-tulisan. Ia memberikan ide-ide tentang misi kasih Allah kepada seluruh Gereja dan umat Allah. Formasi yang ia buat dengan tujuan, agar umat Allah menyadari, dan merasakan kasih Allah. Dengan merasakan kasih Allah dalam hidup, seseorang akan lebih mudah untuk memberi diri.  Ia mau menggerakkan seluruh umat beriman dan memberikan penyadaran bahwa kita semua adalah misionaris.

Bagaimana caranya berkomitmen untuk menjadi perpanjangan kasih Allah?

Beato Paolo Manna memberikan beberapa cara bagaimana agar kita berkomitmen dan tetap setia dalam menjadi perpanjangan kasih Allah, dengan:

  • Merasakan cinta kasih Allah yang memanggil dan menemani kita
  • Menyadari bahwa kita dipanggil menjadi misionarisnya
  • Meneladan hidup Yesus, menjadi imitasinya, hidup seperti Yesus
  • Menjalin relasi yang baik dengan Tuhan
  • Setia membaca dan merenungkan sabda Tuhan
  • Belajar dari Yesus yang taat, setia, dan rendah hati

Pendek kata, misionaris mengikuti gaya hidup Sang Guru kita, Yesus. Hidup Yesus diperuntukkan bagi semua orang. Ia berjalan dari satu tempat ke tempat lain untuk mencari domba yang tersesat, membawa kabar gembira bagi orang-orang miskin yang terlantar, menawarkan makna hidup yang lebih bermutu. Ia tidak meletakkan jaminan hidup pada kuasa politik, status/jabatan, tempat tertentu namun hanya pada kuasa dan cinta Bapa-Nya. Dengan ini mau dikatakan bahwa seorang misionaris ingin meneruskan cita-cita Yesus, membuat dunia menjadi satu keluarga, dimana tidak ada lagi penindasan, manipulasi, pemiskinan, diskriminasi, ketidakadilan, dan lainnya. Sang misionaris siap untuk menjadi bagian hidup dunia tanpa mengenal batas (tempat, suku, wilayah, dan lainnya). Seorang misionaris sejati menyadari akan kasih Allah yang telah diterimanya secara cuma-cuma dan ia pun ingin bagikan secara cuma-cuma kepada orang lain. Agar seluruh umat manusia menyadari betapa Allah adalah kasih, yang telah memberi kehidupan ini secara cuma-cuma, sebagai anugerah.

Yohana, SRM