FORMASI MISIONER

Komitmen dalam Pewartaan Injil


Anak dan remaja misioner sudah tidak asing bagi kita. Mereka adalah anak dan remaja Katolik yang menyadari akan tugas perutusan mereka. Melalui doa, derma, kurban, dan kesaksian, mereka menjalankan misi mereka.


Dipanggil Mewartakan Injil

Apakah yang harus dilakukan anak dan remaja misioner? Di zaman ini, anak dan remaja misioner harus berani menjadi saksi cinta kasih Tuhan. Mereka dipanggil untuk mewartakan Injil di tengah dunia saat ini. Bagaimana caranya? Ada banyak hal yang dapat dilakukan misalnya, dengan menolong teman, belajar hidup dalam persekutuan murid-murid Yesus, dengan berdoa dan mendengarkan Sabda Tuhan.

Apakah yang menjadi ciri khas anak dan remaja misioner? Anak dan remaja misioner mempunyai kekhasannya sendiri, yaitu dengan hidup berbagi, hidup solidaritas dengan orang lain. Remaja misioner, bukan hidup untuk dirinya sendiri, tapi mereka harus sungguh menghidupi apa yang menjadi semboyan mereka: “Children Helping Children” dengan semangat dasar 2D2K (Doa, Derma, Kurban, Kesaksian). Dengan menghayati dan melakukan apa yang menjadi semboyan mereka, itu berarti mereka telah berbagi, mereka hidup juga untuk orang lain.

Doa Paus agar Remaja Misioner Berkomitmen

Pada peringatan Hari Anak dan Remaja Misioner 2017, Paus Fransiskus memberikan pesan kepada anak dan remaja misioner.  Di hari khusus mereka, Paus Fransiskus mengucapkan selamat dan sekaligus berpesan kepada para remaja misioner, katanya: “Anak-anak misionerku terkasih, saya mengucapkan selamat dan saya mendorong kalian semua anak-anak misioner untuk berkomitmen dalam mewartakan Injil dan membantu teman-teman mereka yang membutuhkan. Saya berterima kasih kepada SEKAMI dan sekaligus kepada para pembimbing SEKAMI di mana pun berada.”

Dalam pendampingan remaja, komitmen menjadi hal yang sangat penting. Mengapa? Karena dengan komitmen yang mereka buat, para remaja bertangung jawab atas komitmen yang mereka janjikan. Komitmen berarti menepati janji. Melaksanakan janji yang diucapkan. Komitmen membutuhkan kesadaran dan tanggung jawab. Ini berarti, para remaja menyadari akan tugas dan tanggung jawabnya sebagai murid Tuhan Yesus yang diutus. Perutusan ini menuntun sebuah tanggung jawab, sebagai komitmen pribadi.

Komitmen dan Sukacita

Nah, bagaimana dengan adik-adik remaja misioner, sudahkah kalian menjalankan komitmen kalian? Menjadi pewarta Injil, menjadi Injil yang hidup melalui kesaksian dalam hidup sehari-hari. Melalui pikiran, perkataan dan perbuatan yang baik, yang positif dan berguna bagi orang lain.  Orang yang berkomitmen akan mengalami sukacita. Apalagi bersama dengan Tuhan Yesus. Tuhan Yesus senantiasa akan memberikan penghiburan di kala remaja mengalami ketidakberdayaan, sedih dan susah. Tuhan Yesus akan datang menghibur, asalkan adik-adik tidak lepas dari Tuhan Yesus. Tuhan Yesus sudah berjanji, akan menyertai kita anak-anak-Nya sampai akhir zaman. Semoga, para remaja misioner di Indonesia, sungguh mempunyai komitmen dalam mewartakan Injil. Dengan komitmen yang dijalankan, remaja akan bersukacita.

Yohana, SRM