Sapaan Dirnas

DirnasPara sahabat misioner terkasih,

Jumpa lagi di MISSIO, majalah Karya Kepausan Indonesia (KKI), setelah terakhir jumpa di MISSIO awal bulan Mei yang lalu saat Minggu Doa Panggilan Sedunia ke-57. Pada kesempatan ini kami menyajikan kembali majalah MISSIO edisi Minggu Misi Sedunia ke-94. Karena pandemi, kami tidak mencetak dan menyajikannya dalam bentuk konten digital yang bisa diakses di http://www.karyakepausanindonesia.org. Di samping itu, saat ini kita rasakan waktu yang tepat dan sebuah langkah yang baik untuk transisi dari media cetak ke media konten digital, sehingga di waktu yang akan datang bisa dilanjutkan full digital. Perubahan ini juga selaras dan mendukung Gerakan Hijau (Paperless) sesuai jiwa ensiklik Laudato Sì demi keutuhan ciptaan dan alam semesta.

Sejak  pandemi Covid-19 merebak sampai sekarang, banyak aktivitas tersendat bahkan terhenti. Termasuk perayaan Ekaristi yang menjadi sumber dan puncak hidup Kristiani, dilangsungkan secara daring. Beberapa minggu terakhir ini masih sedikit juga Gereja yang dibuka untuk perayaan Ekaristi tatap muka langsung. Meski demikian, tentu kita masih ingat kata-kata: Ite misa est. “Marilah pergi! Kita diutus.” Inilah kata-kata yang selalu diucapkan sang imam di akhir perayaan ekaristi. Kata-kata tersebut meneruskan mandat misioner yang disampaikan Tuhan Yesus kepada para murid-Nya (lih. Mat 28:19; Mrk 16:15). Sekarang kitalah yang mengemban mandat misioner Tuhan itu. Betapa besar dan pentingnya mandat misioner ini, sehingga Gereja mempersembahkan hari dan bulan Oktober untuk misi. Teristimewa Oktober 2020 ini, Bulan Misi dirayakan masih dalam situasi pandemi virus Corona Covid-19.

Meskipun masih dalam situasi pandemi, misi mewartakan Injil Kabar Gembira tetap terus dijalankan. Dalam suratnya yang kedua kepada Timotius, St. Paulus menegaskan, “Beritakanlah firman, siap sedialah baik atau tidak baik waktunya” (2Tim. 4:2). Penegasan ini berlaku pula bagi kita karena setiap orang Katolik adalah misionaris. Ia yang telah dibaptis adalah ia yang diutus mewartakan Injil kepada siapa saja terutama kepada mereka yang belum mengenal Kristus. Namun, pada kenyataannya tugas perutusan mewartakan Injil belum sepenuhnya disadari dan dijalankan oleh seluruh umat beriman Katolik. Karena itu, pada bulan Oktober seluruh umat beriman diajak untuk merenungkan, menyadari dan mengobarkan semangat misioner serta menjalankan amanat misioner tersebut dalam hidup sehari-hari.

Bapa Suci Paus Fransiskus telah mengirimkan pesannya untuk Hari Minggu Misi Sedunia ke-94 tahun 2020 ini dan mengangkat tema “Ini aku, utuslah aku!” (Yes. 6:8), Pada tahun ini yang ditandai dengan penderitaan dan tantangan yang disebabkan oleh pandemi Covid-19, perjalanan misioner di seluruh dunia terus berlanjut dalam terang sabda yang ditemukan dalam panggilan nabi Yesaya: “Ini aku, utuslah aku!” (Yes. 6:8)”. Paus Fransiskus menandaskan bahwa dalam konteks pandemi ini, panggilan pada misi sebagai undangan untuk melangkahkan diri kita keluar karena cinta Tuhan dan sesama menjadi kesempatan untuk berbagi, melayani dan memanjatkan doa permohonan. Misi yang Tuhan percayakan pada kita orang Katolik membawa kita dari ketakutan dan mawas diri kepada realisasi yang dibarui sehingga menemukan diri kita justru ketika kita memberikan diri kita sendiri kepada orang lain. Tuhan Yesus, yang disalibkan dan dibangkitkan bagi kita, menarik kita ke dalam misi cinta-Nya, dan bersama Roh-Nya yang menghidupkan Gereja, Ia menjadikan kita murid-murid-Nya dan mengutus kita mengemban misi ke seluruh dunia dan kepada semua warganya. Ia terus mencari siapa saja yang bersedia Ia utus untuk memberi kesaksian akan cinta-Nya kepada semakin banyak orang. Apakah kita bersedia diutus kapan saja atau di manapun untuk memberikan kesaksian iman akan kasih cinta Allah tersebut, untuk mewartakan Injil keselamatan dalam Yesus Kristus, untuk membagikan hidup ilahi Roh Kudus dengan membangun Gereja?

Sahabat misioner terkasih,

Marilah kita buka hati dan menyambut panggilan misioner Tuhan itu dengan berani mengatakan, “Ini aku, Tuhan, utuslah aku!” Perayaan Minggu Misi Sedunia ke-94 ini menjadi kesempatan untuk menegaskan kembali komitmen misioner tersebut. Bagaimana doa, renungan, bantuan tenaga-finansial-material maupun tindakan sehari-hari kita hayati sebagai wujud keterlibatan kita untuk ikut ambil bagian secara aktif dalam misi Yesus di dalam Gereja-Nya. Marilah senantiasa memohon rahmat kepada Tuhan supaya Ia berkenan mengobarkan dan meneguhkan semangat misi kita. Selamat merayakan Minggu Misi Sedunia ke-94. Tuhan memberkati.

Salam misioner,

Rm. M. Nur Widi, Pr

Dirnas KKI