Paus Fransiskus

Sapaan Paus Fransiskus:  

Hari Raya Penampakan Tuhan


Hari Raya Epifani atau Penampakan Tuhan dirayakan setiap tahun sekali. Mengapa Epifani ini menjadi penting bagi anak-anak? Di Eropa khususnya di Italia, Epifani menjadi hari khusus yang menandai  berakhirnya hari liburan mereka. Selain itu, Epifani juga merupakan perayaan Hari Anak dan Remaja Misioner. Di bawah ini adalah ‘Angelus’ yang disampaikan oleh Paus Fransiskus di Lapangan Santo Petrus, Vatikan-Roma, pada tanggal 6 Januari 2020.

Saudara dan saudari terkasih, selamat pagi!

Hari ini kita merayakan Hari Raya Penampakan Tuhan (Epifani), untuk mengenang orang-orang Majus yang datang dari Timur ke Betlehem. Mereka datang dengan mengikuti bintang dengan tujuan mengunjungi Mesias yang baru dilahirkan. Di akhir cerita Injil, dikatakan bahwa orang-orang Majus  “diperingatkan dalam mimpi supaya jangan kembali kepada Herodes, maka pulanglah mereka ke negerinya melalui jalan lain”  (Mat 2:12).

Datang untuk Menyembah

Orang-orang Majus itu datang dari daerah yang jauh. Perjalanan jauh telah ditempuhnya, dan dengan berbagai usaha mereka mencari dan bertanya-tanya “dimana Raja Orang Yahudi dilahirkan?”. Dan akhirnya, mereka mencapai apa yang menjadi tujuan utamanya, yaitu  menyembah Tuhan.  Mereka tiba di hadapan Bayi Yesus, lalu mereka bersujud di hadapan  Sang Bayi, dan menyembah-Nya. Mereka juga membawa hadiah-hadiah yang berharga. Setelah itu mereka kembali ke tanah air mereka, melalui jalan lain.

Kembali dengan Cara Lain

Pertemuan para Majus dengan Yesus tidak berlangsung lama. Yesus tidak menahan para Majus untuk tinggal dan berdiam diri di tempat itu. Sebaliknya, Yesus mendorong para Majus kembali ke negara mereka untuk menceritakan apa yang mereka lihat serta kegembiraan yang mereka rasakan.

Dalam hal ini ada demonstrasi gaya Tuhan, cara Dia memanifestasikan diri-Nya dalam sejarah. Pengalaman tentang Tuhan tidak menghalangi kita, tetapi membebaskan kita; itu tidak memenjarakan kita, tetapi menempatkan kita kembali ke jalan, mengembalikan kita ke tempat-tempat biasa keberadaan kita. Tempatnya memang akan sama, namun setelah bertemu dengan Yesus, tidaklah sama seperti sebelumnya.  Pertemuan dengan Yesus mengubah kita, mengubah cara pandang kita. Penginjil Matius menekankan bahwa orang-orang Majus kembali “dengan cara lain” (ayat 12). Mereka dituntun untuk mengubah arah dengan peringatan malaikat, agar tidak menemui Herodes dengan segala kekuasaannya.

Jalan Kebaruan dan Kebebasan

Setiap pengalaman perjumpaan dengan Yesus menuntun kita ke jalan yang berbeda, karena dari Dia datang kekuatan baik yang menyembuhkan hati dan memisahkan kita dari kejahatan. Ada dinamika bijak antara kontinuitas dan kebaruan: Anda kembali “ke negara Anda”, tetapi “dengan cara lain”. Ini menunjukkan bahwa kitalah yang harus berubah, untuk mengubah cara hidup kita bahkan di lingkungan yang biasa, untuk mengubah kriteria untuk menilai realitas yang mengelilingi kita. Inilah perbedaan antara Tuhan yang benar dan berhala pengkhianat, seperti:  uang, kekuasaan, kesuksesan…; antara Tuhan dan mereka yang berjanji untuk memberimu berhala ini, seperti pesulap, peramal, ahli sihir. Perbedaannya adalah bahwa berhala mengikat kita pada diri mereka sendiri, membuat kita bergantung pada berhala, dan kita memilikinya. Tuhan yang benar tidak menahan kita atau membiarkan dirinya ditahan oleh kita: Dia membuka jalan kebaruan dan kebebasan, karena Dia adalah Bapa yang selalu bersama kita untuk membuat kita bertumbuh. Jika kamu bertemu Yesus, jika kamu memiliki sebuah perjumpaan rohani  dengan Yesus, ingatlah: kamu harus kembali ke tempat yang sama seperti biasa, tetapi melalui jalan lain, melalui cara lain. Jadi, Roh Kudus, yang Yesus berikan kepada kita, yang mengubah hati kita.

Marilah kita mohon kepada Perawan Suci agar kita dapat menjadi saksi-saksi Kristus di mana pun kita berada, dengan kehidupan baru yang diubah rupa oleh kasih-Nya.

Setelah Angelus, Paus Fransiskus menyampaikan ucapan selamat kepada semua para peziarah. Ucapan selamat kepada anak dan remaja misioner yang merayakan pesta.

Ucapan Selamat

Saudara dan saudari terkasih,

Secara khusus saya memikirkan saudara-saudara seiman dari Gereja-Gereja Timur, Katolik, dan Ortodoks,  kebanyakan dari mereka merayakan kelahiran Tuhan besok. Kita mendoakan agar terang dan damai sejahtera Kristus Juruselamat menyertai mereka dan komunitas mereka. Kami menghargai saudara-saudara Ortodoks dan Katolik dari Gereja-Gereja Timur.

Pada Hari Raya Penampakan Tuhan juga dirayakan Hari Anak Misioner Sedunia. Hari Anak Misioner Sedunia adalah pesta anak-anak dan remaja misioner yang menjalani panggilan universal menuju kekudusan, dengan membantu orang-orang sezaman mereka yang paling membutuhkan melalui doa dan gerakan berbagi. Marilah kita mendoakan mereka.

Sapaan hangat saya tertuju kepada kalian semua, umat Roma dan para peziarah. Di antara para peziarah, saya menyapa khususnya para peziarah dari Korea Selatan dan para mahasiswa Kolose Siena Institut Fransiskan New York, serta kelompok misioner Biassono, dan umat Ferrara.

Sapaan khusus tertuju kepada semua orang yang menghidupkan prosesi bersejarah-kerakyatan yang diilhami oleh tradisi Penampakan Tuhan dan tahun ini didedikasikan untuk wilayah Allumiere dan Valle del Mignone.  Dan saya menyapa juga prosesi orang-orang Majus di banyak kota dan desa di Polandia. Saya suka memuji begitu banyak ungkapan populer yang indah terkait dengan pesta hari ini – saya memikirkan Spanyol, Amerika Latin, Jerman, adat istiadat yang dijaga keaslian makna kristianinya.

Kepada kalian semua saya mengucapkan selamat pesta. Dan tolong, jangan lupa untuk mendoakan saya. Selamat menikmati makan siang dan sampai jumpa!

Sumber:  www.vatican.va
Paus Fransiskus,  Angelus – 6 Januari 2020

<<< Kembali ke Halaman Utama

Selanjutnya >>>