Formasi Misioner

Serikat Kepausan St. Petrus untuk Pengembangan Panggilan

PENTINGNYA PANGGILAN KHUSUS


Saya berharap dengan sepenuh hati agar doa untuk panggilan selalu lebih diintensifkan. Doa itu hendaknya, ‘doa pujian akan misteri Allah dan ucapan syukur atas karya-karya besar yang Dia kerjakan’. Allah tidak berhenti untuk mewujudkannya, meskipun ada kelemahan dari pihak manusia,” (Paus Yohanes Paulus II, 2004).

Mengapa Penting, Berdoa Mohon Panggilan

Setiap tahun, sejak tahun 1963 Gereja merayakan doa mohon panggilan atau Hari Minggu Panggilan. Di hari tersebut, seluruh umat beriman diajak untuk berdoa memohon panggilan khusus, serta mendoakan mereka. Mengapa hal ini perlu dan penting? Menurut St. Yohanes Paulus II, doa dari mereka yang terpanggil, imam-imam dan religius, memiliki keampuhan tersendiri sebab menyatu dengan doa Imam Agung, Yesus Kristus. Kristus di dalam mereka, berdoa kepada Bapa supaya menyucikan dan memelihara mereka dalam kasih-Nya, sebab sungguhpun dalam dunia,  mereka bukan milik dunia (bdk. Yoh 17:14-16).

“Panggilan untuk pelayanan secara khusus pada Kristus di dalam Gereja-Nya adalah rahmat sangat besar dari kemurahan ilahi, rahmat yang dimohon dengan terus-menerus dan kerendahan hati yang kuat, sambil berjaga-jaga supaya tidak menyia-nyiakan ‘waktu rahmat’ dan ‘waktu kunjungan’” (bdk Luk 19:44 – Minggu Panggilan, 2004).

Jeanne Bigard: Memikirkan Tenaga Imam

Jeanne Bigard sebagai pendiri Serikat Kepausan Pengembangan Panggilan, mempunyai pengalaman yang menyentuh hatinya. Dari pengalamannya, ia menyadari akan keterbatasan pendampingan calon imam dan para imam. Maka, Jeanne dan Stephanie, ibunya, mulai memikirkan tentang tenaga imam yang sangat terbatas itu. Apa yang dilakukannya? Relasi dan komunikasi dengan seorang misionaris di Cina saat itu, telah membuka jalan mereka. Mgr. Cousin, Administrator Apostolik Nagasaki mulai menceritakan bagaimana misinya dan tantangan yang dihadapi terutama dalam hal pembinaan calon imam dan para imam, yaitu banyaknya kekurangan dana. Dari sinilah berawal karya Jeanne Bigard bersama ibunya.

Dengan segala usaha, doa dan cintanya, akhirnya Jeanne dan ibunya memberikan bantuan untuk membangun sebuah Gereja St. Fransiskus Xaverius di Kyoto. Kepedulian dan solidaritas menjadi sebuah tanda kecintaannya kepada misi Gereja. Ia mendukung karya dan pembinaan para imam dan calon imam.  Bagaimana dengan kita? Apakah yang dapat kita lakukan? Tentu, kita juga mendukung untuk panggilan khusus itu. Kita bisa melakukan dengan doa dan dana solidaritas kita. Itu semua sebagai bukti cinta kita pada karya misi Gereja. Sekecil apapun kontribusi kita, semua itu akan sangat berarti.

Mendesaknya Pergantian Generasi

Dalam Anjuran  Apostolik pasca-sinode ‘Pastores dabo Vobis’, Paus Yohanes Paulus II menggarisbawahi,  “Seorang imam didesak oleh cinta kasih bagi Gerejanya dan ikut memikirkan masa depannya, maka imam itu terdesak pula untuk mencari seseorang yang menggantikannya dalam imamat” (PdV. No. 74).  Maka  setiap pelayan  Kristus dengan tekun berdoa untuk panggilan. Selanjutnya, St. Yohanes Paulus II mengatakan, “Tak ada orang yang lebih dari dia yang dapat mengerti mendesaknya pergantian generasi, yang menjamin agar tetap ada orang-orang yang rela dan suci hatinya yang meneruskan  pewartaan Injil dan pelayanan sakramen-sakramen.”

Doa Mohon Panggilan Khusus  

Ya Bapa, Engkau telah mengutus Yesus Putra-Mu untuk keselamatan umat-Mu di seluruh dunia. Kami berseru kepada-Mu dengan perantaraan Maria, Bunda-Mu dan Bunda kami: buatlah supaya panggilan tidak kurang di dalam Gereja, secara khusus yang mengabdikan diri demi Kerajaan-Mu.

Kami berdoa untuk saudara-saudari kami yang telah menanggapi “ya” pada panggilan-Mu, menjadi imam, biarawan-biarawati dalam karya misi-Mu. Buatlah agar keberadaan mereka diperbarui dari hari ke hari, dan supaya mereka menjadi Injil yang hidup.

Tuhan yang berbelas kasih dan kudus, utuslah tak henti-hentinya para pekerja yang baru di panenan Kerajaan-Mu! Bantulah mereka yang Kaupanggil untuk mengikuti-Mu di zaman ini. Mampukanlah mereka mengkontemplasikan wajah-Mu. Semoga mereka menanggapi misi yang mengagumkan dengan gembira hati, demi keselamatan umat-Mu dan seluruh umat manusia.

Sebab, Engkaulah Tuhan yang hidup dan bertakhta bersama Bapa dan Roh Kudus, kini dan sepanjang masa. Amin.

Sr. Yohana, SRM

<<< Kembali ke Halaman Utama

Selanjutnya >>>