Sajian Utama

Pentingnya Epifani bagi Anak dan Remaja Misioner


Hari Raya Epifani (Penampakan Tuhan) senantiasa menjadi hari yang istimewa bagi anak dan remaja misioner. Mengapa? Dalam suasana sukacita Natal, anak dan remaja secara khusus merayakan hari jadi Serikat milik mereka, yaitu Serikat Kepausan Anak dan Remaja Misioner.

Serikat ini didirikan oleh Mgr. Charles de Forbin Janson, dengan menyatukan hari anak-anak Katolik di seluruh dunia. Adapun yang menjadi motivasi dasar saat itu, ketika Mgr. Charles mendirikan Serikat ini adalah belas kasih dan kepeduliannya kepada anak-anak di seluruh dunia. Moto yang ditanamkan oleh Mgr. Charles yakni:  ”Anak menolong Anak” – yang kita kenal dengan ”Children Helping Children”. Moto ini kemudian dikembangkan dengan semangat dasar 2D2K (Doa, Derma, Kurban, Kesaksian).

Datang dan Menyembah

Apa yang dilakukan anak dan remaja misioner di Hari Raya Epifani? Pertama dan utama, ”bersyukur atas perayaan Hari Anak dan Remaja Misioner”, yang juga bertepatan dengan Hari Raya Epifani.  Selain itu, mereka tentunya disegarkan kembali dengan kisah para Majus yang datang dari Timur, dengan segala usaha mereka untuk menyembah Bayi Kanak-Kanak Yesus yang baru dilahirkan. Dengan penuh semangat para Majus berusaha mencari untuk mengetahui di mana Yesus dilahirkan. Tujuan utama mereka adalah ”datang dan menyembah”. Mereka datang dengan membawa hadiah-hadiah berupa: emas, kemenyan, dan mur. Mengapa mereka membawa hadiah tersebut? Sebenarnya, ketiga hadiah yang dibawa oleh para Majus mempunyai arti khusus. Emas, melambangkan bayi Yesus yang akan menjadi Raja Agung. Kemenyan, melambangkan bayi Yesus yang akan menjadi Imam Agung. Mur, melambangkan bayi Yesus yang kelak akan mati untuk menebus dosa manusia.

Membawa Hadiah untuk Bayi Yesus

Apa yang dapat dilakukan anak dan remaja misioner di Hari Raya Epifani? Kalau para Majus membawa persembahan mereka ke hadapan Yesus Putra Allah yang baru dilahirkan, maka yang dapat dilakukan oleh anak dan remaja misioner yakni meneladani para Majus yang datang dari Timur itu. Anak dan remaja, sesuai dengan semboyan mereka “Anak Menolong Anak’ maka mereka juga membawa persembahan yang nanti dapat diberikan untuk teman-teman mereka yang lebih membutuhkan. Satu contoh sederhana, yakni kegiatan anak dan remaja misioner yang dilakukan di Paroki St. Antonius Bidaracina-Jakarta Timur. Setiap Hari Raya Natal – Epifani, anak dan remaja misioner membawa dan mempersembahkan hadiah-hadiah mereka dalam perayaan Ekaristi. Setelah selesai Ekaristi, hadiah-hadiah tersebut dikumpulkan oleh para kakak pembina. Selanjutnya hadiah-hadiah itu diteruskan dan diberikan kepada anak dan remaja yang tinggal di Panti Asuhan  sekitar Paroki tersebut.

Sekecil apapun yang dilakukan oleh anak dan remaja misioner sangatlah berarti bagi orang lain. Jika tidak mampu memberikan hadiah, para anak dan remaja misioner dapat melakukan hal lain, misalnya: berdoa bagi teman-teman mereka yang membutuhkan. Ada banyak anak dan remaja di belahan dunia yang membutuhkan perhatian dan dukungan doa. Banyak dari mereka yang mengalami ketidakadilan; mereka tidak mendapatkan hak-hak mereka seperti pendidikan, kasih sayang dari orangtua, dan lain-lainnya.  Di usia yang masih muda belia mereka harus ikut berperang, bekerja mencari nafkah, bahkan juga menikah di usia dini karena tuntutan orang tua atau budaya.

Berbagi  dan Bersolidaritas

Sungguh bermakna dan penting, Hari Raya Epifani menjadi hari yang diperuntukkan juga bagi anak dan remaja misioner. Mereka bisa saling mendoakan, menolong dalam bentuk solidaritas kepada yang lain. Melalui perayaan Epifani, mereka mendapatkan kesempatan untuk saling berbagi dalam doa, derma, berani berkurban, serta dapat memberikan kesaksian. Semua yang dilakukan sungguh meneguhkan iman mereka, baik yang memberi maupun yang menerima. Hal ini, tentu menyadarkan bahwa kita semua saudara, bersatu dalam satu ikatan keluarga misioner, saling berbagi, dan saling meneguhkan.

Di bawah ini ada beberapa sapaan yang ditujukan kepada anak dan remaja misioner,  mulai dari Paus Yohanes Paulus II (Santo Yohanes Paulus II), Paus Emeritus Benediktus XVI dan Paus Fransiskus, Paus kita sekarang ini. Sapaan dan ucapan terima kasih ini, sungguh memberikan kekuatan kepada anak dan remaja misioner di seluruh dunia.

Menjadi Pribadi Murah Hati

Paus Yohanes Paulus II, yang kini telah menjadi Santo Yohanes Paulus II sangat mencintai anak-anak. Selama beliau menjabat sebagai Paus, ada banyak pesan-pesan yang ditujukan kepada anak dan remaja misioner. Ini menjadi sebuah tanda kecintaannya kepada anak dan remaja. Pada Hari Ulang Tahun  Anak Remaja Misioner ke-160, beliau menuliskan pesan sebagai berikut:

”Saya  mengajak  kamu – anak-anak – untuk tetap murah hati  menjawab permohonan  yang  datang dari  negara-negara  miskin. Ada begitu  banyak anak di Eropa, Amerika, Asia, Afrika, dan Oceania terus berdoa dan bekerja untuk kepentingan teman-temannya yang lebih menderita. Suatu dana setia kawan telah lahir dan terus berkembang karena pemberian dari anak-anak misioner di  seluruh  dunia. Dana ini menolong bagi proyek kecil maupun  besar, guna membantu  teman-teman  dalam moto: Children  Helping  Children – Anak Bantu Anak. Kamu harus terus ambil  bagian dalam  karya agung ini. Ingatlah doa kamu, penderitaan kamu adalah derma dan persembahanmu yang mulia” (Paus Yohanes Paulus II,  6/1/2003).

Keluarga Besar Misioner

Paus Emeritus Benediktus XVI juga mencintai anak dan remaja misioner. Beliau melihat Serikat Kepausan sebagai wadah yang cocok untuk membangun sebuah keluarga misioner. Beliau, berpesan katanya:

“Bekerjasama dan bergabunglah dalam SEKAMI. Dengan demikian kalian menjadi bagian dari keluarga besar, penuh persaudaraan; dan kalian dapat mewartakan Injil di tengah-tengah dunia. Kita menjadi satu keluarga dari berbagai negara yang berbeda. Kalian adalah keluarga besar. Setiap orang mempunyai tanggung-jawab masing-masing dan kalian semua adalah misionaris, membawa misi Gereja. Kalian mempunyai program untuk menyuarakan apa yang ditunjukkan pada diri kalian, yakni: mendengarkan Sabda Tuhan, berdoa, mengenal satu dengan yang lainnya, dan saling berbagi dalam bentuk solidaritas. Itu merupakan unsur yang penting dalam dunia misionaris, yang akan menumbuhkan Gereja dan pewartaan Injil” (Paus Benediktus XVI, 6/1/2009).

Doa, Derma, Kurban, Kesaksian

Selanjutnya Paus kita saat ini, Paus Fransiskus juga mempunyai suatu harapan kepada anak dan remaja misioner di seluruh dunia. Beliau juga bangga akan keberadaan anak dan remaja misioner di seluruh dunia yang ikut ambil bagian dalam karya pewartaan Kabar Baik.

“Sampaikanlah pada semua sahabat-sahabat kamu di seluruh dunia, betapa gembira dan bahagianya saya, melihat kamu semua mengambil bagian dalam tugas pewartaan Kabar Gembira. Saya bangga dan bahagia karena kamu saling membantu satu sama lain melampaui batas-batas parokimu, keuskupanmu, negaramu, bahkan benua. Ketahuilah, betapa kecilpun ungkapan doa, derma, dan kesaksian kamu, jika itu kamu buat dengan cinta, maka sungguh semuanya itu akan tidak terhingga nilainya dan mulianya di mata Tuhan” (Paus Fransiskus, 6/1/2016).

Misionaris Tuhan Yesus 

Dengan merayakan Hari Raya Epifani (Penampakan Tuhan), anak dan remaja misioner diteguhkan dan disadarkan kembali akan tugas perutusannya sebagai misionaris-misionaris Tuhan Yesus. Walaupun ada banyak tantangan di zaman ini, anak dan remaja senantiasa diundang untuk sujud dan menyembah Tuhan, berbagi dan solider dengan teman, dan tidak lupa untuk melakukan apa yang menjadi moto anak dan remaja misioner, “Anak Menolong Anak” dengan semangat 2D2K (Doa, Derma, Kurban Kesaksian). Selain itu, ada dua aspek penting yang dapat menjadi bahan permenungan bersama: Allah berkenan menampakkan kemuliaan-Nya kepada manusia; dan manusia, yang dilambangkan sebagai orang-orang Majus, menanggapi pewahyuan tersebut dengan penuh iman dan kasih. Semoga di Hari Raya Epifani ini, khususnya para anak dan remaja misioner semakin bertumbuh dalam iman untuk menanggapi kehadiran Allah dalam kehidupan sehari-hari, karena Ia adalah Imanuel, Allah yang selalu menyertai kita.

Selamat Merayakan Hari Anak dan Remaja Misioner Sedunia ke-178.

Sr.  Yohana, SRM

<<< Kembali ke Halaman Utama

Selanjutnya >>>