Allah, Bapa kami, kepada-Mu kupersembahkan hari ini.
Kuhunjukkan semua doa, pikiran, perkataan, tindakan maupun suka dukaku hari ini dalam kesatuan dengan Putera-Mu Yesus Kristus, yang senantiasa mempersembahkan Diri-Nya dalam Ekaristi bagi keselamatan dunia. Kiranya Roh Kudus, yang menjiwai Yesus, juga menjadi pembimbing dan kekuatanku hari ini sehingga aku siap sedia menjadi saksi kasih-Mu.
Bersama Santa Maria, Bunda Yesus dan Gereja, secara khusus aku berdoa bagi ujud-ujud Bapa suci dan para rasul doa Gereja Indonesia untuk bulan […] ini:
DESEMBER 2024 C/I
Ujud Gereja Universal: Peziarah pengharapan – Semoga Tahun Yubileum ini memperkuat iman kita, membantu kita untuk mengenali Kristus yang Bangkit dalam kehidupan kita sehari-hari, dan menjadikan kita peziarah pengharapan Kristiani.
Ujud Gereja Indonesia: Lingkungan dan paroki – Semoga lingkungan dalam paroki menjadi ‘rumah’ yang nyaman, untuk bertumbuhnya iman, harapan dan cinta bagi anggota-anggotanya.
Harapan Kristiani adalah anugerah dari Tuhan yang memenuhi hidup kita dengan sukacita.
Dan hari ini, kita sangat membutuhkannya. Dunia benar-benar sangat membutuhkannya!
Ketika Anda tidak tahu apakah Anda akan mampu memberi makan anak-anak Anda besok, atau apakah yang Anda pelajari akan memungkinkan Anda mendapatkan pekerjaan yang baik, mudah bagi Anda untuk berkecil hati.
Di mana kita dapat mencari harapan?
Harapan adalah jangkar – sebuah jangkar yang Anda lemparkan dengan tali untuk ditambatkan di pantai.
Kita harus berpegangan pada tali pengharapan – berpegangan erat-erat.
Marilah kita saling membantu menemukan perjumpaan dengan Kristus yang memberi kita kehidupan, dan marilah kita memulai perjalanan sebagai peziarah pengharapan untuk merayakan kehidupan itu. Dan memasuki Yubileum yang akan datang adalah tahap berikutnya dalam kehidupan itu.
Hari demi hari, marilah kita mengisi hidup kita dengan anugerah harapan yang Tuhan berikan kepada kita, dan melalui kita, marilah kita membiarkannya menjangkau setiap orang yang mencarinya.
Jangan lupa – harapan tidak pernah mengecewakan.
Marilah kita berdoa agar Tahun Yubileum yang akan datang ini memperkuat iman kita, membantu kita untuk mengenali Kristus yang Bangkit dalam kehidupan kita sehari-hari, dan menjadikan kita peziarah pengharapan Kristiani.
JANUARI 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Karunia keberagaman dalam Gereja – Semoga Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani dan menghargai kekayaan berbagai tradisi dan ritus dalam Gereja Katolik.
Ujud Gereja Indonesia: Keluarga muda – Semoga keluarga-keluarga muda menemukan ruang pribadi yang intim dan penuh cinta Ilahi di tengah kesibukan kerja, rumah tangga dan peran dalam Gereja dan masyarakat.
“Karunia keberagaman dalam Gereja”
Tidak perlu takut akan keragaman karisma dalam Gereja. Sebaliknya, menjalani keberagaman ini seharusnya membuat kita bersukacita!
Keberagaman dan persatuan sudah sangat terlihat dalam jemaat Kristen perdana. Ketegangan harus diselesaikan pada tingkat yang lebih tinggi.
Tetapi masih ada lagi. Untuk bergerak maju dalam perjalanan iman, kita juga memerlukan dialog ekumenis dengan saudara-saudari kita dari penganut keyakinan dan komunitas Kristen yang lain.
Hal ini bukanlah suatu hal yang membingungkan atau meresahkan, namun merupakan anugerah yang Tuhan berikan kepada umat Kristiani agar dapat bertumbuh menjadi satu tubuh, yaitu Tubuh Kristus.
Mari kita pikirkan, misalnya, Gereja-Gereja Timur. Mereka mempunyai tradisinya sendiri, ciri khas ritus liturginya sendiri… namun mereka tetap menjaga kesatuan iman. Mereka memperkuatnya, bukan memecah belahnya.
Apabila kita dibimbing oleh Roh Kudus, maka kelimpahan, keberagaman, perbedaan, tidak pernah menimbulkan konflik.
Roh Kudus pertama-tama mengingatkan kita bahwa kita adalah anak-anak yang dikasihi Tuhan – setiap orang setara dalam kasih Tuhan, dan setiap orang berbeda.
Mari kita berdoa agar Roh Kudus menuntun kita untuk mengenali anugerah berbagai karisma dalam komunitas Kristiani, dan menghargai kekayaan tradisi dan ritus yang beragam dalam Gereja Katolik.
FEBRUARI 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Mereka yang sakit parah – Semoga mereka yang sakit parah berserta keluarga mereka, menerima perawatan dan pendampingan jasmani dan rohani yang diperlukan.
Ujud Gereja Indonesia: Pemilihan Umum – Semoga warga negara Indonesia yang memiliki hak pilih dianugerahi kebijaksanaan dan kejernihan hati untuk memilih wakil rakyat dan pemimpin negeri yang mengutamakan kepentingan umum.
.
.
Ketika sebagian orang berbicara tentang penyakit terminal atau penyakit stadium akhir, ada dua kata yang sering mereka bingungkan: tidak dapat disembuhkan dan tidak dapat diterima. Namun keduanya tidaklah sama.
Sekalipun peluang penyembuhannya kecil, setiap orang yang sakit mempunyai hak atas layanan medis, psikologis, spiritual, dan kemanusiaan.
Terkadang mereka tidak dapat berbicara; terkadang kita mengira mereka tidak mengenali kita. Namun jika kita memegang tangan mereka, kita tahu mereka berhubungan dengan kita.
Penyembuhan tidak selalu memungkinkan, tapi kita selalu bisa merawat orang yang sakit, membelainya.
Santo Yohanes Paulus II sering berkata, “sembuhkan jika memungkinkan; rawatlah senantiasa.”
Dan di sinilah perawatan paliatif berperan. Ini menjamin pasien tidak hanya memperoleh perhatian medis, tetapi juga bantuan dan kedekatan manusia.
Keluarga tidak boleh dibiarkan sendirian di saat-saat sulit ini.
Peran mereka sangat menentukan. Mereka memerlukan akses terhadap sarana yang memadai untuk memberikan pendampingan fisik, spiritual dan sosial yang sesuai.
Mari kita berdoa agar mereka yang sakit parah, beserta keluarga mereka, selalu menerima perawatan dan pendampingan jasmani dan rohani yang diperlukan.
MARET 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Para martir zaman sekarang – Semoga mereka yang mempertaruhkan hidup demi pewartaan Injil di berbagai belahan dunia mengobarkan Gereja dengan keberanian dan semangat misioner mereka.
Ujud Gereja Indonesia: Keluarga dengan anak berkebutuhan khusus. Semoga orang tua dan keluarga dengan anak berkebutuhan khusus dapat memaknai kehadiran anak mereka sebagai anugerah dan sarana untuk mewujudkan kasih Allah secara istimewa.
.
.
Para martir zaman sekarang, saksi Kristus
Bulan ini, saya ingin menceritakan kepada Anda sebuah kisah yang merupakan cerminan Gereja saat ini. Ini adalah kisah tentang kesaksian iman yang kurang diketahui.
Saat mengunjungi kamp pengungsi di Lesbos, seorang pria berkata kepada saya, “Bapa Suci, saya seorang Muslim. Istri saya seorang Kristiani. Teroris datang ke tempat kami, melihat kami dan bertanya apa agama kami. Mereka mendekati istri saya yang memakai sebuah salib dan menyuruhnya melemparkannya ke tanah. Dia tidak melakukannya, dan mereka menggorok lehernya di depan saya.” Itulah yang terjadi.
Saya tahu dia tidak menyimpan dendam. Dia berfokus pada teladan kasih istrinya, kasih kepada Kristus yang menuntun istrinya untuk menerima, dan setia sampai mati.
Saudara-saudari, akan selalu ada orang-orang yang menjadi martir di antara kita. Ini adalah tanda bahwa kita berada di jalur yang benar.
Seseorang yang mengetahuinya mengatakan kepada saya bahwa ada lebih banyak martir saat ini dibandingkan pada awal mula agama Kristen.
Keberanian para martir, kesaksian para martir, merupakan berkah bagi semua orang.
Mari kita berdoa semoga mereka yang mempertaruhkan hidup demi pewartaan Injil di berbagai belahan dunia dapat menanamkan keberanian dan semangat misioner kepada Gereja. Dan terbuka terhadap rahmat kemartiran.
.
Unduh Video ![]()
Unduh Poster ![]()
APRIL 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Peran perempuan – Semoga martabat dan nilai tinggi perempuan diakui di setiap budaya, dan semoga diskriminasi yang mereka alami di berbagai belahan dunia diakhiri.
Ujud Gereja Indonesia: Kesehatan mental – Semoga masyarakat kita memiliki kepekaan untuk mengenali orang dengan masalah kesehatan mental dan orang dengan gangguan jiwa, serta melakukan upaya nyata untuk membantu mereka agar tetap memelihara imannya.
.
.
“Peran Perempuan”
Di berbagai belahan dunia, perempuan diperlakukan sebagai hal pertama yang harus disingkirkan.
Terdapat negara-negara di mana perempuan dilarang mengakses bantuan, membuka usaha, atau bersekolah. Di tempat-tempat ini, mereka tunduk pada hukum yang mengharuskan mereka berpakaian dengan cara tertentu. Dan di banyak negara, mutilasi alat kelamin masih dilakukan.
Jangan sampai kita menghilangkan suara perempuan. Janganlah kita merampas suara semua perempuan yang dianiaya ini. Mereka dieksploitasi, disingkirkan.
Secara teori, kita semua sepakat bahwa laki-laki dan perempuan mempunyai martabat yang sama sebagai manusia. Namun hal ini tidak berlaku dalam praktiknya.
Pemerintah perlu berkomitmen untuk menghapuskan undang-undang yang diskriminatif di mana pun dan berupaya menjamin hak asasi perempuan.
Mari kita hormati perempuan. Mari kita hormati martabat mereka, hak-hak dasar mereka. Jika tidak demikian, masyarakat kita tidak akan mengalami kemajuan.
Mari kita berdoa agar martabat dan nilai tinggi perempuan diakui pada setiap budaya, dan semoga diskriminasi yang mereka alami di berbagai belahan dunia diakhiri.
MEI 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Formasi para religius dan calon imam – Semoga para biarawan dan biarawati, serta para calon imam, tumbuh dalam panggilan mereka sendiri melalui pembinaan pribadi, pastoral, spiritual dan komunitas, sehingga mereka mampu menjadi saksi Injil yang kredibel.
Ujud Gereja Indonesia: Content creator dan influencer – Semoga para content creator dan influencer mampu memproduksi konten-konten yang mengandung pesan positif, kejujuran, dan membangun persatuan.
Setiap panggilan adalah “berlian dalam bebatuan” yang perlu dipoles, dikerjakan, dibentuk pada setiap sisinya.
Seorang imam atau suster yang baik, di atas segalanya, haruslah laki-laki, perempuan yang dibentuk, dibentuk oleh kasih karunia Tuhan, orang-orang yang menyadari keterbatasan mereka, dan mau menjalani hidup dalam doa, memberikan kesaksian yang penuh pengabdian kepada Injil Tuhan.
Mulai dari seminari dan novisiat, persiapan mereka harus dikembangkan secara integral, bersentuhan langsung dengan kehidupan orang lain. Ini penting.
Formasi tidak berakhir pada saat tertentu, tetapi berlanjut sepanjang hidup, mengintegrasikan seseorang secara intelektual, manusiawi, afektif, spiritual.
Ada juga persiapan untuk hidup dalam komunitas – hidup dalam komunitas sangat memperkaya, meski terkadang sulit.
Hidup bersama tidak sama dengan hidup dalam komunitas.
Mari kita berdoa agar para biarawan dan biarawati, dan serta calon imam, tumbuh dalam perjalanan panggilan mereka melalui pembinaan pribadi, pastoral, spiritual dan komunitas, sehingga mereka mampu menjadi saksi Injil yang kredibel.
JUNI 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Para migran yang meninggalkan negeri mereka – Semoga para migran yang meninggalkan negeri mereka karena perang atau kelaparan, terpaksa melakukan perjalanan penuh bahaya dan kekerasan, menemukan sambutan dan peluang baru di negara-negara yang menerima mereka.
Ujud Gereja Indonesia: Orang muda – Semoga Gereja semakin terbuka dan mampu merangkul kaum muda di tengah proses pembentukan identitas, sehingga mereka dapat mengalami Kristus sebagai Sahabat dan Juru Selamat.
“Mereka yang meninggalkan negeri mereka”
Saudara dan saudari terkasih, bulan ini saya ingin kita berdoa bagi orang-orang yang meninggalkan negara mereka sendiri.
Perasaan tercabut atau tidak tahu di mana tempatnya seringkali menyertai trauma yang dialami orang-orang yang terpaksa meninggalkan tanah airnya karena perang atau kemiskinan.
Terlebih lagi, di beberapa negara tujuan, para migran dipandang sebagai ancaman, dianggap menakutkan.
Kemudian momok tembok muncul – tembok di bumi yang memisahkan keluarga-keluarga, dan tembok di dalam hati.
Umat Kristiani tidak dapat menggunakan pandangan ini. Siapa pun yang menyambut seorang migran, ia menyambut Kristus.
Kita harus meningkatkan budaya sosial dan politik yang melindungi hak-hak dan martabat para migran, sebuah budaya yang mendorong kesempatan agar mereka dapat mencapai potensi mereka sepenuhnya, dan mengintegrasikan mereka.
Seorang migran perlu didampingi, dipromosikan, dan diintegrasikan.
Mari kita berdoa, semoga para migran yang meninggalkan negeri mereka karena perang atau kelaparan, yang terpaksa melakukan perjalanan penuh bahaya dan kekerasan, dapat menemukan sambutan dan peluang baru di negara-negara yang menerima mereka.
JULI 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Pelayanan pastoral orang sakit – Semoga Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kepada para penerima dan keluarga mereka kuasa Tuhan dan semakin menjadi tanda belas kasih dan harapan bagi semua orang.
Ujud Gereja Indonesia: Pendidikan alternatif – Semoga masyarakat semakin memahami keunikan setiap anak sehingga dapat terbuka pada bentuk-bentuk pendidikan alternatif yang paling sesuai untuk membantu tumbuh dan berkembangnya anak.
Pelayanan pastoral orang sakit
Bulan ini, marilah kita berdoa untuk pelayanan pastoral bagi orang-orang sakit.
Pengurapan Orang Sakit bukanlah sakramen yang hanya diperuntukkan bagi mereka yang berada di ambang kematian saja. Bukan. Hal Ini penting untuk dipahami secara jelas.
Ketika imam mendekati seseorang untuk melakukan Pengurapan Orang Sakit, hal itu belum tentu dilaksanakan dalam rangka membantu si sakit untuk mengucapkan selamat tinggal pada kehidupan.
Pikiran semacam ini sama saja dengan merelakan segala harapan.
Ini artinya kita menerima begitu saja bahwa setelah imam, akan datang pengurus jenazah.
Mari kita ingat bahwa Pengurapan Orang Sakit adalah salah satu dari “sakramen-sakramen penyembuhan”, “pemulihan”, yang menyembuhkan jiwa.
Dan ketika seseorang sedang sakit parah, disarankan untuk memberinya Pengurapan Orang Sakit. Dan ketika seseorang sudah lanjut usia, ada baiknya menerima Pengurapan Orang Sakit.
Mari kita berdoa agar Sakramen Pengurapan Orang Sakit menganugerahkan kekuatan Tuhan kepada mereka yang menerimanya dan kepada orang-orang yang mereka kasihi, dan agar sakramen ini menjadi tanda belas kasih dan harapan yang semakin nyata bagi setiap orang.
AGUSTUS 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Bagi para pemimpin politik – Semoga para pemimpin politik melayani rakyat, bekerja untuk pembangunan manusia seutuhnya dan kebaikan bersama, serta memberikan perhatian lebih kepada orang miskin dan mereka yang kehilangan pekerjaan.
Ujud Gereja Indonesia: Pemberdayaan keluarga berpenghasilan rendah – Semoga paroki-paroki dapat meningkatkan keberdayaan keluarga-keluarga berpenghasilan rendah dengan langkah-langkah konkret, seperti menyediakan layanan koperasi, memberikan ilmu pengelolaan keuangan, serta meningkatkan semangat kewirausahaan.
Saat ini, politik tidak memiliki reputasi yang baik: korupsi, skandal, berjarak dan jauh dari kehidupan sehari-hari masyarakat.
Namun, dapatkah kita bergerak maju menuju persaudaraan universal tanpa politik yang baik? Tidak.
Seperti yang dikatakan Paulus VI, politik adalah salah satu bentuk amal tertinggi karena mengupayakan kebaikan bersama.
Saya berbicara tentang POLITIK dengan huruf kapital, bukan berpolitik. Saya berbicara tentang politik yang menyimak apa yang sebenarnya terjadi, yang melayani orang miskin, bukan politik yang mengurung diri di gedung-gedung besar dengan lorong-lorong yang lebar.
Saya berbicara tentang politik yang peduli terhadap pengangguran, dan tahu betul betapa menyedihkannya hari Minggu ketika Senin hanyalah satu hari lagi tanpa bisa bekerja.
Jika kita melihatnya dari sudut pandang ini, politik jauh lebih mulia daripada yang terlihat.
Mari kita bersyukur atas banyak politisi yang menjalankan tugasnya dengan keinginan untuk melayani, bukan keinginan untuk berkuasa, mereka yang mengerahkan seluruh upayanya untuk kebaikan bersama. Marilah kita berdoa agar para pemimpin politik melayani rakyatnya, bekerja untuk pembangunan manusia seutuhnya dan kebaikan bersama, serta memberikan perhatian lebih kepada mereka yang kehilangan pekerjaan, dan kepada mereka yang paling miskin.
SEPTEMBER 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Jeritan bumi – Semoga masing-masing dari kita akan mendengar dan mencamkan jeritan Bumi dan para korban bencana alam serta perubahan iklim, dan semoga semua orang akan berusaha secara pribadi untuk merawat dunia tempat kita tinggal.
Ujud Gereja Indonesia: Tokoh-tokoh Kitab Suci – Semoga anak-anak, remaja, dan orang muda Katolik dapat menemukan tokoh-tokoh Kitab Suci yang menjadi idola dan teladan mereka dalam menjalani hidup sehari-hari.
UNTUK JERITAN BUMI
Marilah kita berdoa untuk jeritan Bumi.
Jika kita mengukur suhu planet ini, kita akan tahu bahwa Bumi sedang demam. Dan ia sakit, sama seperti siapa pun yang sakit.
Namun, apakah kita mendengarkan kepedihan ini?
Apakah kita mendengar kepedihan jutaan korban dari bencana alam?
Mereka yang paling menderita akibat bencana ini adalah mereka yang miskin, mereka yang terpaksa meninggalkan rumah mereka karena banjir, gelombang panas, atau kekeringan.
Menghadapi krisis lingkungan yang disebabkan oleh manusia, seperti perubahan iklim, polusi, atau hilangnya keanekaragaman hayati, memerlukan tanggapan yang tidak hanya ekologis, tetapi juga sosial, ekonomi, dan politik.
Kita harus berkomitmen untuk memerangi kemiskinan dan melindungi alam, mengubah kebiasaan pribadi dan masyarakat kita.
Marilah kita berdoa agar masing-masing dari kita mendengarkan dengan sepenuh hati jeritan Bumi dan para korban bencana alam serta perubahan iklim, dan berusaha secara pribadi untuk merawat dunia tempat kita tinggal.
OKTOBER 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Misi bersama – Semoga Gereja terus mempertahankan dalam segala hal cara bertidak sinodal, sebagai tanda tanggung jawab bersama, mendorong partisipasi, persekutuan dan perutusan bersama yang diemban oleh para imam, kaum religius dan awam.
Ujud Gereja Indonesia: Institusi kesehatan – Semoga institusi-institusi kesehatan, baik milik pemerintah maupun swasta, mengutamakan kesembuhan dan keselamatan pasien di atas kepentingan industri medis, serta memberikan pelayanan sepenuh hati tanpa membeda-bedakan status sosial ekonomi.
Misi bersama
Sebagai umat Kristiani, kita semua bertanggung jawab atas misi Gereja. Semua imam. Semua orang.
Kita, para imam, bukanlah bos kaum awam, tetapi pastor mereka. Yesus memanggil kita, satu dan yang lain – bukan satu di atas yang lain, atau salah satu di satu pihak dan lainnya di pihak berbeda, tetapi untuk saling melengkapi. Kita adalah komunitas. Itulah sebabnya kita perlu berjalan bersama, mengambil jalan sinodalitas.
Tentu, Anda dapat bertanya kepada saya, apa yang dapat saya lakukan sebagai sopir bus? Seorang petani? Seorang nelayan? Yang perlu kita semua lakukan adalah bersaksi dengan hidup kita. Kita bersama-sama bertanggung jawab atas misi Gereja.
Umat awam, dibaptis di Gereja, di rumah mereka sendiri, dan perlu mengurusnya. Begitu pula kita para imam dan kaum tertahbis. Setiap orang menyumbangkan yang terbaik yang mereka ketahui. Kita bertanggung jawab bersama dalam misi, kita berpartisipasi dan kita hidup dalam persekutuan Gereja.
Marilah kita berdoa agar Gereja melanjutkan karyanya untuk mempertahankan gaya hidup sinodal dalam segala hal, sebagai tanda tanggung jawab bersama, mendorong partisipasi, persekutuan, dan perutusan bersama yang diemban oleh para imam, kaum religius, dan awam.
NOVEMBER 2024 B/II
Ujud Gereja Universal: Orang tua yang kehilangan anak – Semoga semua semua orang tua yang berduka karena meninggalnya putra atau putri mereka mendapatkan dukungan dari komunitas dan dianugerahi kedamaian dan penghiburan dari Roh Kudus.
Ujud Gereja Indonesia: Para imam, bruder, dan suster usia lanjut – Semoga para imam, bruder, dan suster usia lanjut tetap menemukan api cinta Tuhan dalam hidup mereka, serta bersedia membagikan inspirasi serta kisah kasih Allah pada generasi muda.
Apa yang dapat kita katakan kepada orang tua yang kehilangan anak? Bagaimana kita dapat menghibur mereka?
Tidak ada kata-kata.
Anda lihat, ketika salah satu pasangan kehilangan pasangannya, mereka menjadi duda atau janda. Seorang anak yang kehilangan orang tua menjadi yatim piatu. Ada kata untuk itu. Namun ketika orang tua kehilangan anak, tidak ada kata-kata. Rasa sakitnya begitu hebat, sehingga tidak ada kata-kata.
Dan tidaklah wajar untuk hidup lebih lama dari anak Anda. Rasa sakit yang disebabkan oleh kehilangan ini sangat kuat.
Kata-kata penyemangat terkadang dangkal atau sentimental, tidak membantu. Tentu saja, jika diucapkan dengan niat baik, hal itu malah dapat memperparah luka.
Untuk memberikan penghiburan kepada para orang tua yang telah kehilangan seorang anak, kita perlu mendengarkan mereka, dekat dengan mereka dalam kasih, peduli terhadap rasa sakit yang mereka rasakan, meniru bagaimana Yesus Kristus menghibur mereka yang menderita.
Dan para orang tua yang dikuatkan oleh iman mereka tentu dapat menemukan penghiburan dalam keluarga lain, yang melalui tragedi yang mengerikan seperti ini, telah terlahir kembali dalam harapan.
Marilah kita berdoa agar semua orang tua yang berduka karena meninggalnya putra atau putri mereka mendapatkan dukungan dalam komunitas, dan dianugerahi kedamaian serta penghiburan dari Roh Kudus.
Video Paus adalah hasil kerjasama Biro Nasional Karya Kepausan Indonesia dengan PWPN (Popes Worldwide Prayer Network) / Jaringan Doa Bapa Suci Sedunia – Indonesia
Ujud Kerasulan Doa 2025
Lihat kembali: Ujud Kerasulan Doa 2023
