Penghiburan Allah Menuntun Kepada Perdamaian

HOMILI PAUS FRANSISKUS DALAM MISA 25 September 2017

Bacaan Ekaristi : Ezr. 1:1-6; Mzm. 126:1-2ab,2cd-3,4-5,6; Luk. 8:16-18

25Sept17Marilah kita memohon kepada Tuhan untuk membantu kita mengenali penghiburan sejati dan melestarikannya. Itulah pesan Paus Fransiskus dalam homilinya pada Misa harian Senin pagi, 25 September 2017, di Casa Santa Marta, Vatikan.

Bercermin pada Bacaan Pertama liturgi hari itu (Ezr 1:1-6), Paus Fransiskus mengatakan bahwa Tuhan “melawat umat-Nya dan mengembalikan mereka ke Yerusalem”. Kata “melawat”, beliau menjelaskan, penting dalam sejarah keselamatan, karena “setiap tindakan penebusan oleh Allah adalah sebuah lawatan”.

“Ketika Tuhan melawat kita, Ia memberi kita sukacita, yaitu Ia menempatkan kita dalam keadaan penghiburan … Kamu telah menyemai dengan air mata, tetapi sekarang Tuhan menghibur kita dan memberi kita penghiburan rohani. Penghiburan terjadi tidak hanya pada saat tertentu namun merupakan suatu keadaan dalam kehidupan rohani setiap umat kristiani. Seluruh Kitab Suci mengajarkan kita hal ini”.

Bapa Suci kemudian menasihati umat yang hadir “untuk menunggu” lawatan Tuhan. Beberapa saat lebih kuat dari saat lainnya, tetapi Tuhan “akan membantu kita untuk merasakan kehadiran-Nya” dengan penghiburan rohani. Beliau mengatakan bahwa umat kristiani harus mengenali penghiburan, karena ada nabi-nabi palsu yang tampaknya menghibur kita namun, pada kenyataannya, menipu kita.

“Penghiburan Tuhan menggerakkanmu dan meningkatkan amal, kasih, dan pengharapanmu, juga membuatmu menangisi dosa-dosamu. Ketika kita memperhatikan Yesus dan sengsara-Nya, kita menangis bersama Yesus … Kamu mengangkat jiwamu ke perkara surga dan perkara Allah, serta jiwamu tenang dalam damai sejahtera Allah. Inilah penghiburan sejati”.

Sebagai penutup, Paus Fransiskus mengingatkan semua orang untuk berterima kasih kepada Tuhan dalam doa, agar Ia sudi “lewat” untuk melawat kita, membantu kita maju, dalam pengharapan, membawa salib kita.

“Lestarikanlah jejak-jejak penghiburan ini dalam ingatanmu, sama seperti umat Allah mengingat pembebasannya … Nantikan, kenali, dan lindungilah penghiburan. Dan, apa yang tersisa dari saat yang sedang berlalu ini? Perdamaian, karena perdamaian adalah taraf penghiburan yang tertinggi”.

(sumber: http://pope-at-mass.blogspot.co.id)

 

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s