Persiapan Menuju JAMNAS SEKAMI 2018

 

Gereja Santo Yosef Palembang, Minggu, 7 Januari 2018. Pagi itu, tampak ada sesuatu yang tidak biasa. Begitu memasuki kompleks gereja, umat disambut dengan sebuah spanduk bertuliskan “Promulgasi Jambore Nasional SEKAMI 2018”.

promulgasi

Sementara itu, umat yang hadir didominasi oleh anak-anak remaja. Mereka mengenakan pakaian etnik Nusantara, atau minimal berbatik. Bahkan, hampir semua petugas liturgi pada Ekaristi yang dipimpin oleh Vikaris Jenderal (Vikjen) Keuskupan Agung Palembang, Felix Astono Atmadja SCJ, itu dibawakan oleh anak-anak remaja.

“Promulgasi Jambore Nasional SEKAMI 2018 hari ini menandai diumumkannya secara resmi bahwa mulai hari ini Keuskupan kita akan secara aktif berpartisipasi pada gelaran anak-anak Nusantara ini,” ungkap Dirdios Karya Kepausan Indonesia (KKI), Elis Handoko SCJ, selepas Vikjen menyampaikan kotbah.

Romo Elis menjelaskan, kegiatan-kegiatan anak SEKAMI di paroki, distrik, dan dekanat, akan mengusung tema yang sama dengan Jambore Nasional SEKMI (JAMNAS SEKAMI 2018), yakni “Berbagi Sukacita Injil dalam Kebinekaan”. Harapannya, pesan tema JAMNAS ini bisa menjadi gerakan anak di seluruh keuskupan. Sementara itu, utusan keuskupan yang akan berangkat ke Pontianak akan menerima pembekalan khusus. Selama tiga hari sebelum berangkat ke JAMNAS, mereka akan menjalani sekolah misi (school of mission) di Palembang, 31 Juni – 2 Juli 2018.

Usai pemaparan makna promulgasi JAMNAS, Romo Elis menemani Romo Vikjen memukul gong sebagai tanda resmi promulgasi. Gema suara gong itu disambut gemuruh tepuk tangan umat, theme song JAMNAS SEKAMI 2018 dikumandangkan bersama diikuti tarian oleh sekelompok anak berbusana etnik.

Satu Alur Formasi

Mengawali gerakan anak misioner Nusantara menuju JAMNAS 2018, KKI Keuskupan Manukwari-Sorong mengadakan perayaan Hari Anak Misioner Seduna ke-175. Kgiatan se-Tim Pastoral Wilayah (TPW) Sorong ini diselenggarakan di Paroki St Petrus Remu-Sorong, 5 Januari 2018. Dirdios KKI Sr Yustisia CB berkolaborasi dengan pastor ketua TPW beserta animator-animatris misioner. Puncaknya, pada 7 Januari mereka merayakan Ekaristi dan kunjungan Tiga Raja ke rumah-rumah umat.

“Walau harus mendaki bukit dan berjalan kaki, tapi suasana penuh sukacita dan kegembiraan. Persaudaraan sungguh sangat terasa antara anak-anak remaja dengan keluarga yang dikunjungi,” tulis Sr Yustisia dalam surat elektroniknya.

Masuk dalam pesan JAMNAS, selaku Dirdios, Sr Yustisia bersurat kepada para pastor ketua TPW, pastor paroki, dan pembina SEKAMI. Dia mengajak agar setiap kegiatan SEKAMI mengambil tema yang sama dengan JAMNAS. Harapannya, anak-anak se-Keuskupan Manokwari-Sorong memiliki satu alur formasi dan animasi misioner dengan anak-anak SEKAMI Nusantara.

“Ada kegiatan-kegiatan semacam Jambore di tingkat Gereja lokal,” jelasnya. Misalnya, TPW Bintuni akan mengadakan Camping SEKAMI selama 3 hari, TPW Sorong ada temu SEKAMI sehari, TPW Fakfak menyelenggarakan kegiatan selama 3 hari. Demikian juga akan diadakan kegiatan-kegiatan di tingkat paroki. Tim KKI juga sedang menyiapkan video-video animasi misioner dan bekerja sama dengan KOMSOS Keuskupan untuk mengadakan siaran di RRI.

“Tujuannya, agar sejak dini anak-anak saling mencintai kebinekaan dan juga membangun iman dalam Gereja Katolik sehingga kelak mereka menjadi orang muda Katolik yang handal dan militan,” paparnya.

Khusus untuk calon peserta JAMNAS, KKI akan mengadakan kegiatan berjenjang. Pada 21-23 Desember 2017 bertajuk makna kebinekaan dan spiritualitas SEKAMI. Bulan Mei akan diadakan semacam Jambore selama seminggu. Terakhir, 28-30 Juni 2018, peserta dan pendamping akan menyiapkan stan untuk keperluan JAMNAS. Rencananya, peserta akan berangkat ke Pontianak pada 1 Juli 2018.

Remaja Leader

“Yang kami upayakan adalah mensosialisasikan pada pihak-pihak terkait dengan pengiriman delegasi peserta JAMNAS ini,” ungkap Dirdios KKI Keuskupan Surabaya, TVO Ratna Tjandrasari.

Ratna meletakkan gerakan SEKAMI menuju JAMNAS ini dalam alur gerak Gereja lokal yang sedang memiliki agenda besar untuk persiapan musyawarah pastoral (Muspas) yang sudah berlangsung sejak akhir tahun 2017.

“Mengingat tahun lalu di keuskupan kami merupakan Tahun Remaja, maka sebenarnya kami memakai kegiatan tahun lalu itu menjadi salah satu sumber penyeleksian kami dalam mempersiapkan JAMNAS ini,” paparnya. Kegiatan yang dimaksud ialah “Teen Leadership Camp” untuk tingkat keuskupan. Dari sini dipilih beberapa yang mewakili kevikepan untuk pembekalan tindak lanjut. Harapannya, mereka akan membuat tim di kevikepan maupun paroki.

Menggaungkan gerakan SEKAMI menuju JAMNAS, KKI Keuskupan Surabaya sedang dalam proses produksi video klip theme song JAMNAS dalam nuansa budaya yang ada di keuskupan. Selain itu, kegiatan-kegiatan persiapan peserta juga akan di-upload di media sosial.

Ratna dan tim KKI memiliki target jelas dalam mengutus peserta JAMNAS. Rencananya, mereka akan mengadakan pertemuan dengan para “remaja leader”. Mereka merupakan remaja terpilih dari masing-masing kevikepan atau paroki yang dihasilkan dari “Teen Leadership Camp” secara berkala sebagai proses penyeleksian. Februari, Maret, April, dan Juni 2018 merupakan waktu yang dipilih untuk merealisasikan rencana tersebut.

“Dari sekitar 40 peserta akan dipilih melalui seleksi sebanyak 15 remaja,” tandasnya.

Materi-materi yang akan diberikan seputar pengetahuan dasar tentang sejarah misi Keuskupan Surabaya, tema JAMNAS, arti misi, dan beberapa simulasi maupun persiapan budaya.

Perkembangan Iman

KKI Keuskupan Banjarmasin menjadikan perayaan Hari Anak Misioner Sedunia 7 Januari 2018 sebagai bentuk kegiatan Pre Event pertama menuju JAMNAS SEKAMI 2018. Secara serentak kegiatan diadakan di 9 paroki. “Inti dari kegiatan ini disatukan dengan satu tema besar, yang juga merupakan tema JAMNAS 2018, yaitu Berbagi Sukacita Injil dalam Kebinekaan,” urai Dirdios KKI, RD Andreas Setyi Indroprojo.

Setidaknya ada 2 tahap kegiatan dalam mempersiapkan JAMNAS. Pertama, untuk animator-animatris. Awalnya tim KKI mengadakan pembekalan pada animator-animatris di setiap paroki untuk menanamkan nilai berbagi sukacita Injil dalam kebinekaan. Tujuannya, agar mereka membagikan pesan tersebut pada anak dan remaja di paroki mereka masing-masing pada Hari Anak Misioner ke-175. Di samping itu, pada saat kegiatan ini pula terjadi seleksi pada animator-animatris yang akan menjadi peserta JAMNAS.

Kedua, untuk anak-anak remaja. Mereka mengalami proses seleksi di paroki masing-masing oleh animator-animatris mereka. Proses seleksi terjadi pada saat Hari Anak Misioner ke-175 dan sesudahnya. Mereka dipilih dan ditentukan sesuai dengan tingkat keaktifan dan kreativitas mereka dan seberapa besar mereka dapat menangkap tentang makna kebinekaan di dalam kehidupan mereka.

Ada pesan Uskup Banjarmasin Mgr Petrus Boddeng Timang agar KKI memberi perhatian besar bagi perkembangan iman anak dan remaja. Untuk itu, peserta JAMNAS dari Keuskupan Banjarmasin merupakan sungguh orang-orang terpilih.

“Dengan semangat children helping children  sudah saatnya mereka untuk menjadi animator-animatris bagi adik-adik mereka. Maka, setelah JAMNAS ini, mereka akan dipersiapkan bersama teman-teman remaja untuk menjadi animator-animatris muda,” urai Romo Dirdios.

Nilai Kebinekaan

Tahun ini merupakan perayaan 150 tahun Gereja Katolik Keuskupan Manado. Bak gayung bersambut. Perayaan yang kegiatannya berfokus pada pengembangan iman umat ini sealur dengan pesan perayaan ulang tahun SEKAMI yang ke-175. KKI mengemas dua perayaan besar tersebut untuk membangkitkan semangat beriman umat, khususnya bagi anak dan remaja.

Dirdios KKI Sr Jeannette Tumuju JMJ menyebut ada dua tujuan dari kegiatan anak dan remaja di keuskupannya. “Pertama, untuk menumbukan rasa bangga sebagai anak dan remaja Katolik. Kedua, anak dan remaja berani dan aktif mewartakan Injil dalam kebinekaan lewat doa, derma, kurban, dan kesaksian,” tulisnya dalam surat elektronik.

Ragam kegiatan yang dimaksud, misalnya, perayaan Hari Anak Misioner Sedunia di 3 kevikepan dan camping semalam dalam rangka Paskah bersama SEKAMI di tingkat paroki. Ada juga kegiatan Rasul SEKAMI, yakni anak dan remaja dilatih menjadi Rasul SEKAMI dengan pemimpin dalam doa rosario dari rumah ke rumah. Kegiatan lainnya ialah temu SEKAMI kevikepan (camping semalam dan malam berbagi cahaya), festival SEKAMI (berupa gerak dan lagu), berbagi nilai kebinekaan dengan pemeluk agama lain, dan live in di SLB Tuna Grahita.

Sementara terkait dengan peserta yang akan diutus pada JAMNAS SEKAMI 2018, mereka akan menjalani masa persiapan berupa rekoleksi dan pemantapan persiapan JAMNAS. Sebelum diberangkatkan ke Pontianak, mereka akan menjalani masa karantina selama 2 hari.

Ada pun upaya menggaungkan pesan JAMNAS sebagai gerakan anak SEKAMI Nusantara, KKI akan ikut meramaikan siar semangat JAMNAS melalui media sosial dan siaran di Radio Montini dalam Program Pewartaan Temu Anak SEKAMI pada setiap hari Rabu.

Beraneka Tapi Satu

Wujud dari setiap jalan menuju JAMNAS SEKAMI 2018 dari masing-masing keuskupan begitu beragam. Masing-masing memiliki konteks dan ungkapannya sendiri-sendiri. Ragam kegiatan yang ada semakin menggambarkan betapa anak-anak Nusantara itu berbeda.

Jalan-jalan itu memang berbeda. Namun, tetap saja semuanya akan mengantar mereka sampai ke Pontianak. Destinasi nyata sekaligus simbolis ini akan menjadi ruang bersama untuk belajar menghayati apa artinya menjadi misionaris bagi Tuhan Yesus. Misionaris yang mau membagikan sukacita Injil dalam kebinekaan.

Dan, jauh sebelum mencapai ruang bermisi itu, anak-anak sudah diajak untuk belajar menerima, menghargai, dan menghidupi kebinekaan yang ada dalam hidup sehari-hari.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s