Misi Utama Orang Beriman

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

Kamis I ADVEN, 06 Desember 2018
Hari Biasa
Yesaya. 26:1-6 & Matius. 7:21, 24-27

Saudara-saudari terkasih, kita sering mendengar bahwa Indonesia adalah bangsa yang agamis. Artinya, agama menjadi salah satu ciri atau identitas dari orang Indonesia. Hal ini bisa dibuktikan dengan dicantumkannya agama seseorang dalam Kartu Tanda Penduduk (KTP) mereka. Fakta ini menarik karena meski semua orang beragama tahu dan kenal siapa Tuhan mereka, bahkan mereka juga sering memanggil nama Tuhan mereka tetapi kenyataannya kejahatan dan kekerasan juga masih ada. Bahkan ada juga yang melakukan hal-hal yang tidak terpuji dengan mengatasnamakan Tuhan. Hal ini membuat kita bertanya, “Apakah orang beragama pasti beriman?”

Bacaan Injil hari ini membuat kita harus merenung lebih dalam lagi. Yesus mengingatkan para murid-Nya bahwa tidak cukup bahwa orang bisa menyebut dan memanggil nama Tuhan. Dalam setiap agama, pasti ada yang disembah dan dipercaya, entah dengan sebutan apa. Kita sebagai orang Katolik percaya dan menyembah Allah, baik dengan sebutan Tuhan ataupun dengan sebutan Allah Bapa, Allah Putera maupun Allah Roh Kudus. Dalam doa-doa kita, kita selalu menyebut dan memanggil nama-nama tersebut.

Saudara-saudari terkasih, Yesus hari ini mengingatkan dan menegur kita supaya kita jangan hanya fasih untuk menyebut dan memanggil nama-Nya. Kita ditantang dan diundang untuk mendengarkan suaraNya dan melaksanakan kehendak-Nya. Inilah misi dan tugas utama orang beriman. Kalau kita benar-benar percaya kepada-Nya berarti kita harus memberikan hati dan telinga kita untuk mendengarkan suara-Nya. Tahu apa yang Dia kehendaki dan tahu mewujudkannya dalam hidup.

Hidup orang yang beriman kepada Tuhan harus berubah. Pondasi hidup orang beriman bukan lagi rencana dan keinginannya sendiri tetapi haruslah kehendak dan suara Tuhan. Sebelum kita mewartakan nama Tuhan dan mengajarkannya pada orang lain, kita sendiri harus mau mengubah hidup kita. Bukan lagi sekedar hidup dengan bisa menyebut nama Tuhan saja, tetapi benar-benar hidup di dalam dan menurut kehendak Tuhan. Masa Adven sungguh menjadi masa persiapan menyambut kehadiran Tuhan kalau hari demi hari menjadi perjuangan kita untuk hidup menurut Sabda dan Kehendak Allah sendiri. Mari kita tanggapi seruan nabi Yesaya untuk membuka diri dan peringatan Yesus untuk lebih mendengarkan dan mewujudkan kehendak Allah.

(RD. Doso, Imam Keuskupan Banjarmasin)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s