Wajah Asli Gereja Katolik Sumba

“Wajah asli Gereja Katolik Sumba tergambar dalam diri anak Temu Minggu dan SEKAMI,” demikian pernyataan Vikjen Keuskupan Weetebula, RP.Mateus Selan, CSsR dalam sambutan pembukaan kegiatan perlombaan Temu Minggu dan SEKAMI se-Keuskupan Weetebula. Vikjen dengan perasaan terharu mengungkapkan, “Gereja Katolik di Sumba ini sungguh hidup, ada Roh, ada semangat dan sungguh terlihat dalam diri anak-anak.” Baginya wajah Gereja Katolik 10, 20 atau 30 tahun yang akan datang sungguh tergambar saat ini dalam diri anak-anak Temu Minggu dan SEKAMI yang bersemangat dan energik. Vikjen menghimbau kepada semua yang terlibat dalam mendidik dan mendampingi anak-anak agar tetap bersemangat. Jangan pernah jenuh atau putus asa dengan segala tantangan yang dihadapi.

393b66a4-1ea8-4c11-bd37-0c0093d868e8

Mengisi Bulan Kitab Suci dan Bulan Misi

Kegiatan akbar ini sesungguhnya diadakan dalam rangka mengisi Bulan Kitab Suci dan Bulan Misi yang berlangsung pada bulan September dan Oktober 2018. Sejak awal September hingga pada pertengahan Oktober, kegiatan perlombaan berlangsung di tingkat Paroki dan Dekenat sedangkan pada akhir Oktober kegiatan berpusat di tingkat Keuskupan. Peserta lomba yang hadir adalah utusan terbaik dari Dekenat masing-masing. Mereka telah melewati seleksi melalui kegiatan perlombaan di tingkat Paroki dan Dekenat. Walaupun melewati tahap seleksi yang ketat, utusan yang lolos tidak didominasi oleh satu Paroki, sebaliknya hampir setiap Paroki mempunyai utusan masing-masing kecuali empat Paroki yang kandas di tingkat Dekenat.

f973992b-86d3-4593-a8a2-e8a7832bccb3

Piala Bergilir untuk Dekenat Weetebula

Kegiatan puncak yang berlangsung sejak tanggal 27-28 Oktober 2018 ini, menyajikan aneka perlombaan antara lain: kuis Kitab Suci, lomba lagu dan gerak, lomba lektor, lomba Mazmur, lomba pidato dan puisi untuk anak Temu Minggu dan SEKAMI. Hari pertama diadakan perlombaan kuis Kitab Suci untuk kategori Temu Minggu dan SEKAMI, lomba Mazmur, lomba lektor, lomba pidato untuk kategori SEKAMI dan lomba puisi untuk kategori Temu Minggu. Hari kedua diadakan perlombaan lagu dan gerak untuk kategori Temu Minggu dan SEKAMI serta lomba lektor untuk kategori Temu Minggu. Setiap kelompok atau perorangan yang meraih juara mendapat hadiah. Hal yang istimewa tahun ini adalah bahwa selain hadiah untuk kelompok Paroki, ada juga hadiah umum berupa piala bergilir yang diberikan kepada Dekenat yang berhasil mengumpulkan poin terbanyak. Dalam perhitungan, Dekenat Weetebula berhasil mengumpulkan poin terbanyak mengungguli Dekenat Waikabubak dan Dekenat Waingapu. Dengan demikian pada kesempatan pertama ini yang berhak membawa pulang piala kemenangan adalah Dekenat Weetebula.

Spirit Baru dan Pembelajaran Bersama

Tujuan dari kegiatan perlombaan ini tidak sekedar untuk mengumpulkan piala sebanyak-banyaknya atau hanya untuk mewarnai Bulan Kitab Suci dan Bulan Misi, tetapi lebih dari itu untuk memupuk semangat persaudaraan dan kerjasama di antara anak, pendamping dan orangtua. Kegiatan ini juga dapat membantu anak-anak Temu Minggu dan SEKAMI untuk meningkatkan pengetahuan iman dan keterampilan dalam berpidato, berpuisi, bernyanyi dan berakting di atas panggung. Juga dapat memberi spirit baru bagi para pendamping, serta keterbukaan hati untuk saling belajar antara satu dengan yang lain.

e4beab7c-d6aa-458b-9715-355118c60192

Sukacita Anak-Anak SEKAMI

Selain anak-anak juga hadir dalam kegiatan itu para pendamping dan orangtua yang dengan semangat mendukung anak-anak mereka. Kurang lebih 700-an orang hadir dalam kegiatan. Perjalanan menuju puncak kegiatan cukup panjang dan melelahkan tetapi menghasilkan tunas-tunas gereja yang bersemangat dan berbakat. Ada sukacita dan rasa bangga di penghujung acara ketika mengingat kembali perjuangan anak-anak dalam meraih kemenangan. Ada suasana keakraban dan persaudaraan yang terjalin baik meskipun di tengah persaingan/kompetisi untuk meraih juara. Tidak masalah hanya beralas terpal dan tikar di saat istrahat malam, anak-anak tetap bergembira. Mereka menerima keadaan apa adanya. Bahkan pertentangan dan saling menyalahkan yang sempat terlihat di tahun sebelumnya, kini lenyap tak berbekas. Sebuah kemajuan yang luar biasa yang patut diacungi jempol. Inilah wajah gereja yang harus terus kita pupuk dan pelihara. Dalam sambutannya Vikjen juga mengharapkan kepada para pendamping dan orangtua agar terus melanjutkan kegiatan seperti ini, tidak hanya pada tingkat stasi tetapi harus bisa sampai pada tingkat lingkungan dan basis karena kegiatan seperti inilah yang menghidupkan kelompok Temu Minggu dan SEKAMI di Paroki bahkan di Keuskupan Weetebula ini.

(RD. Tiburtius Plasidus Mari – Dirdios KKI Keuskupan Weetebula)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s