Misionaris Duta Belas Kasih

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

Rabu I ADVEN, 05 Desember 2018
Hari Biasa
Yes. 25:6-10a; Mat 15:29-37

Memasuki hari keempat dalam tahun baru liturgi, tahun C, firman Tuhan mengingatkan kita tentang APA yang Tuhan sediakan bagi umat-Nya, dan APA yang harus terjadi dalam hidup kita sebagai anak-anak Tuhan: Rekonsiliasi & Pembebasan.

Umat Allah di zaman Yesaya telah meninggalkan Tuhan. Karena itu mereka harus menanggung akibat dari cara hidup mereka yang bertolak belakang dengan rancangan Allah. Dalam situasi hidup yang penuh duka dan luka akibat dosa itu, Tuhan mengutus Nabi Yesaya untuk menyampaikan kabar sukacita ini. Bahwa Tuhan Allah sendirilah yang akan bertindak untuk membebaskan umat-Nya. Kain kabung yang mereka kenakan akan dikoyakkan oleh Tuhan. Maut yang membelenggu hidup umat-Nya akan ditiadakan. Air mata mereka akan dihapus dan aib umat-Nya akan dipulihkan. Siapapun umat yang membuka diri untuk menyambut rancangan Allah ini dan berbalik kepada-Nya akan diterima kembali ke dalam persekutuan dengan Tuhan, yang dilukiskan sebagai Perjamuan, yang dihidangkan bagi segala bangsa. Keselamatan yang dari Allah akan menjadi nyata dalam diri orang-orang yang menyambut belas kasih dan rahmat pemulihan dari Allah.

Dalam Injil kita menjumpai kasus yang menarik. Belas kasih Yesus terhadap umat-Nya yang kelaparan dan kehausan membuat-Nya menantang para murid untuk berbelas kasih dan menunjukkan kepedulian kepada orang-orang yang haus dan lapar itu. Melihat jumlah orang yang banyak, serta tempat yang terpencil, para murid nampaknya tidak mau repot, karena pada mereka hanya ada sedikit persediaan makanan. Tetapi Yesus terus mendorong mereka untuk menunjukkan belas kasih kepada orang banyak yang mengikuti mereka. Akhirnya ada tujuh roti dan beberapa ikan yang mereka miliki, yang mereka berikan kepada Tuhan. Maka terjadilah belas kasih Yesus bergabung dengan kerelaaan para murid untuk berbagi rezeki, maka semua orang akhirnya dapat makan sampai kenyang.

Apapun yang kita miliki, sekecil apapun, ketika kita rela dan dangan tulus mau berbagi kepada sesama, maka semuanya dapat diubah oleh Tuhan menjadi berkat bagi banyak orang. Berkat yang melimpah ternyata bisa lahir dari sebuah kepedulian untuk berbagi.

Tuhan Yesus, jadikanlah kami duta-duta untuk berbagi kasih dan kepedulian-Mu bagi orang-orang yang berkekurangan. Amin.

(RD.Marcel Gabriel – Imam Keuskupan Pangkal Pinang)

One thought on “Misionaris Duta Belas Kasih

  1. “Mengikut Tuhan mau membereskan diri secara konsekuen mengikuti SabdaNya dan mencoba terus untuk menuruti kehendakNya”. Sungguh suatu pernyataan yg gampang diungkapkan namun membutuhkan perjuangan keras untuk mewujudkannya. Namun pertama2 harus tumbuh dulu kesadaran untuk berubah dan mau diubah oleh Tuhan. Hati yg membuka diri kepada Tuhan bukannya mengeraskan diri, bujannya mokong dan merasa diri paling benar.

    Ya Allah beri kami hati untuk datang kepadaMu dengan terbuka dan niat ingin mengubah diri. sekalipun pahit terasa mana kala kepatuhan membutuhkan kurban diri.

    Like

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s