Berbagi Sukacita Sebagai Wujud Misi

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

Pekan III Adven, 16 Desember 2018
Zefanya. 3:14-18a & Filipi. 4:4-7 & Lukas. 3:10-18

“Bersukacitalah dalam Tuhan! Bersukacitalah karena Tuhan sudah dekat.” Demikian ajakan Rasul Paulus kepada jemaat di Filipi. Minggu Adven III ini disebut juga sebagai Minggu Gaudete atau minggu sukacita. Mengapa sukacita? Manusia disadarkan tentang kedatangan Allah yang semakin dekat. Allah yang menolong segala kesulitan dan kesusahan. Allah yang memberikan kelegaan kepada yang letih lesu dan berbeban berat. Allah yang memenuhi dan mencukupi segala kekurangan. Allah yang memerdekakan dan membebaskan manusia dari belenggu dan jerat roh jahat. Allah yang menebus segala dosa manusia. Allah yang menyelamatkan manusia dari kematian kekal akibat dosa. Tidak ada alasan apapun bagi kita manusia untuk tidak bersukacita. Tidak ada lagi kegelisahan, ketakutan, kekhawatiran dan kecemasan. Hanya sukacita, ya sukacita.

Tetapi, sukacita itu bukan untuk kita alami sendiri. Sukacita di dalam Tuhan harus juga kita bagikan dan sebarluaskan kepada sesama dan alam semesta. Semua hendaknya juga mengalami sukacita di dalam Tuhan. Inilah misi kita. Kita diutus dan dipanggil untuk mampu berbagi sukacita dari dan dalam Tuhan. Yohanes Pembaptis dalam Injil telah memberikan teladan bagaimana berbagi sukacita itu. Ia mewartakan dan berseru tentang kedatangan Tuhan. Ia mengajak banyak manusia bertobat untuk mempersiapkan kedatangan Tuhan. Yohanes ingin mendekatkan manusia dengan Allah.

Bagi kita, pertama dan utama untuk mampu berbagi sukacita adalah kemampuan mengalami sukacita itu sendiri lebih dulu. Jadilah manusia yang menampilkan wajah sukacita Allah. Hidup positif, semangat, bergairah dalam iman, penuh kedamaian dan cinta kasih. Tidak menampilkan wajah yang gelisah, takut, cemas, khawatir, bahkan putus asa dan tanpa harapan. Tidak mampu mengalami sukacita dalam Tuhan maka tidak akan pernah mampu berbagi sukacita. Selanjutnya, berbagi sukacita artinya menjadikan hidup ini sebagai sukacita bagi sesama. Siap menolong dan membantu siapapun yang kesulitan dan kekurangan, siap berkorban pikiran, waktu, tenaga bahkan mungkin uang dan materi. Siap memberikan kelegaan dan rasa bebas bagi mereka yang merasa letih lesu dan berbeban berat. Siap memberikan kekuatan dan harapan bagi yang putus asa dan tak berdaya. Siap membawa dan mendekatkan setiap manusia untuk mengalami sukacita dalam Tuhan.

Saudaraku, sebagai para penggiat dan penggerak misi hendaknya kita selalu mampu mewartakan sukacita ini di manapun, kapanpun, dan kepada siapapun. Semoga dengan kemampuan kita mengalami sukacita dalam Tuhan dan berbagi sukacita dalam Tuhan, Natal yang sebentar lagi kita rayakan sungguh membawa kita dan setiap manusia mengalami damai sejahtera dan keselamatan. Berbagilah sukacita dalam Tuhan karena itu menjadi tanda bahwa kita adalah manusia sukacita. Tuhan memberkati. Salam Misioner.

(RD. Lucius Joko – Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Agats)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s