Seruan Menyambut Kehadiran Sang Juru Selamat

RENUNGAN HARIAN MISIONER & HARI MINGGU
LITURGI Th. C/I
2018-2019

Sabtu Pekan II Adven, 15 Desember 2018
Sir. 48:1-4, 9-11 & Mat. 17:10-13

Elia:
Peran dan posisi Nabi Elia di dalam perjalanan rohani orang Israel sangatlah penting dan menentukan. Bersama Musa dan Raja Daud, Nabi Elia dianggap 3 figur luar biasa dalam Perjanjian Lama.

Musa memimpin umat kepada Hukum Taurat. Daud memimpin Israel pada zaman kekayaan, bahkan dari keturunan raja Daud bangsa Israel sangat berharap munculnya seorang figur pemimpin yang berkenan di hati Allah. Sementara Nabi Elia memulai semangat kenabian di Israel. Hanya Nabi Elia yang mempunyai kemiripan dengan Musa soal bagaimana seorang manusia berelasi begitu dekat dengan Allah.

Figur Elia menjadi penentu datangnya seorang penyelamat di tengah orang Israel. Hal itu bisa kita lihat dalam Kitab Nabi Maleakhi, bab terakhir dan ayat-ayat terakhir. Kebetulan di dalam Kitab Suci versi Ibrani, Kitab Nabi Maleakhi adalah penutup dari seluruh rangkaian kitab nabi-nabi di Israel.

Dalam nubuatnya tentang zaman akhir, nabi Maleakhi mengatakan Allah akan mengirimkan nabi Elia untuk mempersiapkan datangnya Mesias.

“Sesungguhnya Aku akan mengutus nabi Elia kepadamu menjelang datangnya hari TUHAN yang besar dan dahsyat itu. Maka ia akan membuat hati bapa-bapa berbalik kepada anak-anaknya dan hati anak-anak kepada bapa-bapanya supaya jangan Aku datang memukul bumi sehingga musnah.” (Mal.4:5-6)

Hal inilah yang diteruskan dalam pewartaan kedatangan Juru Selamat dalam Perjanjian Baru. Di mana Injil Markus (kitab pembuka Perjanjian Baru) memberi kesaksian tentang kehadiran kembali Nabi Elia dalam wujud Yohanes Pembaptis.

Tugas Nabi Elia dan Yohanes Pembaptis mempunyai kesamaan yaitu seruan akan pertobatan sebelum kedatangan seorang Mesias Juru Selamat.

Dalam Injil hari ini sayangnya dikatakan orang-orang tidak menyadari kehadiran Nabi Elia itu. Mereka memperlakukan Yohanes Pembaptis semena-mena menurut kesenangan mereka saja.

Seruan Yohanes Pembaptis masih sangat relevan untuk kita zaman sekarang, karena seruan tersebut mewartakan apa yang harus kita persiapkan sebelum menyambut kehadiran Yesus sang Juru Selamat dunia.

(RD. Josep Susanto – Ketua Komisi Kerasulan Kitab Suci Keuskupan Agung Jakarta)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s